SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-154, Jembatan Lama Kediri bersolek. Jembatan peninggalan Belanda yang membentang di atas Sungai Brantas ini dilakukan berbagai pembenahan.
Juru Pelihara Jembatan Lama Kediri Imam Mubarok Muslim mengatakan, pembenahan terhadap Jembatan Brug Over den Brantas te Kediri ini mulai dari penggantian kayu yang rusak hingga pemindahan kabel FO maupun pipa PDAM.
"Ini merupakan persiapan 154 tahun Jembatan Lama Kediri yang akan dilaksanakan pada 18 Maret 2023 mendatang. Ultah sekaligus pencanangan sebagai cagar budaya tingkat Nasional," kata Imam Mubarok, pada Sabtu (11/2/2023).
Proses penggantian kayu Jembatan Lama Kediri dilakukan oleh Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Kediri. Banyak kayu yang sudah lapuk maupun terbakar akibat puntung rokok diganti dengan kayu yang batu.
"Lampu sudah sudah kita ganti sesuai draf awal dari pembangunan blueprint lampu disesuaikan saat pembangunan oleh Belanda," terang Gus Barok, sapaan akrab Imam Mubarok.
Di atas Jembatan Lama Kediri telah terpasang 16 lampu dengan desain awal pembangunan. Lampu-lampu tersebut berbentuk sangat unik dan jarang dijumpai pada tempat lain.
Pembenahan lainnya, imbuh Gus Barok, berupa pemindahan kabel FO dan pipa PDAM. Dari usulan sejak Ultah ke-152 Jembatan Lama baru tahun ini dapat direalisasikan oleh Pemkot Kediri.
"Sekarang terealisasikan pemindahan kabel FO maupun pipa PDAM. Nanti dilewatkan Jembatan Brawijaya Kediri dan ditaruh di bawah Jembatan Lama. Untuk lainnya rencananya juga akan dibuatkan pemecah arus sungai agar tidak ada sampah yang menyangkut di penopang jembatan," lanjut Gus Barok.
Seluruh pekerjaan tersebut, menurut Gus Barok, diharapkan bisa selesai sebelum peringatan HUT ke-154 Jembatan Lama Kediri.
"Masyarakat harus memahami ini adalah cagar budaya tingkat Nasional. Jadi tidak sembarangan melakukan aktivitas disini, jualan atau pasangan bendera," pesannya. Can
Editor : Moch Ilham