SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Maraknya tempat wisata di Kab. Sumenep, menjadi primadona yang fantastis dan banyak dikunjungi khalayak ramai, baik dikunjungi pada saat liburan anak sekolah atau hari-hari biasa.
Hasil pantauan reporter Surabaya pagi, di Kab. Sumenep, banyaknya Destinasi wisata dan rest Area di kab. Sumenep rata-rata di kunjungi oleh berbagai kalangan baik orang tua dan anak-anak.
Selain itu, banyaknya fasilitas bermain dan sarana prasarana yang lengkap, untuk menunjang kenyaman anak berkunjung, seperti kolam renang, ruang singgah dan ruang baca buku, areal bercerita dan mendongeng, bahkan ada tempat khusus untuk orang tua untuk sekedar menunggu.
Banyaknya tempat wisata yang ada saat ini membuat geliat bagi pengelola usaha sebagai ajang bisnis yang menyenangkan. Bahkan di desa-desa saat ini dikelola Badan Usaha milik desa (BUMDESA)
Untuk diketahui, tempat wisata di Kab. Sumenep, Hampir di setiap desa yang tersebar di kabupaten Sumenep memiliki tempat wisata, baik yang dikelola oleh Kepala Desa lewat Bumdesa atau dikelola secara pribadi.
Pada kesempatan yang lain, reporter Surabaya pagi, menemui saudara Faisal ER dan Istrinya Fitri Nurmaiya Said, pelaku dan pengelola Wisata Duribang asal Rombiya Barat Ganding Sumenep, yang dikelolanya sendiri.
Menurutnya, Taman Duribang itu diambil dari nama Kembang Duribang, memiliki warna merah yang semangat berkobar dalam hal apapun. Katanya kepada Surabaya pagi, kemarin.
Dikatakan Faisal, membangun usaha Wisata Duribang itu berangkat dari sebuah gagasan kreatifnya sejak meniti karir di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung Jawa Barat.
"Alhamdulillah, sewaktu saya kuliah, memiliki banyak teman bergaul di panggung pementasan seni teater dan pertunjukan, sehingga saya bisa lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah lahan"
Jadi, di dalam menggarap lahan, sama dengan membikin panggung pertunjukan teater, makanya perlu telaten dan kesabaran ekstra dalam mengelolanya, apalagi membuat tempat wisata, sebab, kata dia, membangun tempat wisata itu menjadi pusat pemandangan utama dari berbagai kalangan.
"Membangun tempat wisata sama dengan membuat latar panggung dalam sebuah pertunjukan teater, jadi semua mata fokus memandang, jadi langkah awal saya menanam beberapa buah seperti, buah Mangga, Alpukat, Jambu, Jeruk, lalu setelah itu, dibiarkannya hidup tumbuh dan berbuah "
Tidak hanya itu, kata dia, membangun usaha wisata, butuh proses panjang, karena melihat faktor tanah, jadi air menjadi sangat penting bagi sebuah tempat wisata, selain dapat menyuburkan tanah pada pohon, juga memberikan kesejukan kepada pengunjung. Tegasnya
"Awalnya saya hanya mengumpulkan bibit kembang, kemudian ditanam pada saat musim penghujan, lalu dibiarkan tumbuh menjalar pada saat kemarau tiba baru dibutuhkan perawatan ekstra, seperti merawat akar dan daun"
Ia juga menceritakan, tentang bagaimana merawat bumi agar produktif dan tidak mati, jika areal lokasinya miring, ikuti arusnya dijadikan seperti tanjakan yang melingkar seperti sepotong bulan.
"Biasanya kalau lokasi pegunungan berbeda dengan areal persawahan yang produktif, jika lokasinya pegunungan lebih bernilai konsumtif yang sudah memiliki nilai jual, sementara areal persawahan itu perlu disulap dengan banyak properti"
Maka, sambungnya, Areal wisata Taman Duribang itu, masih konsep dasar yang di bangun diatas tanah yang gersang, dengan menggunakan bentangan alam yang luas, lepas dan terbuka. Jelasnya
"Taman Duribang itu menggunakan nuansa alam dengan pemandangan yang lepas, areal persawahan dan gundakan tabun terjal menambah nikmatnya suasana yang indah"
Silahkan dikunjungi rest Area wisata alam terbuka, Wisata Duribang tepatnya di Desa Rombiya Barat Kec. Ganding Kab. Sumenep, gratis tanpa uang tiket dan parkir, fasilitas keamanan bersama. Pungkasnya. AR
Editor : Moch Ilham