Sambangi Nelayan Morokrembangan, BHS Dorong Pemkot Atasi Pendangkalan Sungai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Ketua Dewan Penasehat Daerah Partai Gerindra Provinsi Jatim Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengunjungi masyarakat nelayan Morokrembangan Kalianak Surabaya, Jumat (3/2/2023).

Dalam kunjungannya, BHS berencana memeberikan solusi kepada nelayan di kawasan tersebut atas permasalahan pendangkalan sungai yang membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan nafkah bagi keluarganya.

BHS yang datang bersama Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso mendengarkan keluh kesah nelayan Morokrembangan Kalianak yang tak bisa kembali ke tempatnya setelah melaut atau tidak dapat berangkat ke laut ketika arus sedang surut, karena sungai yang menjadi alurnya mengalami pendangkalan.

BHS melihat permasalahan ini juga terjadi pada nelayan Kenjeran Surabaya yang bisa keluar ke laut tapi tak bisa masuk maupun sebaliknya karena airnya dangkal dan harusnya permasalahan ini dapat diselesaikan oleh Pemerintah Kota dengan melakukan pengerukan dari bozem ke sepanjang sungai yang menjadi alur menuju ke laut.

"Ini InsyaAllah saya akan sampaikan ini kepada pak Wali Kota ataupun Wakil Wali Kota, ini kebetulan ada calon DPRD Surabaya mas Cahyo. Tentunya ini harus diusahakan besok kalau misalnya beliau jadi, atau melalui fraksi-fraksinya (Gerindra) bisa ditekankan sehingga pengerukan alur termasuk di Kenjeran harus wajib dilakukan," ucap BHS.

Dengan pengerukan tersebut, maka nelayan yang menjadi salah satu pelaku sektor pangan di Surabaya kehidupannya dapat terjamin karena ikan yang diperoleh bisa segera dijual di pasar tanpa harus menunggu air pasang untuk pulang ketika selesai melaut.

BHS juga memandang, masyarakat nelayan yang berada di kawasan Surabaya Barat ini juga memerlukan infrastruktur perahu karena 30 dari ratusan perahu yang ada tidak bisa dioperasikan karena rusak.

"Ini menjadi tugas daripada pemerintah kota diharapkan bisa memberikan bantuan hibah berupa perahu untuk mereka, sehingga mereka bisa berlayar. Terus yang ketiga masalah keselamatan daripada nelayan, betul nelayan bisa berenang tapi mereka tentu juga membutuhkan alat keselamatan," terangnya.

Dalam kunjungannya ini, BHS juga disambati nelayan karena selama musim paceklik mereka kesulitan mencari nafkah sehingga tak mendapatkan penghasilan untuk membeli sembako. Dan hal ini juga harus diperhatikan oleh pihak terkait dengan memberikan bantuan yang diperlukan termasuk menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para nelayan agar mengembangkan usahanya. 

"Itu harus turun ke nelayan ini, jadi disamping bantuan hibah juga ada bantuan daripada permodalan tadi yang kita harapkan nelayan-nelayan yang ada di kota Surabaya ini bisa sejahtera," pungkasnya.

Sudjono selaku Ketua pembina nelayan kawasan Morokrembangan Kalianak Surabaya menyampaikan keluh kesahnya mengenai pengerukan yang sudah lama tak dilakukan semenjak mantan Wali Kota Tri Rismaharini selesai menjabat. Sehingga sungai yang menjadi alurnya melaut mengalami pendangkalan.

"Kurang lebih 2 sampai 3 tahun yang lalu itu masih enak, tapi itu ngeruknya terbatas kurang lebih dari jembatan kurang lebih 150 meter. Cuma satu kali (dikeruk) malah sekarang malah parah," tegasnya.

Sudjono berharap, pemerintah kota Surabaya dapat melakukan pengerukan di sungai Morokrembangan dari Bozem sampai batas laut setidaknya sekali dalam 18 bulan.

"Kalau bisa 1 tahun atau 1,5 tahun gitu loh dilakukan pengerukan, kalau bisa lanjut sampai ke sana (dekat laut) jadi orang-orang ini kalau mau berangkat ya lanjut berangkat, pulang ya nggak sampai berhenti di sana," harapnya.

Menyikapi adanya pengerukan, Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso akan mendorong Wakil Ketua maupun anggota fraksi Gerindra di DPRD Surabaya untuk segera membahas permasalahan ini.

"Nanti akan kami arahkan, kami diskusikan bagaimana memberikan pemecahan problem masalah bapak-bapak nelayan di sini," tegas Cahyo. Byb

Tag :

Berita Terbaru

Ketika Ho-Peng Ikut Campur, Singkirkan Fakta Hukum

Ketika Ho-Peng Ikut Campur, Singkirkan Fakta Hukum

Jumat, 21 Agu 2026 07:01 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 07:01 WIB

Oleh: Lansia 70 Tahun, yang Muak Lihat Hukum Diobral 1 .PEMBUKA: SIAPA ITU “HO- PENG”?* Dalam bahasa jalanan “hoping” itu calo. Calo tilang. Calo perkara. Calo…

Jum'at Berkah: Keajaiban Itu Nyata Ada

Jum'at Berkah: Keajaiban Itu Nyata Ada

Jumat, 21 Agu 2026 01:25 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 01:25 WIB

SURABAYAPAGI.com – TULISAN kali ini, saya mau berbagi pengalaman tentang keajaiban. Ketika pasrah datang, ketika putus asa menyelimuti, hanya sebutir semangat y…

Agnez Mo Bersanding dengan Bintang The Odyssey

Agnez Mo Bersanding dengan Bintang The Odyssey

Jumat, 21 Agu 2026 01:23 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 01:23 WIB

SURABAYAPAGI.com - Agnez Mo berhasil mendulang popularitas internasional setelah tampil dalam serial Reacher Season 4. Namanya melambung di sejumlah platform…

Kemenhaj: Dana Umroh RI Per Tahun Rp 90 Triliun

Kemenhaj: Dana Umroh RI Per Tahun Rp 90 Triliun

Jumat, 21 Agu 2026 01:21 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 01:21 WIB

SURABAYAPAGI.com – WAKIL Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan jemaah umrah di Indonesia setiap tahunnya mencapai 3 juta orang. Satu …

Kemenhaj Kelabakan Urus Dana Haji 14 Juta Riyal Diblokir Pemerintah Arab Saudi

Kemenhaj Kelabakan Urus Dana Haji 14 Juta Riyal Diblokir Pemerintah Arab Saudi

Jumat, 21 Agu 2026 01:19 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 01:19 WIB

SURABAYAPAGI.com - Dilansir dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan persoalan…

Purbaya, Dikejar Deadline Laporan Profil Hutang Negara

Purbaya, Dikejar Deadline Laporan Profil Hutang Negara

Jumat, 21 Agu 2026 01:17 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 01:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diminta untuk segera melaporkan profil hutang pemerintah pada pelaksanaan APBN 2025. Pasalnya, laporan…