SURABAYAPAGI.com, Magetan - Selamat ganasnya puncak kemarau, membuat sejumlah petani di wilayah Kabupaten Magetan merugi dan was-was. Pasalnya, Kemarau berdampak serius terhadap petani sayuran di wilayah setempat selama dua pekan terakhir. Bahkan, bawang prei, kubis, hingga cabai menjadi sejumlah tanaman yang terdampak.
Kekurangan air membuat tanaman banyak yang rusak hingga mati. Kondisi ini dirasakan petani di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Lahan yang biasanya hijau oleh tanaman sayuran kini dipenuhi tanaman yang mengering akibat minimnya pasokan air.
Sebagian tanaman bawang prei yang masih bertahan dicabut dan ditanam kembali di lokasi yang lebih dekat dengan sumber mata air. Upaya tersebut dilakukan petani agar tidak seluruh tanaman mengalami gagal panen. "Yang jelas lahan di lereng pegunungan ini kurang air akibat kemarau sehingga tanaman petani banyak yang mati. Harga juga turun," ujar Parto Kirun, petani lainnya.
Bahkan akibat minimnya stok air tersebut, membuat petani bahkan harus berpindah mencari lahan yang lebih dekat dengan sumber mata air untuk menyelamatkan tanaman yang masih hidup. "Ya begini kondisinya, rusak semua akibat kurang air. Yang masih bisa diselamatkan ditanam lagi di dekat air. Seperti loncang mati, cabai juga rusak," kata Kasno, petani setempat, Senin (31/08/2026).
Petani menyebut hasil panen mereka merosot lebih dari 80 persen dibandingkan kondisi normal, sehingga berdampak cukup besar pada sektor pertanian. Ironisnya, ketika produksi menurun, harga jual sejumlah sayuran di tingkat petani justru ikut anjlok.
Kondisi tersebut membuat petani menghadapi tekanan ganda. Tanaman rusak akibat kekurangan air, sementara hasil yang masih bisa dipanen juga harus dijual dengan harga lebih rendah. Sehingga, petani berharap kemarau segera berakhir sehingga pasokan air kembali tersedia.
Mereka juga berharap harga sayuran kembali stabil agar kerugian akibat gagal panen tidak semakin besar. Hal itu karena, bagi petani di lereng Gunung Lawu, hujan kini bukan sekadar penanda pergantian musim. mg-01/dsy
Editor : Redaksi