Penempel QRIS Palsu Iman Mahlil Lubis Ditangkap, Profesi Aslinya Bikin Geleng-Geleng

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelaku QRIS palsu di Masji sudah diamankan polisi. SP/ SBY
Pelaku QRIS palsu di Masji sudah diamankan polisi. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tersangka penempelan QRIS palsu di sejumlah kotak amal Masjid, Mohammad Iman Mahlil Lubis (38) saat ini berhasil ditangkap dan diamankan polisi. Dirinya ditangkap setelah subuh di kawasan Kebayoran Lama Jakarta Selatan. 

Pria kelahiran Medan tersebut ternyata merupakan mantan karyawan di salah satu bank naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis.

"Latar belakang yang bersangkutan pernah bekerja di salah satu bank BUMN," jelasnya, Jumat (14/04/2023).

Namun, Auliansyah mengaku belum bisa memberikan identitasnya secara rinci. Sebab tersangka hingga saat ini masih dalam tahap penyidikan oleh kepolisian.

"Latar belakang yang bersangkutan pernah bekerja di salah satu bank BUMN. Terkait jumlah dan lainnya kita masih lakukan pendalaman dan akan diinformasikan lebih lanjut," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis.

Riwayat Pekerjaan, Pelaku QRIS Palsu Mohammad Iman Mahlil Lubis

Berdasarkan akun Linkedin miliknya, Iman menuliskan bahwa dirinya memiliki berbagai macam latar belakang. Selain sebagai Founder Tim Restorasi Mesjid, Iman menuliskan bahwa dirinya juga Managing Director of AFL Corporation.

Ia juga pemenang dua lisensi, yakni sertifikasi Fraud Internasional CFE (Certified Fraud Examiner) dan CHFI (Certified Hacking Forensics Investigator).

Di luar itu, Iman juga mengaku pernah bekerja selama 11 tahun di perusahaan BUMN dalam bidang audit dan pelaksanaan program pemerintah. Disampaikan bahwa dirinya pernah menjabat sebagai Auditor (Oktober 2014 - Oktober 2016), Assistant Manager (Oktober 2016 - Desember 2017), hingga terakhir Government's Project Relationship (Januari 2018 - saat ini).

Aksi Penipuan Pelaku QRIS Palsu Berada di 38 Titik Lokasi

Seperti diketahui, Polisi mengungkap Mohammad Iman Mahlil (MIM) telah menempelkan barcode QRIS palsu di 38 masjid di Jakarta. Dari total masjid yang dipasang QRIS palsu tersebut sebagian ialah masjid besar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Auliansyah Lubis mengatakan, pelaku telah ditangkap pada Selasa (11/4/2023) dini hari tadi. Dalam kasus ini tersangka mengakui bahwa telah menempel 38 titik masjid di Jakarta.

Penempelan dilakukan secara bertahap yakni pada 9 April 2023 ditempel di antaranya Masjid Thamrin Residence, Masjid Terminal 2 Bandara Soetta, Masjid Terminal 3 Bandara Soetta, dan Masjid Nurul Iman Blok M.

Pada tanggal 6 Maret pelaku menempel di masjid Nurulah Kalibata dan tanggal 5 Maret itu di tempet di masjid Assakinah Tanah Kusir, Masjid Raya Bintaro sektor 9, Masjid Raya KH Hasyim Asyari dan Masjid Raya Al Insan Patal Senayan.

Pada tanggal 4 April 2023 pelaku memasang di Masjid Raya Bintaro Nurul Hidayah, Masjid Al Ikhsan Kerinci, Masjid Cut Nyak Dien Johar, Masjid Agung Sunda Kelapa, Masjid Al Ikhsan, Masjid Cut Meutia Menteng, Masjid Al Bakri Taman Rasuna, Masjid Jami Arrahman Kuningan.

Atas tindakannya itu, ia dijerat dengan Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45a ayat 1 dan/atau Pasal 35 juncto 51 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 80 dan/atau Pasal 83 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/atau Pasal 378 KUHP. dsy/dc/oz/snd

 

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…