SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mewanti – wanti, perusahaan-perusahaan BUMN harus mencatatkan untung. Ia meyakini hal ini bisa menekan praktik korupsi di BUMN.
“BUMN harus untung untuk agar keuntungannya bisa melahirkan program yang pro-rakyat dan mengitervensi pasar. Karena kita adalah benteng ekonomi nasional,” kata Erick mengutip Instagram @ErickThohir, Rabu (11/1/2023).
Erick Thohir mengatakan, kalau BUMN untung, maka bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah melalui program-program kementerian.
"BUMN harus tetap sehat ya, kalau gak sehat, kalau gak kaya gak bisa nyumbang, BUMN harus untung supaya keuntungannya diberikan kepada pemerintah untuk program pro rakyat," ujarnya.
Dengan begitu, keuntungan yang didapatkan bisa dirasakan seluruh pihak. Termasuk dalam hal ini orang-orang yang berada di dalam BUMN sendiri.
"Dan (bagi) BUMN juga untung itu baik, supaya orang-orang di BUMN tidak korupsi. Karena kenapa? Kalau mereka tak digaji sengan baik, mereka akan korup, toh keuntungannya buat negara," tuturnya.
Di sisi lain, dengan kondisi ekonomi global yang tidak pasti, sedikit banyak akan mempengaruhi tanah air, yang juga berdampak pada harga-harga kebutuhan. Erick menambahkan, jika BUMN untung, maka pihaknya bisa mengintervensi pasar dari ketidakpastian harga.
Ia menyontohkan pada saat pandemi ketika harga masker melonjak hingga Rp 100 ribu per boks. BUMN, kata ia, mampu menjual harga dengan menjual hanya Rp 5 ribu
"Operasi (pasar) minyak goreng, operasi (pasar) sembako, itu karena kita sehat, kalau kita tidak sehat, tidak mungkin bantu-bantu masyarakat. Orang dirinya sakit gimana bisa bantu?," pungkasnya.
Adapun kontribusi BUMN (Dividen, Pajak, dan PNBP) dari 2017 hingga 2019 mencapai Rp 1.130 triliun. Sementara di tahun 2020 hingga kuartal III tahun 2022 mencapai 1.198 triliun, atau tumbuh Rp 68 triliun.
Sementara itu, perbaikan rasio utang terhadap modal BUMN juga membaik, dari 38,6 persen di 2020 menjadi 36,2 persen di 2021. Sementara rasio utang terhadap modal BUMN tahun 2022 kuartal III (unaudit) mencapai 34 persen.
Di kuartal III tahun 2022 laba bersih BUMN mencapai Rp 155 triliun atau tumbuh 154,1 persen (unaudit) dibanding kuartal III tahun 2021, dengan pendapatan usaha Rp 2.091 triliun atau tumbuh 29,6 persen dibanding kuartal III-2021. jk
Editor : Redaksi