Psikolog: Bahayanya Menyukai Idola Secara Fanatik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Sejumlah pakar mempunyai pendapat berbeda mengenai fanatik, salah satunya J.P. Chaplin yang menyebut fanatik sebagai sikap yang penuh dengan semangat yang berlebihan terhadap satu segi pandangan atau satu sebab. Ini artinya, fanatik merujuk pada personal atau seseorang yang memiliki pemahaman, kegemaran atau kesukaan berlebihan terhadap sesuatu.

Menurut psikolog klinis dewasa yang tergabung dalam Ikatan Psikolog Klinis wilayah Banten Mega Tala Harimukthi, SPsi, MPsi, Psikolog, bahwa merujuk pada teori terdahulu, seseorang yang fanatik bahkan bisa mencelakai orang lain yang tidak sepaham dengan dia. 

Fanatik berbeda dengan fanatisme. Fanatik merupakan sifat yang timbul saat seseorang menganut fanatisme. Sementara fanatisme adalah sebuah paham di mana seseorang biasanya memiliki ketertarikan yang secara berlebihan terhadap sesuatu.

"Jadi kalau fanatisme itu pahamnya. Maka ketika sekelompok orang menyukai sesuatu secara berlebihan, katakanlah dia suka K-pop, bahkan klub sepakbola misalnya, secara berlebihan, maka mereka disebut orang dengan paham fanatisme berlebihan," kata Mega yang berpraktik di RSIA Bina Medika Bintaro itu.

Fanatik jelas berbahaya. Dalam konteks mengidolakan artis, menurut Mega, ketika seseorang menyukai satu atau lebih idola tertentu, kemudian sangat terinternalisasi ke dalam dirinya, maka secara sadar maupun tidak sadar menyebabkan dia meniru semua tentang idolanya.

Aktivitas pun jadi terganggu karena terlalu fokus mengikuti kegiatan idolanya mulai dari apa yang dikerjakan hingga dimakan. Ini tak hanya dilakukan kalangan remaja, tetapi juga orang dewasa.

Inilah yang mungkin memunculkan pendapat bahwa mengidolakan artis tertentu khususnya dari luar negeri sama berbahayanya dengan narkoba yang menimbulkan candu. Mega mengingatkan, hal ini bisa merugikan karena waktu yang bisa seseorang gunakan untuk hal-hal yang produktif terbuang begitu saja.

Tak cukup dengan meniru, ada juga penggemar yang bahkan terus menerus mengikuti idolanya. Di Korea Selatan, penggemar semacam ini disebut sebagai sasaeng atau penggemar obsesif. Sebagian sasaeng mengejar idolanya seharian termasuk menunggu di depan rumahnya.

Menurut Mega, seseorang dikatakan mengidolakan artis secara wajar apabila masih bisa membedakan realitas dan sekadar kesenangan. Dia menekankan pentingnya seseorang memiliki batasan dalam mengidolakan artis, misalnya sekadar menyukai lagu-lagu karyanya, film, tanpa harus mengikuti semua yang dia lakukan.

Dia mengatakan, adanya batasan penting untuk membuat seseorang tetap on track atau berada pada jalurnya yakni individu dengan aktivitasnya, apakah dia remaja yang masih punya kewajiban bersekolah, pegawai kantoran atau ibu rumah tangga dengan tanggung jawab mengasuh anak.

Dia kemudian menyarankan seseorang sebaiknya memiliki kegiatan yang produktif agar tidak terus menerus kepo dengan idola tanpa mengenal waktu. Berolahraga juga bisa menjadi pilihan karena membantu mengeluarkan hormon bahagia dan pikiran menjadi lebih positif.

"Jadi, kita enggak melulu memikirkan idola kita. Kita jadi lebih tahu batasan realita, kapan sih waktunya kita menunjukkan ini batasan saya, bukan kehidupan dia," kata dia.

Jadi, menyukai grup idola atau artis tertentu sebaiknya tidak terinternalisasi ke dalam diri sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan itu sangat lah wajar. Ini sekaligus sebagai sikap untuk tidak dilabelisebagai fanatik.hlt/fnt

Tag :

Berita Terbaru

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan k…

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Tohip Sabilulhaq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa N…

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…