Rela Antri Berjam-Jam, Sosok Ida Dayak Mampu Obati Patah Tulang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sosok Ibu Dayak yang sedang viral mampu menyembuhkan penyakit tanpa operasi. SP/ SBY
Sosok Ibu Dayak yang sedang viral mampu menyembuhkan penyakit tanpa operasi. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pamor pengobatan sosok Ida Dayak semakin viral di jagat maya dan dikenal banyak masyarakat luas. Banyak orang yang akhirnya rela mengantri berjam-jam untuk bisa diobati oleh ibu Ida Dayak. 

Seperti yang terjadi pada Senin (3/4/2023), antrian pengobatan Ida Dayak di Kostrad Cilodong, Depok membludak hingga menyebabkan kemacetan parah. Bahkan Ida Dayak mampu menyebuhkan kondisi patah tulang secara tiba-tiba tanpa obat bius dan perlengkapan dokter.

Menanggapi hal tersebut, Dokter spesialis bedah ortopedi Mayapada Hospital, dr Oryza Satria, SpOT menyebutkan memang ada beberapa kasus yang bisa diobati tanpa kedua intervensi tersebut.

"Bisa (menyembuhkan patah tulang tanpa bius dan operasi)," ucapnya, dikutip Selasa (04/04/2023).

"Pada beberapa jenis patah tulang itu dapat dilakukan tatalaksana dengan non operatif, misalnya dengan menggunakan gips atau dengan menggunakan splint atau penyangga," sambungnya.

Bahkan salah seorang warga Karawang, Erni (42), warga asal Karawang yang mengatakan dirinya mendapat informasi pengobatan dari sosial media. Erni menyampaikan rela datang dari Karawang ke Depok karena percaya pada pengobatan Ida Dayak untuk mengobati ayahnya yang memiliki penyakit struk.

"Info dari tiktok pas semalem. Kalo dilihat dari tiktok pada sembuh ya makanya dicoba ya mungkin aja nanti berjodoh lah gitu," kata Erni.

Warga Cibubur, Wati (50) mengatakan Dirinya rela mendatangi Kostrad dari subuh hingga pukul 09.00 WIB. Wari mengaku mendapati informasi dari media sosial untuk mengobati ayahnya yang memiliki penyakit struk.

"Dari tiktok. Datang subuh abis sahur sampe sini macet jam 09.00 WIB," kata Wati

Namun membludaknya jumlah pasien tersebut tidak bisa selesai dalam 4-5 hari. Hal tersebut disampaikan oleh Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 1 Kostrad Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun, dirinya pun ikut memohon maaf atas pengobatan Ibu Ida Dayak yang dibatalkan.

"Karena jumlah segini banyak tidak mungkin selesai dalam waktu 4-5 hari. Semoga Bapak-Ibu selamat dalam perjalanan pulang ke rumah. Nanti kita atur waktunya yang sekian banyak ya," ungkapnya.

Ida Dayak diketahui memiliki nama lengkap Ida Andriyani, yang lahir pada 3 Juli 1972 di Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Ia kini berusia 51 tahun.

Sebelum terkenal, wanita yang ramah tersebut rupanya sudah sering melakukan pengobatan dengan berkeliling dari pasar ke pasar layaknya penjual obat. Bahkan, ia pernah keliling melakukan Pengobatan hingga ke sejumlah pulau, mulai dari Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Setiap dirinya datang banyak warga sekitar yang menghampirinya untuk meminta kesembuhan.

Ida Dayak memiliki ciri khas dengan penampilannya, yaitu memakai pakaian adat Suku Dayak saat bekerja mengobati pasiennya. Dalam prosesnya penyembuhan penyakit pasien, Ida Dayak diketahui punya ritual menari lalu mengurut dengan dioleskan minyak berwarna merah yang diberi nama Ida Dayak Minyak Bintang, 

Bahkan “ajaibnya”, hanya sekali urut berbagai penyakit bisa langsung sembuh. Sebelum mengobati pasien, Ibu Ida Dayak melafalkan kalimat tauhid (laa ilaaha illallaah) dan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Hal ini menunjukkan bahwa dirinya ikut membawa dan meminta kesembuhan melalui kekuasaan Allah SWT. dsy/dc/vva/bnd

Berita Terbaru

Nadiem, Telah Ditahan Rumah, Rabu ini, Jalani Operasi

Nadiem, Telah Ditahan Rumah, Rabu ini, Jalani Operasi

Rabu, 13 Mei 2026 05:50 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019-2024, Nadiem Anwar Makarim, resmi dialihkan menjadi tahanan rumah.…

Hercules, Dalam Liputan Pers

Hercules, Dalam Liputan Pers

Rabu, 13 Mei 2026 05:45 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 05:45 WIB

Dalam liputan utama harian Surabaya Pagi, edisi Selasa (12/5) turunkan Headline berjudul "Hercules Ingatkan Amien Rais, Jangan Kayak Preman PKL".Saya taruh…

Kasus Tambang Ilegal Desa Jenangan, Kejari Ponorogo Konfrontir Kades Aktif dan Mantan Kades Kemiri

Kasus Tambang Ilegal Desa Jenangan, Kejari Ponorogo Konfrontir Kades Aktif dan Mantan Kades Kemiri

Selasa, 12 Mei 2026 20:39 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 20:39 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo melakukan pemeriksaan konfrontir kasus tambang ilegal di lahan …

Pengadilan Negeri Kota Madiun Lakukan Eksekusi TK Masyithoh

Pengadilan Negeri Kota Madiun Lakukan Eksekusi TK Masyithoh

Selasa, 12 Mei 2026 18:26 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 18:26 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Pengadilan Negeri Kota Madiun melaksanakan eksekusi lahan dan bangunan TK Masyithoh yang berada di Kota Madiun, Selasa (12…

Program TJSL PLN UIT JBM Tumbuhkan Harapan Masyarakat Desa Akan Akses Air Bersih

Program TJSL PLN UIT JBM Tumbuhkan Harapan Masyarakat Desa Akan Akses Air Bersih

Selasa, 12 Mei 2026 17:49 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 17:49 WIB

SurabayaPagi, Bali - Adanya fasilitas air bersih yang layak dan memiliki akses mudah di suatu daerah, menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi demi…

Narkotika Masih Mendominasi, Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti 231 Perkara

Narkotika Masih Mendominasi, Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti 231 Perkara

Selasa, 12 Mei 2026 16:55 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kejaksaan Negeri Gresik memusnahkan barang bukti dari 231 perkara yang telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap pada Selasa (…