Pemkot Blitar Imbau Masyarakat Tak Beli Pakaian Bekas Impor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto ilustrasi.
Foto ilustrasi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, Jawa Timur, hingga saat ini belum melarang penjualan pakaian bekas impor atau yang biasa dikenal dengan istilah thrifting.

Sikap pemerintah Kota Blitar ini sedikit berbeda dengan Presiden Jokowi dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag) yang melarang penjualan dan peredaran pakaian bekas dari luar negeri karena dianggap merugikan negara.

Saat ini, Pemkot Blitar belum mengeluarkan aturan resmi mengenai pelarangan penjualan pakaian bekas impor. Kendati demikian, Pemkot Blitar mengimbau agar masyarakat tidak membeli pakaian bekas dari luar negeri.

“Presiden Jokowi dan menteri perdagangan pak Zulkifli Hasan memang melarang tapi kalau di Kota Blitar belum sampai ke arah situ kami hanya menghimbau agar masyarakat tidak membeli pakaian bekas dari luar negeri atau Thrifting,” kata Wali Kota Blitar Santoso, Selasa (21/3/2023).

Imbauan ini dikeluarkan oleh Pemkot Blitar menyusul seringnya event penjualan pakaian bekas dari luar negeri yang diadakan di Kota Patria tersebut. Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari membeli pakaian bekas impor karena Pemkab menilai ada berbagai bahaya yang tersimpan dari pakaian bekas luar negeri tersebut.

Salah satunya adalah bakteri ataupun penyakit yang ada di pakaian bekas. Pakaian thrifting harus terlebih dahulu dilakukan sterilisasi sebelum bisa digunakan oleh masyarakat.

“Ya itukan pakaian bekas dari luar yang dimungkinkan ada penyakit ya ini yang bahaya karena itu kan jumlahnya tidak satu dua karung ratusan karung yang disita,” ujarnya.

Santoso menyatakan bahwa masyarakat Kota Blitar sudah sepatutnya menghindari penggunaan pakaian bekas dari luar negeri. Menurutnya, pakaian bekas memiliki dampak kurang baik terutama ke kesehatan.

“Ya kalau orang luar negeri yang menggunakan pakaian itu sehat kalau gudhiken (penyakit kulit) gimana ya akan juga ikut tertular to,” tutupnya. blt

Berita Terbaru

Kemlu Tunda Umrah, AMPHURI Bolehkan Travel Umrah

Kemlu Tunda Umrah, AMPHURI Bolehkan Travel Umrah

Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masalah keberangkatan umrah ramadan yang tinggal dua pekan, masih simpang siur. Ketua Umum DPP AMPHURI, Firman M Nur mengatakan…

Saat Konflik AS-Israel VS Iran, Umrah Mandiri Risiko Tanpa Perlindungan Hukum

Saat Konflik AS-Israel VS Iran, Umrah Mandiri Risiko Tanpa Perlindungan Hukum

Kamis, 05 Mar 2026 19:45 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kondisi saat ini banyak jemaah umrah asal Indonesia tertahan di Arab Saudi dan belum dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal…

Kemendagri Beri Tip Kepala Daerah tak Punya Latar Belakang Pemerintahan

Kemendagri Beri Tip Kepala Daerah tak Punya Latar Belakang Pemerintahan

Kamis, 05 Mar 2026 19:44 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan tanggung jawab tersebut harus dipahami sejak awal saat seseorang…

KPK Nyatakan Modus Dugaan Korupsi Bupati Pekalongan Rumit

KPK Nyatakan Modus Dugaan Korupsi Bupati Pekalongan Rumit

Kamis, 05 Mar 2026 19:42 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:42 WIB

Ditemukan Konflik Kepentingan Bupati, Suami dan Anak Dalam Proyek Senilai Rp 46 miliar   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) …

Pekerja Migran Sumbang Rp 253 Triliun Diusik DPR-RI

Pekerja Migran Sumbang Rp 253 Triliun Diusik DPR-RI

Kamis, 05 Mar 2026 19:15 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia, Rieke Diah Pitaloka, ungkap para pekerja…

Setan Jin dan "Setan Manusia"

Setan Jin dan "Setan Manusia"

Kamis, 05 Mar 2026 19:14 WIB

Kamis, 05 Mar 2026 19:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat ramadhan kita sering dengar narasi setan dikerangkeng. Narasi "setan dikerangkeng" saat Ramadan merujuk pada hadis sahih…