Pesan Jokowi, Erick Thohir Mereformasi PSSI

Pengurus PSSI Lama Ada Mafianya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ekspresi Erick Thohir setelah terpilih langsung ditodong oleh puluhan awak media.
Ekspresi Erick Thohir setelah terpilih langsung ditodong oleh puluhan awak media.

i

Ketua PSSI Lama, Iwan Bule Akui Mafia Bola Mengatur Skor Pertandingan di Liga Indonesia

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakkarta - Akhirnya, Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2023 menghasilkan ketua yang baru. Erick Thohir akan menjadi pemimpin induk sepakbola nasional empat tahun ke depan. Sedangkan Wakil Ketua Umum terpilih jatuh pada Ratu Tisha dan Zainuddin Amali. KLB PSSI berlangsung di Hotel Shangri La, Jakarta, Kamis (16/2/2023).

Presiden Jokowi  berharap, PSSI di era Erick Thohir nanti bisa membuat sepakbola Indonesia menjadi lebih baik. Serta, Timnas Indonesia bisa berjaya setidaknya di ASEAN dan kemudian di Asia.

Jokowi meminta reformasi total di tubuh PSSI agar persepakbolaan Indonesia menjadi hidup. Paling tidak, lanjut Jokowi, Indonesia bisa menjuarai pertandingan di tingkat ASEAN.

"Sehingga persepakbolaan kita menjadi hidup dan bisa paling tidak ASEAN bisa step pertama bisa kita pegang, dan Asia step yang kedua bisa kita pegang. Harapan pemerintah itu saja," tuturnya.

 

Ada 4 Kandidat

Sebelumnya, ada empat kandidat yang bertarung memperebutkan PSSI 1. La Nyalla Mattalitti, Erick Thohir, Doni Setiabudi, dan Arif Wicaksono yang maju. Satu kandidat lainnya, Fary Djemi Francis, mundur.

Dalam KLB ini ada 86 votes yang mempunyai hak untuk menyalurkan suara dalam kongres pemilihan ketua baru kali ini.

Hasil penghitungan suara, Erick mendapatkan total mendapatkan sebanyak 64 suara. Sementara itu, La Nyalla mendapatkan 22 suara.

"Mulai kemarin, Ketua umum PSSI Terpilih periode 2023-2027 adalah Bapak Erick Thohir," ujar Ketua Komite Pemilihan (KP) Amir Burhanuddin saat membacakan hasil pengumuman pemilihan ketum PSSI.

 

Pekerjaan Rumah Erick

Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Erick. Kompetisi salah satunya, Liga 2 dan Liga 3 berhenti akibat Tragedi Kanjuruhan. Kinerja wasit juga menjadi sorotan.

Erick bertekad melakukan bersih-bersih internal setelah terjadi Tragedi Kanjuruhan.

Para voters terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi, 18 dari Liga 1, 15 klub anggota Liga 2, 16 klub asal Liga 3, Federasi Futsal Indonesia, Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia.

 

Erick Jangan Pilih Mafia

Sementara, kandidat lainnya La Nyalla Mahmud Mattalitti mendapat 22 suara, Dua calon lainnya, Arief Putra Wicaksono, dan Doni Setiabudi tidak meraih suara.

"Biasa saja. Kan saya sudah katakan ini takdir jadi saya sudah katakan ini yang terbaik buat saya," kata La Nyalla soal hasil pemilihan Ketum PSSI.

"Jadi, harapan saya, mas Erick nanti didukung oleh pengurus baru. Kita tahu siapa mafia-mafia yang ada di exco yang lama, mudah-mudahan jangan dipilih lagi. Kalau sampai itu dilibatkan lagi saya yakin, tidak akan lama lagi kembali KLB," ujar kandidat  La Nyalla Mahmud Mattalitti mendapat 22 suara.

Banyak pesan-pesan saya sama beliau. Saya cuma minta pengurus lama yang kita tahu mafia-mafianya jangan dilibatkan. Karena nanti, yang terjadi sepak bola kita ini diatur sama mafia yang ada di dalam tubuh PSSI," pesan La Nyalla.

 

Iwan Bule Blak-blakan

Soal tudingan pengurus PSSI lama ada yang merangkap mafia bola, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan blak-blakan memang ada mafia bola yang diduga menjadi pengatur skor pertandingan di Liga Indonesia. Pernyataan tersebut diungkapkan pria yang disapa Iwan Bule ini dalam podcast Deddy Corbuzier pada Rabu (19/1/2022).

Dalam podcast tersebut, Deddy melontarkan beberapa pertanyaan kepada Iwan Bule, salah satunya tentang mafia bola. Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Deddy sejak awal podcast ini dimulai.

“Match Fixing atau pengaturan skor dibelahan dunia mana saja pasti ada. Mereka ingin pertandingan dikalahkan atau di menangkan dengan mempengaruhi beberapa pemain,” jawab Iwan Bule seperti dikutip, Kamis (20/1/2022).

Ketua PSSI yang berpangkat Komisaris Jendral Polisi ini menjelaskan jika match fixing atau pengaturan skor adalah sebuah cara untuk membuat suatu tim kalah atau menang dalam sebuah pertandingan. n erc/cr3/rmc

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…