Alexander Tedja, Peringkat 24 Orang Terkaya Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Harta Pendiri Kerajaan Properti Pakuwon Jati Ini Naik 3 Step Dibanding Tahun 2022 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pendiri Kerajaan Properti Pakuwon Jati, ini pada tahun 2023 hartanya mencapai US$ 1,1 miliar atau Rp 16,5 triliun. Masuk urutan ke 24 orang terkaya di Indonesia. Sedangkan, pada tahun 2022, Alexander Tedja tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia urutan ke-27 versi Forbes pada 2022. Tahun 2021 Alexander Tedja, masih di urutan ke-38 dengan total kekayaan Rp16,4 triliun.

Pundi-pundi itu berasal dari usahanya membangun Pakuwon Jati Tbk, pengelola Tunjungan Plaza, Gandaria City Mall, dan Kota Kasablanka. Padahal, semula, ia hanyalah pengusaha bioskop.

Mengutip laman resmi Pakuwon, Alexander Tedja atau akrab disapa Tedja, lahir di Medan pada 22 September 1945. Tedja memang sebaya dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pria yang kini berusia 77 tahun itu ternyata dulunya tak langsung mengawali bisnis di bidang mal dan properti.

Berdasarkan data yang dilansir dari Forbes Real Time Billionaires, Selasa (6/6/2023), Robert Budi Hartono menduduki peringkat orang paling kaya nomor satu se-Indonesia dengan kekayaan total mencapai US$ 26,7 miliar atau setara dengan Rp 397 triliun (kurs Rp 15.000). Robert Budi Hartono juga menempati urutan ke-61 sebagai orang terkaya di dunia.

Saudaranya, Michael Hartono berada di peringkat ke-2 orang terkaya di Indonesia dan peringkat ke-57 paling kaya di dunia dengan kekayaan US$ 25,6 miliar atau setara dengan Rp 384 triliun.

Low tuck Kwong yang sebelumnya berada di peringkat pertama harus turun ke peringkat ke-3 dengan nilai kekayaan sebesar US$ 21,4 miliar atau setara dengan Rp 321 triliun.

Sementara itu secara keseluruhan harta kekayaan orang terkaya di Indonesia beberapa ada yang mengalami kenaikan tapi tak sedikit ada yang mengalami penurunan.

 

Berikut Ini Daftar Orang Terkaya di Indonesia tahun 2023

1. R. Budi Hartono: US$ 26,7 miliar atau Rp 397,5 triliun

2. Michael Hartono: US$ 25,6 miliar atau Rp 384 triliun

3. Low Tuck Kwong: US$ 20,2 miliar atau Rp 303 triliun

4. Sri Prakash Lohia: US$ 7,1 miliar atau Rp 106,5 triliun

5. Prajogo Pangestu: US$ 5,3 miliar atau Rp 79,5 triliun

6. Chairul Tanjung: $ 4,6 miliar atau Rp 69 triliun

7. Tahir dan Family: $ 4,4 miliar atau Rp 66 triliun

8. Djoko Susanto: $ 4,3 miliar atau Rp 64,5 triliun

9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono: $ 3,9 miliar atau Rp Rp 58,5 triliun

10. Dewi Kam: $ 3,5 miliar atau Rp 52,5 triliun

11. Martua Sitorus: US$ 3,1 miliar atau Rp 46,5 triliun

12. Theodore Rachmat: US$ 3 miliar atau Rp 45 triliun

13. Sukanto Tanoto: US$ 2,7 miliar atau Rp 40,5 triliun

14. Hermanto Tanoko: US$ 2,2 miliar atau Rp 33 triliun

15. Otto Toto Sugiri: US$ 1,9 miliar atau Rp 28,5 triliun

16. Peter Sondakh: US$ 1,9 miliar atau Rp 28,5 triliun

17. Bambang Suatantio: US$ 1,8 miliar atau Rp 27 triliun

18. Mochtar Riady & Family: US$ 1,5 miliar atau Rp 22,5 triliun

19. Soegiarto Adikoesoemo: US$ 1,3 miliar atau Rp 19,5 triliun

20. Sjamsul Nursalim: US$ 1,3 miliar atau Rp 19,5 triliun

21. Murdaya Poo: US$ 1,3 miliar atau Rp 19,5 triliun

22. Kiki Barki: US$ 1,2 miliar atau Rp 18 triliun

23. Wijono Tanoko: US$ 1,2 miliar atau Rp 18 triliun

24. Alexander Tedja: US$ 1,1 miliar atau Rp 16,5 triliun

25. Haryanto Tjiptodihardjo: US$ 1,1 miliar atau Rp 16,5 triliun

26. Marina Budiman: US$ 1,1 miliar atau Rp 16,5 triliun.

 

Naik Tiga Peringkat

Pada tahun 2022, nama Alexander Tedja tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia urutan ke-27 versi Forbes. Total hartanya mencapai sekitar Rp 17,22 triliun. Sedangkan, pada tahun 2021, dia di urutan ke-38 dengan total kekayaan Rp16,4 triliun.

Pundi-pundi itu berasal dari usahanya membangun Pakuwon Jati. Tbk, pengelola Tunjungan Plaza, Gandaria City Mall, dan Kota Kasablanka. Bahkan, pengurus REI menjuluki Alexander Tedja sebagai Raja Properti di Indonesia.

 

Awal Bisnis, Rintis Bioskop

Pria yang kini berusia 77 tahun itu ternyata dulunya tak langsung mengawali bisnis di bidang mal dan properti. Suami Melinda Tedja ini mengawali karier bisnisnya di bidang perfilman dan perbioskopan.

Beberapa perusahaan perfilman yang pernah dirintis Tedja antara lain PT ISAE FILM pada 1972, PT Pan Asiatic Film pada 1991, dan PT Menara Mitra Cinema Corp pada 1977. Seiring berkembang bisnis, ia kemudian mulai melakukan ekspansi dengan merambah ke bisnis lain.

Baru sejak 1982, Tedja mulai memperluas bisnisnya ke bidang mal dan properti. Tedja membangun perusahaannya dengan nama PT Pakuwon Jati Tbk atau PWON.

Bisnis mal dimulainya dari membeli sebidang tanah di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Dari sana dia memulai proyek Plaza Tunjungan I yang beroperasi pada 1986.

 

Superblok Tunjungan City

Seiring berjalannya waktu, mal-mal milik Tedja menjamur. Setelah Plaza Tunjungan I, dia membuka cabang baru, yakni Tunjungan Plaza II, III, dan IV. Selain mal, Tedja juga membangun properti. Antaranya Sheraton Surabaya Hotel & Tower, Menara Mandiri, dan Kondominium Regensi.

Secara bertahap proyek Superblok Tunjungan City telah rampung. Ini adalah superblok pertama di Surabaya. Dengan konsep one stop living, memiliki hunian di superblok ternyata memiliki banyak keuntungan.

Dikutip dari Kamus Istilah Perumahan yang diterbitkan Kementerian PUPR, kawasan superblok adalah kawasan yang digunakan untuk mengintegralkan berbagai fungsi dalam kawasan tersebut.

Fungsi kawasan superblok adalah suatu kompleks yang berfungsi banyak, misalnya, sebagai hunian, pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat rekreasi, pusat pendidikan dan sebagainya.

Bila dilihat dari letaknya yang ada di dalam kota, seorang dosen tata kota menamai, superblok Tunjungan City disebut juga "kota Tunjungan City" di dalam kota Surabaya. (city within city).n dna/rmc

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…