Kepergok Curi Kabel Listrik, Warga Bulak Jaya Diringkus Polsek Wonocolo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Polsek Wonocolo menunjukkan tersangka pencurian kabel dan barang bukti yang diamankan saat konferensi pers, Kamis (19/01/2023). SP/Ariandi.
Anggota Polsek Wonocolo menunjukkan tersangka pencurian kabel dan barang bukti yang diamankan saat konferensi pers, Kamis (19/01/2023). SP/Ariandi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Polsek Wonocolo Surabaya berhasil menangkap seorang pencuri kabel listrik bernama Jefri Noh bin Noh Ismail (44) yang berasal Pulau Tidore Ambon pada Rabu (12/01/2023). Diketahui, Jefri telah menjalankan aksinya sebanyak dua kali.

Pria yang merupakan warga Bulak Jaya 7/58 Surabaya itu ditangkap setelah mencuri kabel listrik di sebuah bangunan rumah kosong milik David Tjindrarbumi Dipling di Jalan Raya Jemursari 26 Surabaya.

“Kepergok saat mencuri kabel listrik di jalan Jemursari Surabaya,” kata Kapolsek Wonocolo Surabaya Kompol Dwi Bayu Halim Nugroho, Kamis (19/01/2023).

Kasus pencurian itu terungkap pada hari Rabu (11/1/2023), saat korban mengetahui rumahnya yang kosong dalam kondisi berantakan dan mendapati ada galian di teras rumah.

Usut punya usut, ternyata galian tersebut merupakan jalur kabel listrik rumah korban. Kejadian itu kemudian dilaporkan korban ke Mapolsek Wonocolo Surabaya Jawa Timur.

“Usai mendapatkan laporan, tim opsnal melalukan pemantauan ditempat kejadian perkara (TKP) dijalan Jemursari Surabaya,” ujarnya.

Keesokan harinya tepatnya pada Kamis (12/01/2023) dini hari pukul 02:00, pelaku kembali melakukan aksinya dengan memanjat pagar rumah. Pelaku kemudian tertangkap basah saat membawa kabel dari dalam rumah kosong, yang rencananya akan di bawa kabur.

“Pada Kamis dini hari (12/1/2023), anggota menyanggong di sekitar rumah kosong korban. Namun, pelaku tidak sadar bahwa aksinya dipantau oleh petugas. Saat hendak mau keluar, langsung dilakukan penangkapan. Dia tak dapat mengelak. Sebab membawa peralatan mencuri dan potongan kabel,” terangnya.

"Aksi pelaku diketahui sudah dua kali mencuri di rumah korban, pertama pelaku berhasil. Namun pada saat melakukan aksi yang kedua kalinya mereka ketahuan oleh pemiliknya, lantas pelaku berhasil ditangkap," imbuhnya.

Kompol Bayu menjelaskan, tersangka masuk kedalam rumah dengan cara memanjat pagar dan setelah itu mematikan box panel listrik. Selanjutnya, pelaku ini menggali teras rumah korban yang masih belum jadi kemudian mengambil kabel listrik sepanjang 23 meter dengan cara menggergajinya. Akibat ulah tersangka, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

“Kemudian kabel dibawa pulang untuk dijual kepada pembeli," tuturnya.

Lebih lanjut, Kompol Bayu menambahkan, tersangka selalu mencari sasaran bangunan kosong kemudian mengambil kabel listrik. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku selalu melakukan aksinya sendirian tanpa bantuan sipapun.

"Saat melakukan aksinya pelaku sendirian dan sering menyatroni rumah kosong pada malam hari, Begitu ada kesempatan pelaku ini masuk dan mencari barang yang biasanya laku dijual." Ungkapnya.

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 23 meter potongan kabel listrik. 8 potongan kabel listrik sepanjang 7,5 meter, 1 buah gergaji besi, 1 buah obeng, 1 buah caiter, 2 buah obeng tespen, 2 buah senter dan 1 lembar karung.

Pelaku mengaku kepada petugas bahwa ia melakukan pencurian tersebut lantaran ada motif ekonomi di dalamnya.

“Menurut pelaku, kabel hasil curian itu rencananya akan dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari dan membayar utang,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, pelaku kini mendekam di penjara Polsek Wonocolo guna mempertanggung jawab perbuatannya. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. ari

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…