SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Ketua Umum Rumah baca Indonesia (Rubi), Ade Suhaimi tengah menjelajah wilayah Madura, dalam rangka memperkenalkan pentingnya membaca di lingkungan pondok pesantren.
Menurutnya, minimnya minat baca itu karena zaman global, kemajuan zaman yang canggih, semua telah terbaca lewat HP Android, tapi tidak semua dapat terakses melalui jaringan.
"Buku adalah sahabat sejati, pembuka ilmu lewat jalan baca, makanya kita membentuk rumah baca itu sebagai jalan pembuka alam sadar bagi masyarakat tentang pentingnya ilmu pengetahuan," ujarnya.
"Kita sudah masuk di beberapa wilayah pondok pesantren di Madura, salah satunya di Pondok Pesantren Babus Salam, Sumber Payung Desa Bataal Kec Ganding Sumenep, dan Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep," imbuhnya.
Menurutnya dari dua lembaga pendidikan yang dikunjungi di Sumenep menunjukkan respon yang luar biasa positif. Ia pun bersyukur upaya yang dilakukannya mendapat dukungan dari pihak pengasuh pondok pesantren.
"Beberapa pesantren yang saya kunjungi, ternyata masih banyak ditemukan santri minim baca, jadi kita perkenalkan kepada pengasuh ponpes tentang menumbuhkan minat baca dikalangan santri," terangnya.
Pada saat memberikan pemaparan tentang pentingnya membaca dan menulis di lingkungan pesantren, secara kebetulan ia diperkenalkan oleh Pengasuh Babussalam Sumber payung dengan Camat Ganding, Abd. Khalid dan Sekcam, Hen, Yulianto.
"Pertemuan saya dengan mereka menjadi penyemangat untuk terus memperjuangkan minat baca di Kab. Sumenep, mungkin kedepannya, saya akan minta rekom camat untuk melakukan sosialisasi tentang pentingnya membaca buku," jelasnya.
Sementara, Camat Ganding, Abd. Khalid, S.Sos, M. Si, mengapresiasi kerja, Rumah Baca Indonesia (Rubi) untuk memperjuangkan nilai-nilai luhur dengan meningkatkan minat baca di lingkungan pesantren.
"Kalau orang luar kecintaannya terhadap buku masih sangat luar biasa, bahkan mau berwisata, yang ditanya pertama itu perpustakaannya," ungkapnya.
Bahkan, sekedar referensi saja, jika di Jepang minat baca itu masih terbilang cukup tinggi, itu terlihat jika disana orang duduk santai berdekatan sambil baca buku, sampai tidak ada jarak, jadi kecintaan terhadap buku bacaan itu sangat luar biasa.
Sangat berbeda dengan di Indonesia, makanya ia sangat mendukung jika ada orang yang semangat untuk menumbuhkannya kembali ke buku.
Sekcam Ganding, R. Hen, Yulianto, mengaku siap untuk membantu, secara administrasi dalam pengadaan buku-buku bacaan, pihaknya akan menyumbangkan ilmu pengetahuannya sebagai mantan Kabid di Perpustakaan Daerah Kab. Sumenep.
"Bila diperlukan nanti saya akan bantu, menyumbangkan tenaga dan pikiran saya dalam bidang pengadaan buku dan menumbuhkan minat baca, kalau dulu itu bidangnya saya di Perpustakaan Daerah Kab. Sumenep," ungkapnya. AR
Editor : Moch Ilham