Pemprov Jatim Targetkan Produksi Padi Capai 10,5 Juta Ton di 2023

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto ilustrasi. Foto: Kementan.
Foto ilustrasi. Foto: Kementan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Ngawi - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melaui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim menargetkan produksi padi di wilayahnya pada tahun 2023 ini.mencapai 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka itu meningkat dari produksi tahun 2022 yang mencapai 9,53 juta ton GKG.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Dydik Rudy Prasetya dalam kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) BI Kediri secara hybrid di Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Rabu (15/3/2023).

"Itu bukan hal yang sulit di Ngawi. Hal ini diharapkan mampu memicu daerah lainnya di Jatim," kata Dydik.

Dydik mengatakan, saat ini rata-rata produktivitas padi petani di wilayah Jawa Timur masih berada di sekitar angka 5,6 ton GKG per hektare.

Menurutnya, jika petani mampu meningkatkan produksinya 0,5 persen menjadi sekitar 6 ton per hektare, maka target produksi padi 10,5 juta di tahun 2023 bukanlah hal sulit untuk dicapai.

Maka dari itu, Pemprov Jatim terus mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas padi guna mendukung ketahanan pangan nasional. Bahkan, yang dilakukan petani di Ngawi sudah memenuhi produktivitas sekitar 7-8 ton per hektare.

Adapun salah satu bentuk upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim untuk terus menjaga dan meningkatkan produktivitas padi dan beras Jatim yakni dengan mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern seperti "Combine Harvester".

Selain itu, Pemprov Jatim juga menyediakan akses permodalan melalui program Kukesra (Kredit Usaha Kesejahteraan Rakyat) melalui Bank UMKM Jatim.

Kemudian mengenai pupuk, lanjut Dydik, dari 9 kategori pupuk hanya tinggal 2 yang disubsidi.

"Untuk Urea, di Jatim masih 92 persen hampir mendekati 100 persen. Sedangkan NPK 58 persen. Untuk itu, petani didorong melakukan gerakan Biosaka guna mengurangi penggunaan pupuk an-organik," terangnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, ketahanan pangan menjadi salah satu pendorong terjadinya inflasi secara umum terutama inflasi pangan. Sektor pangan, perkebunan, serta peternakan di Jawa Timur telah menjadi penyumbang inflasi cukup besar yang kontribusinya mencapai sekitar 0,77 persen pada bulan terakhir.

"Melihat hal tersebut, saat ini kita sedang dihadapkan pada situasi riskan karena pergerakan harga komoditas pangan terutama beras sudah mencapai pada tatanan tidak wajar," ujarnya.

Terlebih lagi, sebentar lagi masyarakat Indonesia akan memasuki momentum bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1444 H. Dalam momenteum seperti itu, komoditas-komoditas pangan selain beras, seperti bawang merah, bawang putih, dan juga cabai rawit menjadi komoditas penyumbang inflasi.

Menyikapi hal tersebut, Pemprov Jatim bersama pihak terkait seperti Bank Indonesia dan TPID di tingkat kabupaten/kota terus berupaya untuk menjaga keseimbangan harga komoditas di tingkat petani serta pasaran tetap dalam batas wajar. Mulai dari gabah, beras, dan lainnya.

Sejumlah upaya yang telah dilakukan untuk menjaga kestabilan harga komoditas bahan pangan di pasaran di antaranya operasi pasar, pasar murah, hingga Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) seperti yang digelar Kantor Perwakilan BI Kediri kali ini.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jatim sangat mendukung sinergi GNPIP terus dilakukan untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi di daerah baik dari sisi pasokan maupun produksi guna mendukung ketahanan pangan nasional, daya beli, serta pemulihan ekonomi nasional. nwi

Berita Terbaru

Aniaya Istri hingga Tewas, Suami di Blitar Jadi Tersangka

Aniaya Istri hingga Tewas, Suami di Blitar Jadi Tersangka

Kamis, 05 Feb 2026 17:48 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 17:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Setelah dilakukan pemeriksaan P warga Desa mBoro Kec.Selorerjo Kabupaten Blitar, yang telah membunuh SN istrinya, dengan beberapa…

Pohon Pisang Jadi "Monumen Kekecewaan" Jalan Rusak di Madiun Viral

Pohon Pisang Jadi "Monumen Kekecewaan" Jalan Rusak di Madiun Viral

Kamis, 05 Feb 2026 16:40 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 16:40 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun- ‎Sebuah foto jalan berlubang yang ditanami pohon pisang di RT 3 Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, viral di media s…

Jabat Ketum IKBA UNTAG Dorong Kaum Intelektual Bangun Negeri Lebih Baik

Jabat Ketum IKBA UNTAG Dorong Kaum Intelektual Bangun Negeri Lebih Baik

Kamis, 05 Feb 2026 15:33 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Kusumo Adi Nugroho, S.E, yang juga politisi PDI Perjuangan ini, berjibaku menggerakkan kaum…

Gelapkan Uang Ratusan Juta, Admin Toko Keramik Mojokerto Terancam 2 tahun Kurungan

Gelapkan Uang Ratusan Juta, Admin Toko Keramik Mojokerto Terancam 2 tahun Kurungan

Kamis, 05 Feb 2026 15:15 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 15:15 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto- Sidang putusan kasus dugaan penggelapan dengan terdakwa Laili Dwi Anggraini Binti M. Amanu di Pengadilan Negeri Mojokerto ditunda…

Kapolres Gresik Pimpin Pembagian Helm Gratis dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026

Kapolres Gresik Pimpin Pembagian Helm Gratis dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026

Kamis, 05 Feb 2026 14:40 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 14:40 WIB

SURABAYAPAGI, Gresik – Upaya Polres Gresik dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas kembali diwujudkan melalui kegiatan simpatik di hari kedua pelaksanaan …

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, terpilih mewakili Kodam V/Brawijaya, mendapatkan penghormatan…