SURABAYAPAGI.com, Batu - Mengingat situasi bencana alam yang datang secara tiba-tiba tanpa masyarakat ketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai meningkatkan kesiapsiagaan aparatur negara di setiap instansi di wilayah sekitar untuk siaga menghadapi bencana alam gempa bumi melalui penyelenggaraan simulasi tanggap darurat yang diselenggarakan kawasan Balai Kota Among Tani, Kota Batu.
Pada simulasi tanggap darurat tersebut, turut melibatkan seluruh pihak yang terlibat, mulai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kesehatan, hingga pemadam kebakaran dilatih untuk mengoptimalkan kecepatan dan ketepatan evakuasi korban hingga penanganan pasca bencana.
"Latihan seperti ini sangat penting untuk memastikan semua pihak tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi," jelas Wali Kota Batu Nurochman di Batu, Rabu (12/11/20225).
Lebih lanjut, pada kegiatan itu turut disimulasikan adanya kerusakan bangunan hingga menyebabkan korban luka-luka. Kondisi tersebut kemudian disusul kedatangan tim reaksi cepat (TRC) untuk mengevakuasi korban kemudian memberikan pertolongan pertama, serta mendirikan posko kesehatan dan dapur umum bagi warga terdampak.
Wali Kota Batu berharap, dengan adanya simulasi tanggap darurat ini, para masyarakat memiliki pemahaman tentang tata cara evakuasi mandiri sembari menunggu kedatangan personel yang bertugas melakukan penanganan bencana alam gempa bumi.
"Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana," ujar dia.
Sehingga, adanya simulasi ini menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan para kepala desa dan lurah. Selain itu, BPBD Kota Batu telah merencanakan memperkuat sistem peringatan dini atau EWS yang dilaksanakan dalam waktu dekat guna meningkatkan pola deteksi dini terhadap segala bentuk kemunculan potensi bencana alam di wilayah Kota Batu. SP/ BT
Editor : Desy Ayu