Inovatif : Pengelola Rest Area Wisata Duribang di Desa Rombiya Barat, Nirlaba Dibangun oleh Satu Keluarga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lokasi Konsep dasar penggarapan Rest Area Taman Duribang milik Faisal diareal pesawahan Desa Rombiya Barat Kec. Ganding  Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman
Lokasi Konsep dasar penggarapan Rest Area Taman Duribang milik Faisal diareal pesawahan Desa Rombiya Barat Kec. Ganding  Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Maraknya tempat wisata di Kab. Sumenep, menjadi primadona yang fantastis dan banyak dikunjungi khalayak ramai, baik dikunjungi pada saat liburan anak sekolah atau hari-hari biasa.

Hasil pantauan reporter Surabaya pagi, di Kab. Sumenep, banyaknya Destinasi wisata dan rest Area di kab. Sumenep rata-rata di kunjungi oleh berbagai kalangan baik orang tua dan anak-anak.

Selain itu, banyaknya fasilitas bermain dan sarana prasarana yang lengkap, untuk menunjang kenyaman anak berkunjung, seperti kolam renang, ruang singgah dan ruang baca buku, areal bercerita dan mendongeng, bahkan ada tempat khusus untuk orang tua untuk sekedar menunggu.

Banyaknya tempat wisata yang ada saat ini membuat geliat bagi pengelola usaha sebagai ajang bisnis yang menyenangkan. Bahkan di desa-desa saat ini dikelola Badan Usaha milik desa (BUMDESA)

Untuk diketahui, tempat wisata di Kab. Sumenep, Hampir di setiap desa yang tersebar di kabupaten Sumenep memiliki tempat wisata, baik yang dikelola oleh Kepala Desa lewat Bumdesa atau dikelola secara pribadi.

Pada kesempatan yang lain, reporter Surabaya pagi, menemui saudara Faisal ER dan Istrinya Fitri Nurmaiya Said, pelaku dan pengelola Wisata Duribang asal Rombiya Barat Ganding Sumenep, yang dikelolanya sendiri.

Menurutnya, Taman Duribang itu diambil dari nama Kembang Duribang, memiliki warna merah yang semangat berkobar dalam hal apapun. Katanya kepada Surabaya pagi, kemarin.

Dikatakan Faisal, membangun usaha Wisata Duribang itu berangkat dari sebuah gagasan  kreatifnya sejak meniti karir di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung Jawa Barat.

"Alhamdulillah, sewaktu saya kuliah, memiliki banyak teman bergaul di panggung pementasan seni teater dan pertunjukan, sehingga saya bisa lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah lahan"

Jadi, di dalam menggarap lahan, sama dengan membikin panggung pertunjukan teater, makanya perlu telaten dan kesabaran ekstra dalam mengelolanya, apalagi membuat tempat wisata, sebab, kata dia, membangun tempat wisata itu menjadi pusat pemandangan utama dari berbagai kalangan.

"Membangun tempat wisata sama dengan membuat latar panggung dalam sebuah pertunjukan teater, jadi semua mata fokus memandang, jadi langkah awal saya menanam beberapa  buah seperti, buah Mangga, Alpukat, Jambu, Jeruk, lalu setelah itu, dibiarkannya hidup tumbuh dan berbuah "

Tidak hanya itu, kata dia, membangun usaha wisata, butuh proses panjang, karena melihat faktor tanah, jadi air menjadi sangat penting bagi sebuah tempat wisata, selain dapat menyuburkan tanah pada pohon, juga memberikan kesejukan kepada pengunjung. Tegasnya

"Awalnya saya hanya mengumpulkan bibit kembang, kemudian ditanam pada saat musim penghujan, lalu dibiarkan tumbuh menjalar pada saat kemarau tiba baru dibutuhkan perawatan ekstra, seperti merawat akar dan daun"

Ia juga menceritakan, tentang bagaimana merawat bumi agar produktif dan tidak mati, jika areal lokasinya miring, ikuti arusnya dijadikan seperti tanjakan yang melingkar seperti sepotong bulan.

"Biasanya kalau lokasi pegunungan berbeda dengan areal persawahan yang produktif, jika lokasinya pegunungan lebih bernilai konsumtif yang sudah memiliki nilai jual, sementara areal persawahan itu perlu disulap dengan banyak properti"

Maka, sambungnya, Areal wisata Taman Duribang itu, masih konsep dasar yang di bangun diatas tanah yang gersang, dengan menggunakan bentangan alam yang luas, lepas dan terbuka. Jelasnya

"Taman Duribang itu menggunakan nuansa alam dengan pemandangan yang lepas, areal persawahan dan gundakan tabun terjal menambah nikmatnya suasana yang indah"

Silahkan dikunjungi rest Area wisata alam terbuka, Wisata Duribang tepatnya di Desa Rombiya Barat Kec. Ganding Kab. Sumenep, gratis tanpa uang tiket dan parkir, fasilitas keamanan bersama. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) terus memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik di S…

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ponorogo yang semakin kerap terjadi belakangan ini memakan korban. Ini setelah…

Hadir Daring Dalam Anual Meeting Unesco Di Bulgaria, Ponorogo Soroti Keberlanjutan Reog di Tengah Gempuran AI

Hadir Daring Dalam Anual Meeting Unesco Di Bulgaria, Ponorogo Soroti Keberlanjutan Reog di Tengah Gempuran AI

Kamis, 17 Sep 2026 17:09 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:09 WIB

Foto:          SURABAYA PAGI, Ponorogo– Ketika kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat dan mengubah lanskap kreativitas, Ponorogo membawa persoalan keberl…

Coway Perluas Kehadiran di Surabaya, Donasikan Pemurni Air dan Udara ke Masjid Cheng Hoo

Coway Perluas Kehadiran di Surabaya, Donasikan Pemurni Air dan Udara ke Masjid Cheng Hoo

Kamis, 17 Sep 2026 16:50 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 16:50 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Coway International Indonesia memperkuat ekspansinya di luar kawasan Jabodetabek dengan menjadikan Surabaya sebagai salah satu p…

Momentum HUT PMI ke-81, Ning Ita Gugah Semangat Solidaritas Sosial dan Perkuat Kolaborasi

Momentum HUT PMI ke-81, Ning Ita Gugah Semangat Solidaritas Sosial dan Perkuat Kolaborasi

Kamis, 17 Sep 2026 16:27 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 16:27 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Hari Palang Merah Indonesia (PMI) diperingati setiap 17 September.  Tahun ini, peringatan tersebut bertepatan dengan HUT ke-81 …

Sambut Gavriel Novanto di Pandaan, Ketua DPD AMPI Jatim: Komitmen Kembali ke Akar Sejarah Adalah Kunci Pembaharuan

Sambut Gavriel Novanto di Pandaan, Ketua DPD AMPI Jatim: Komitmen Kembali ke Akar Sejarah Adalah Kunci Pembaharuan

Kamis, 17 Sep 2026 15:40 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Jawa Timur menyambut hangat kehadiran Calon Ketua Umum DPP…