Alim Markus Beda dengan Bos Kopi Kapal Api

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ekspresi Alim Markus, usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, terkait kasus gratifikasi mantan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, yang terus dijaga pengawal dan berupaya menghindar dari wartawan.
Ekspresi Alim Markus, usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, terkait kasus gratifikasi mantan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, yang terus dijaga pengawal dan berupaya menghindar dari wartawan.

i

Saat Diperiksa, Kasus Gratifikasi Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Gunakan Pengawal Untuk Usir Wartawan

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Utama PT Indal Alumunium Industry yang juga bos Maspion Group, Alim Markus, bikin wartawan gregetan. Selain bungkam setelah menjalani pemeriksaan sekitar tiga jam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (24/5/2023). Seorang yang diduga pengawal Alim justru menghalang-halangi wartawan yang hendak bertanya ke Alim mengenai kasus tersebut.

Pria ini mendorong-dorong jurnalis untuk membuka jalan Alim Markus. Sempat terjadi cekcok antara jurnalis dengan pengawal tersebut.

Alim Markus pun memenuhi panggilan pemeriksaan. Dia telah tiba di gedung KPK. Markus tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang motif sulur dengan warna dasar hijau muda. Namun, setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, ia tak memberikan komentar apa pun kepada awak media yang menghujaninya dengan berbagai pertanyaan.

Ali tak memerinci jumlah uang yang diterima oleh Saiful Ilah dari Soedomo dan Alim Markus. Tapi diyakini kedua saksi dapat menguak dugaan penerimaan gratifikasi ke Saiful Illah.

Pihak yang memberi gratifikasi antara lain pihak swasta termasuk ASN di lingkungan Pemkab Sidoarjo dan Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Adapun teknis pemberian gratifikasi itu dilakukan secara langsung. Saiful kerap menerima uang dan barang.

Uang yang diterima dalam bentuk dolar AS maupun mata uang asing lainnya. Sementara itu, barang yang didapatkan Saiful terdiri logam mulia seberat 15 gram, jam tangan mewah, tas, hingga telepon genggam. Besaran gratifikasi yang diterima sekitar Rp 15 miliar.

 

Saksi Dugaan Gratifikasi

Alim diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan gratifikasi mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Alim tak menjawab sejumlah pertanyaan awak media.

Sebelumnya, pada Senin (22/5), KPK juga telah memeriksa Direktur Utama PT Santos Jaya Abadi Kopi Kapal Api Soedomo Mergonoto sebagai saksi. Ia didalami penyidik perihal aliran uang yang diterima Saiful Ilah.

"Saksi [Soedomo] hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan aliran uang yang diterima tersangka SI [Saiful Ilah] dari beberapa pihak dalam bentuk mata uang asing," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. Tapi Soedomo, tak bawa pengawal.

 

Perkara Kedua Saiful Ilah

Kasus dugaan gratifikasi ini merupakan perkara kedua Saiful Ilah yang ditangani KPK.

Saiful Ilah pertama kali menjadi tersangka kasus suap terkait proyek infrastruktur pada 2020. Ada enam orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) ini.

Dalam kasus ini ada enam tersangka, yakni empat orang tersangka sebagai penerima gratifikasi yakni

Saiful Ilah sebagai Bupati Sidoarjo 2010-2015 dan 2016-2021. Kemudian ada Sunarti Setyaningsih selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo. Lalu Judi Tetrahastoto selaku pejabat pembuat komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo dan Sanadjihitu Sangadji selaku Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan.

Sementara tersangka yang pemberi gratifikasi yakni Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi, dari pihak sebagai swasta.

Pemberian suap itu diduga berkaitan dengan sejumlah proyek yang dimenangkan Ibnu Ghopur. Dari informasi di KPK, proyek-proyek itu diantaranya  Proyek Pembangunan Wisma Atlet senilai Rp 13,4 miliar, Proyek pembangunan Pasar Porong senilai Rp 17,5 miliar, Proyek Jalan Candi-Prasung senilai Rp 21,5 miliar, dan Proyek peningkatan Afv. Karang Pucang, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, senilai Rp 5,5 miliar.

KPK kemudian menetapkan Saiful Ilah sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi di Pemkab Sidoarjo. Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara suap yang menjerat Saiful Ilah sebelumnya.

KPK kembali menahan Saiful Ilah kedua kalinya pada Selasa (7/3/2023). Dia ditahan sebagai tersangka gratifikasi. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, yang anggota Komisi II DPR menyoroti dua Bupati Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing) secara…

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beberapa nama besar hadir dalam pesta pernikahan Taylor dan Travis. Mereka antara lain Selena Gomez, Gigi Hadid, Bradley Cooper,…

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membongkar upaya penyelundupan sekitar 5 kilogram sabu dan 202 butir pil ekstasi di…

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas ekstrem kini juga melanda wilayah timur laut Amerika Serikat, dengan Central Park, New York. Saat ini tercatat…

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Puncak musim kemarau di pulau Jawa diprediksi terjadi pada Agustus 2026. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia…

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas di Eropa, yang datang lebih awal pada musim panas tahun ini berlangsung sangat intens dan berkepanjangan. Ini…