Alami Tindak Diskriminasi, Warga Graha Famili Protes ke PT Intiland

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya – Salah satu warga perumahan Graha Famili Surabaya milik developer PT. Intiland Development, Tbk berinisial AS (39 thn) mengalami tindak diskriminasi peraturan dan aksi semena-mena oleh pihak pengelola perumahan. 

Pada hari Jumat, 09 Juni 2023 pkl 10.00 WIB rumahnya didatangi oleh sejumlah orang yang dikoordinir oleh pihak Graha Famili.

Kronologi permasalahannya dimulai saat AS pada hari Sabtu, 31 Mei 2023 meminta kepastian pihak pengelola Graha Famili untuk menindak pagar seng berkarat yang dibuat oleh tetangganya di jalur drive way perumahan. Namun yang diterima AS, selang delapan hari setelahnya justru Graha Famili mempermasalahkan dan memindah 3 (tiga) unit sampah portable (sulo) milik AS.

Langkah arogan yang ditempuh oleh pihak Graha Famili tersebut sangat disayangkan oleh AS. “Mereka (Graha Famili) membawa sejumlah orang, seakanakan menggrebek rumah saya, lalu memindah tempat sampah, itu hal terkonyol yang pernah saya alami,” terang AS. 

Adapun saat kejadian, rumah AS didatangi sejumlah orang yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, Perwakilan RT setempat dan petugas dari Graha Famili. Ditambah, pada saat itu keluarga AS sedang berada di rumah dan membuat kondisi sangat tidak nyaman saat didatangi oleh banyak orang.

Dalam kenyataannya sulo milik AS tersebut sudah diletakkan di area drive way rumahnya selama 5 (lima) tahun dan tidak pernah dipermasalahkan sedikitpun oleh pengelola perumahan.

Hal yang membuat AS semakin heran, ada beberapa rumah lain di blok tersebut meletakkan sulo serupa di jalur drive way rumahnya masingmasing, tapi tidak ada penindakan dan penertiban apapun.

“Mengapa hanya rumah saya yang ditindak hari ini? Alih-alih komplain saya terkait bangunan liar (pagar seng berkarat) ditindak-lanjuti, justru pihak Graha Famili seakan-akan unjuk kekuatan mengerahkan sejumlah orang, mendatangi rumah saya tetapi tidak melakukan hal yang sama dengan pemilik rumah lain, yang juga secara gamblang meletakkan tempat sampahnya di tempat serupa. Jelas ini semena-mena!,” tegas AS. 

“Ini diskriminasi! kami sudah bertempat tinggal di sini lebih dari 5 (lima) tahun. Awalnya kami meminta kepastian dari Graha Familii terkait pemasangan pagar seng berkarat yang dilakukan oleh tetangga sebelah rumah kami, karena selain itu tidak layak juga sepemahaman saya mendirikan bangunan semi permanen tidak diperbolehkan. Hal yang tidak disangka, mereka justru mendatangi rumah kami dengan mengerahkan banyak orang seakan-akan kami kriminal, hanya untuk memindah tempat sampah. Perilaku seperti ini yang kami sayangkan," ujar AS.

Beberapa hari sebelumnya, AS sudah beritikad baik dengan mengutus perwakilannya menemui pihak Graha Famili. Perwakilan dari AS tersebut menanyakan kejelasan aturan tata tertib yang lengkap, namun pihak Graha Famili tidak bisa memberikan. Hal ini menunjukkan bahwa kurang jelasnya aturan yang ada, membuat Graha Famili dinilai “kurang profesional” dalam tata kelola lingkungan perumahan yang konon katanya merupakan salah satu kawasan perumahan elite di Kota Surabaya. 

“Dengan kejadian seperti tadi kami merasa dirugikan secara immaterial. Kami sudah bersurat secara resmi terkait kejadian tadi kepada manajemen Intiland, kami akan tunggu respon dan itikad baik mereka (Graha Famili).” ungkap AS.

Hingga berita ini dimuat, dihubungi lewat nomor 031-7321xxx, pihak manajemen Graha Family belum bisa memberi keterangan, dan akan melakukan pengecekan. By

Tag :

Berita Terbaru

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini jagad maya dihebohkan dengan unggahan video yang menampilkan pemuda menempelkan alat vitalnya ke kitab suci…

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai langkah strategis dalam mengejar target penemuan 2.499 kasus TBC sepanjang 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo…

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sebanyak 4.403 jiwa di 21 desa yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami…

Dampak Musim Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Ngawi Naik hingga 30 Persen

Dampak Musim Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Ngawi Naik hingga 30 Persen

Senin, 12 Okt 2026 14:38 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Selama musim kemarau panjang, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah…

Dinkes Ponorogo Terapkan SKDR, Cegah Penularan Penyakit Influenza

Dinkes Ponorogo Terapkan SKDR, Cegah Penularan Penyakit Influenza

Senin, 12 Okt 2026 14:24 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti kasus penularan influenza sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang hidung, tenggorokan, dan…

Gegara Bakar Sembarangan, Lahan Tebu Seluas Satu Hektare di Jombang Hangus

Gegara Bakar Sembarangan, Lahan Tebu Seluas Satu Hektare di Jombang Hangus

Senin, 12 Okt 2026 14:12 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Diduga bermula dari pembakaran daun tebu kering kemudian menjalar dengan cepat akibat tiupan angin kencang, lahan tebus seluas…