SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Maraknya infeksi cacing tambang pada anak sangat meresahkan dan membuat para ibu menjadi khawatir, lantaran kebiasaan anak yang terkadang suka bermain ditempat terbuka, tanah berlumpur dan kotor tanpa alas kaki yang kita tidak tau apakah berbahaya atau tidak bagi kesehatan.
Dikutip dari Alodokter, Infeksi cacing tambang adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya cacing tambang ke dalam tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan diare, sakit perut, demam, hingga BAB berdarah.
Infeksi cacing tambang terjadi saat larva cacing masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Cacing tambang juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung antara kulit dengan tanah yang terkontaminasi cacing tambang.
Kasus cacing tambang tersebut sebelumnya viral lantaran seorang anak balita tangannya mengalami kemerahan. Sang ibu mengira kemerahan itu disebabkan gigitan nyamuk, namun ternyata jika diperhatikan tanda kemerahan tersebut justru bisa berpindah dan bergerak.
Tanda kemerahan yang berbentuk memanjang itu awalnya muncul di pergelangan tangan, namun, lama kelamaan berpindah ke area telapak tangan balita itu. Sampai akhirnya diketahui bahwa anak tersebut terinfeksi larva cacing tambang dan kini hidup di bawah kulitnya.
Menurut sang ibu, putri kecilnya itu selalu merasa gatal dan berusaha menggaruk bagian lesi merah. Bahkan kondisinya juga tak kunjung membaik meski sudah berobat ke dokter.
Penyebab Anak Terinfeksi Cacing Tambang
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Vincencius William, M.S., SpA., menjelaskan, konsumsi makanan yang tidak matang dengan sempurna seperti daging atau kebiasaan anak-anak yang suka memasukkan jari atau benda ke dalam mulutnya bisa jadi salah satu penyebab infeksi cacing tambang.
“(Anak) bermain di tempat kotor, jalan di tanah tanpa alas kaki, memasukkan tangan atau mainan ke dalam mulut,” ujar dr. Vincen, dikutip Selasa (23/05/2023).
Bahaya Terinfeksi Cacing Tanah Bagi Anak
Sementara itu, dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc., SpA., menyampaikan, anak-anak yang mengalami infeksi cacing tambang menunjukkan gejala umum seperti, munculnya lesi kemerahan berbentuk seperti cacing di permukaan kulit yang disertai gatal, bengkak, dan perih. Infeksi cacing tambang sangat penting untuk diwaspadai, sebab bisa menimbulkan masalah kesehatan lain.
“Bahaya (lain) bisa muncul infeksi sekunder yang lain, misalnya dengan kuman Staphylococcus atau streptococcus,” kata dr. Denta, Selasa (23/05/2023).
Senada dengan itu, dr. Vincen juga menyebutkan bahwa cacing tambang juga bisa menginfeksi paru-paru sehingga bisa menimbulkan gejala batuk dan sesak napas pada si kecil. Anak juga berisiko mengalami malnutrisi dan anemia lho, Moms.
Meski begitu, kondisi ini sebenarnya bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi obat cacing sesuai saran dari dokter.
“Bisa sembuh sendiri dalam 6-8 minggu sesuai siklus hidup cacing tersebut. Namun dengan pemberian obat cacing hal ini akan lebih cepat,” pungkas dr. Vincen.
Oleh karenanya, sangat penting bagi orang tua untuk memastikan kebersihan tubuh si kecil setiap kali selesai beraktivitas. Sebaiknya langsung cuci tangan dan kaki anak setelah dari luar rumah dan mandi hingga bersih agar tubuh terhindar dari paparan kuman, bakteri, hingga parasit seperti cacing.
Pengobatan Infeksi Cacing Tambang
Pengobatan infeksi cacing tambang bertujuan untuk mengatasi infeksi, mencegah perburukan kondisi, dan mencegah komplikasi.
Infeksi cacing tambang dapat diatasi dengan pemberian obat pembunuh cacing (antihelmintik), seperti albendazole, pirantel pamoat, mebendazole, dan levamisole. Pada pasien yang juga mengalami anemia, dokter akan memberikan suplemen zat besi dan asam folat untuk membantu pembentukan sel darah merah.
Jika infeksi yang dialami oleh pasien tergolong parah, perawatan di rumah sakit, transfusi darah, dan operasi untuk mengangkat cacing juga mungkin dilakukan.
Pencegahan Infeksi Cacing Tambang
Infeksi cacing tambang dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menjalani pola hidup sehat. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:
- Minum air yang telah direbus hingga mendidih terlebih dahulu
- Mencuci sayuran dan buah-buahan terlebih dahulu sebelum mengolahnya
- Mengonsumsi makanan yang bersih dan matang
- Menggunakan alas kaki ketika keluar rumah
- Mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir. dsy/kmp/ald
Editor : Desy Ayu