Banten Kembali Dilanda Gempa 5.4 M di Selat Sunda, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pusat gempa berada di Banten, sekitar 78 Km Barat Laut Sumur dengan magnitudo 5.4 pada Rabu (10/05/2023) siang. SP/ BNT
Pusat gempa berada di Banten, sekitar 78 Km Barat Laut Sumur dengan magnitudo 5.4 pada Rabu (10/05/2023) siang. SP/ BNT

i

SURABAYAPAGI.com, Banten - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya pusat gempa yang berada di Banten, sekitar 78 Km Barat Laut Sumur dengan magnitudo 5.4. Gempa bumi ini terjadi di kedalaman 10 Km tidak berpotensi tsunami, pada Rabu (10/05/2023) siang hari.

Gempa tersebut membuat warganet ramai-ramai mengicaukan "gempa" di linimasa Twitter.

"Gempa lagi," kicau pengguna Twitter @coo***, dikutip Kamis (11/05/2023).

Sementara pengguna dengan akun @ora*** menyebut gempa bumi yang berpusat di Banten ini terasa hingga ke kantor di Jakarta.

"Sering banget ya Jkt kena gempa akhir-akhir ini, stay safe kak," kicau pengguna dengan akun @kin***.

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa bumi hari ini di Banten, pusat gempa di laut pada jarak 84 Km arah Barat Laut Sumur, Banten di kedalaman 10 Km. Penyebab gempa Banten, kata Daryono terjadi akibat aktivitas sesar aktif. 

Hasil analisis BMKG juga menunjukkan mekanisme sumber gempa Banten yakni pergerakan sesar geser atau strike-slip. 

"Gempa Selat Sunda M 5,2 ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif dasar laut di kedalaman 10 Km," kata Daryono. 

Penyebab gempa Selat Sunda ini juga bukan termasuk gempa megathrust. Daryono mengatakan bahwa diduga pemicu gempa bumi dangkal tersebut adalah Sesar Ujung Kulon.

Lebih lanjut Daryono mengungkapkan bahwa gempa Banten di Selat Sunda tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Pandeglang dengan skala intensitas III MMI, dengan getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu. 

Selain itu, gempa Selat Sunda ini juga dirasakan di daerah Sukabumi, Lebak, Serang, Cilegon dengan skala intensitas II-III MMI. 

Sementara dampak gempa bumi yang dirasakan dalam skala intensitas II MMI, getaran dirasakan beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang, dirasakan di wilayah Tangerang Selatan dan Bogor. 

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelas Daryono. 

Sementara itu, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait gempa di Selat Sunda, Banten hari ini. 

"Belum ada laporan kerusakan, tidak ada potensi tsunami, sehingga masyarakat pesisir tidak perlu cemas, khawatir, dan dapat tetap beraktivitas seperti biasa," jelas Daryono.

Diketahui, berdasarkan informasi dari BMKG, gempa terjadi pada pukul 11.24 WIB, Rabu (10/05/2023). Titik koordinat gempa berada di 6,47 LS dan 104,90 BT.

"78 km Barat Laut SUMUR-BANTEN," tulis BMKG di Twitter.

Pusat gempa berada di kedalaman 10 km.

"Tidak berpotensi tsunami #BMKG," lanjut BMKG.

Getaran gempa ini juga dirasakan hingga Jakarta dan Bogor. dsy/l6/dc/kps

Berita Terbaru

Usai MBG Kembali Beroperasi, Harga Ayam Melonjak di Kota Malang Alami Kenaikan

Usai MBG Kembali Beroperasi, Harga Ayam Melonjak di Kota Malang Alami Kenaikan

Minggu, 19 Jul 2026 13:51 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Diduga akibat beroperasinya kembali SPPG untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sejumlah komoditas khususnya harga…

Petani Meringis! Tanaman Sayur Busuk dan Mati Dampak Fenomena Embun Upas di Ijen Bondowoso

Petani Meringis! Tanaman Sayur Busuk dan Mati Dampak Fenomena Embun Upas di Ijen Bondowoso

Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Kawasan Ijen, Bondowoso kembali diselimuti fenomena embun upas atau embun salju yang menciptakan pemandangan yang eksotis,…

Surabaya Dipilih Jadi Kota Pembuka RunXperience 2026, Angkat Potensi Komunitas Lari dan UMKM

Surabaya Dipilih Jadi Kota Pembuka RunXperience 2026, Angkat Potensi Komunitas Lari dan UMKM

Minggu, 19 Jul 2026 13:19 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Ajang lari bertajuk RunXperience 2026 digelar di Surabaya sebagai kota pembuka sebelum dilanjutkan di Jakarta pada Oktober mendatang. K…

Dipicu Musim Kemarau dan Suhu Dingin, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Kota Malang Naik

Dipicu Musim Kemarau dan Suhu Dingin, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Kota Malang Naik

Minggu, 19 Jul 2026 12:28 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 12:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Imbas musim kemarau dengan suhu dingin membuat harga sejumlah sayur di pasar tradisional Kota Malang merangkak naik. Bagaimana…

Pentingnya Keselamatan di Perlintasan, PT KAI Daop 7 Madiun Gelar Edukasi Proaktif di Sekolah

Pentingnya Keselamatan di Perlintasan, PT KAI Daop 7 Madiun Gelar Edukasi Proaktif di Sekolah

Minggu, 19 Jul 2026 11:44 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengambil langkah…

Lewat LSDP, Pemkot Malang Usul ‘Autothermix’ untuk Atasi Masalah Sampah

Lewat LSDP, Pemkot Malang Usul ‘Autothermix’ untuk Atasi Masalah Sampah

Minggu, 19 Jul 2026 11:36 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Melalui skema Local Service Delivery Project (LSDP), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, mengusulkan penggunaan teknologi autothermix…