Lapas Mojokerto Gelar Doa Bersama dan Napak Tilas Harlah 100 Tahun NU

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lapas Mojokerto gelar doa bersama dan napak tilas satu abad berdirinya NU.
Lapas Mojokerto gelar doa bersama dan napak tilas satu abad berdirinya NU.

i

SURABAYA PAGi.COM, Mojokerto - Gaung peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) kental terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto, Senin (6/2) pagi.

Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) memberikan penghormatan dengan melaksanakan doa bersama dan napak tilas perjuangan pendiri NU KH. M. Hasyim Asyari.

Konon dulunya, sel nomor 2 Lapas Mojokerto menjadi saksi perjuangan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari dalam memperjuangkan Islam di Nusantara.

Pada Senin 11 April 1943, pengasuh Pesantren Tebu Ireng ini dikirim oleh tentara Jepang dari penjara Jombang ke Penjara Poerwo Tengah Mojokerto tepatnya di sel nomor dua tersebut.

Hingga kini sel tahanan seluas 4x4 meter persegi itu masih kokoh dan menampung 18 tahanan dari berbagai kasus. Terlihat di sudut dinding kamar sel bercatkan warna hijau itu tertata kitab suci Al-Quran dan sajadah milik para WBP.

Ketua Tanfidz PC NU Kabupaten Mojokerto KH, Abdul Adzim Alawy usai doa bersama dan memberikan tausiyah di Mushola Lapas Mojokerto mengatakan Lapas Mojokerto menjadi satu-satunya Lapas yang ikut menghormati seabad berdirinya NU.

"Ini tak lepas dari upaya Kalapas Mojokerto, mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan pertolongan di hari kiamat nanti," ujarnya.

Ia menyebut, di hari kiamat nanti hanya ada tiga golongan saja yang mampu memberikan pertolongan yakni para anbiyak, syuhadak dan ulama.

"KH. Hasyim Asy'ari adalah salah satu ulama besar di negeri ini. Semoga dengan ikut memulyakan ormas yang didirikannya, akan memberi kita pertolongan saat hari akhir nanti," ungkapnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Mojokerto Dedy Cahyadi mengatakan selama ini Lapas yang di pimpinnya menjalin kerjasama yang baik dengan NU terkait pembinaan WBP.

"Sebagian besar penghuni lapas adalah warga nahdliyin, makanya kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut merayakan seabad NU. Selain itu juga, Lapas Mojokerti juga punya sejarah luar biasa dengan tokoh pendiri NU," terangnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini sebagai penghormatan untuk keberadaan bukti sejarah napak tilas KH. M. Hasyim Asyari yang dilakukan pertama kali dalam Lapas.

Dimana perjuangan pendiri ponpes Tebu Ireng tak hanya untuk NU, tapi juga memperjuangkan Republik Indonesia (RI).

"Kita di Lapas Mojokerto kebetulan ada bukti sejarah napak tilas Mbah Kiai, yang pernah ditahan saat masa penjajah Jepang. Ini bukti sejarah perjuangan bukan hanya untuk NU saja, melainkan perjuangan bagi Republik Indonesia," ucap Dedy.

Dirinya berharap, dengan adanya sinergitas pembinaan WBP bersama keluarga besar PCNU Mojokerto mampu membuat penghuni mendapatkan karomah dan keberkahan almarhum KH. M. Hasyim Asyari untuk menjadi pribadi yang baik.

"Semoga WBP bisa mengambil hikmah dan keberkahan (KH. M. Hasyim Asyari) yang dimuliakan sebagai kekasih Alloh SWT dalam memperjuangkan Islam di dalam Lapas. Siapa pun yang berada dalam Lapas ini bukan berarti menjadi akhir segalanya buat mereka tidak bisa menjadi pribadi lebih baik lagi," pungkasnya.

Saat ini, total ada 967 warga binaan pemasyarakatan (WBP), 30 diantaranya tahanan wanita. Sedangkan 16 tahanan laki-laki dan 1 tahanan wanita beragama nasrani. Dwi

Tag :

Berita Terbaru

Baksos Warnai Rangkaian HUT ke-81 TNI di Lamongan

Baksos Warnai Rangkaian HUT ke-81 TNI di Lamongan

Minggu, 20 Sep 2026 17:54 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 17:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Masih dalam Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Lamongan, sejumlah…

Empat Wakil Indonesia Berebut Gelar FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya

Empat Wakil Indonesia Berebut Gelar FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya

Minggu, 20 Sep 2026 17:48 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 17:48 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Sebanyak 12 tim dari Indonesia, Thailand, dan Vietnam bertarung dalam Grand Finals Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2…

Ranting NU Sugihan Bedah Rumah, Wujud Nyata Membersamai Warga

Ranting NU Sugihan Bedah Rumah, Wujud Nyata Membersamai Warga

Minggu, 20 Sep 2026 17:24 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 17:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan kembali ditunjukkan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sugihan, Kecamatan S…

Janji Dana BKK Desa Sentul Bakal Turun Perbaiki TPS Sampah

Janji Dana BKK Desa Sentul Bakal Turun Perbaiki TPS Sampah

Minggu, 20 Sep 2026 16:51 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 16:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Janji Pemkab Sidoarjo untuk memberikan dana Bantuan Khusus Keuangan (BKK) Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, masuk tahap r…

Harga Daging Sapi di Situbondo Meroket Tembus Rp160 Ribu per Kilogram

Harga Daging Sapi di Situbondo Meroket Tembus Rp160 Ribu per Kilogram

Minggu, 20 Sep 2026 15:24 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Harga daging sapi yang biasanya berada di kisaran Rp120.000 per kilogram, kini di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyentuh…

Lanjutkan Proyek JLS Ruas Munjungan-Prigi, Pemkab Trenggalek Mulai Bebaskan Lahan

Lanjutkan Proyek JLS Ruas Munjungan-Prigi, Pemkab Trenggalek Mulai Bebaskan Lahan

Minggu, 20 Sep 2026 15:20 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Menindaklanjuti progres proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) ruas Munjungan-Prigi yang kini terus dikebut, Pemerintah Kabupaten…