Panen Petani Sayuran di Magetan Anjlok hingga 80 Persen, Dipicu Ganasnya Kemarau

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aktivitas jual beli sayuran di pasar agro Wisata Pleasant. SP/MGT
Aktivitas jual beli sayuran di pasar agro Wisata Pleasant. SP/MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Selamat ganasnya puncak kemarau, membuat sejumlah petani di wilayah Kabupaten Magetan merugi dan was-was. Pasalnya, Kemarau berdampak serius terhadap petani sayuran di wilayah setempat selama dua pekan terakhir. Bahkan, bawang prei, kubis, hingga cabai menjadi sejumlah tanaman yang terdampak.

Kekurangan air membuat tanaman banyak yang rusak hingga mati. Kondisi ini dirasakan petani di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Lahan yang biasanya hijau oleh tanaman sayuran kini dipenuhi tanaman yang mengering akibat minimnya pasokan air.

Sebagian tanaman bawang prei yang masih bertahan dicabut dan ditanam kembali di lokasi yang lebih dekat dengan sumber mata air. Upaya tersebut dilakukan petani agar tidak seluruh tanaman mengalami gagal panen. "Yang jelas lahan di lereng pegunungan ini kurang air akibat kemarau sehingga tanaman petani banyak yang mati. Harga juga turun," ujar Parto Kirun, petani lainnya.

Bahkan akibat minimnya stok air tersebut, membuat petani bahkan harus berpindah mencari lahan yang lebih dekat dengan sumber mata air untuk menyelamatkan tanaman yang masih hidup. "Ya begini kondisinya, rusak semua akibat kurang air. Yang masih bisa diselamatkan ditanam lagi di dekat air. Seperti loncang mati, cabai juga rusak," kata Kasno, petani setempat, Senin (31/08/2026).

Petani menyebut hasil panen mereka merosot lebih dari 80 persen dibandingkan kondisi normal, sehingga berdampak cukup besar pada sektor pertanian. Ironisnya, ketika produksi menurun, harga jual sejumlah sayuran di tingkat petani justru ikut anjlok.

Kondisi tersebut membuat petani menghadapi tekanan ganda. Tanaman rusak akibat kekurangan air, sementara hasil yang masih bisa dipanen juga harus dijual dengan harga lebih rendah. Sehingga, petani berharap kemarau segera berakhir sehingga pasokan air kembali tersedia.  

Mereka juga berharap harga sayuran kembali stabil agar kerugian akibat gagal panen tidak semakin besar. Hal itu karena, bagi petani di lereng Gunung Lawu, hujan kini bukan sekadar penanda pergantian musim. mg-01/dsy

Berita Terbaru

Antisipasi Penipuan dan Janji Palsu dalam Proses Rekrutmen Penerimaan Pegawai KAI, Murni Tanpa Pungutan/Biaya

Antisipasi Penipuan dan Janji Palsu dalam Proses Rekrutmen Penerimaan Pegawai KAI, Murni Tanpa Pungutan/Biaya

Kamis, 05 Nov 2026 13:39 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan seluruh proses…

Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polres Blitar Lakukan Inspeksi Angkutan Umum

Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polres Blitar Lakukan Inspeksi Angkutan Umum

Kamis, 05 Nov 2026 13:36 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Ditlantas Polda Jatim berkolaborasi bersama Satlantas Polres Blitar dan stakeholder terkait melakukan inspeksi dan rampchek angkutan…

CSAP Catat Penjualan Rp14,3 Triliun, Bidik Pasar Renovasi Rumah di Kawasan Surabaya Timur

CSAP Catat Penjualan Rp14,3 Triliun, Bidik Pasar Renovasi Rumah di Kawasan Surabaya Timur

Kamis, 05 Nov 2026 13:25 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Potensi pasar perlengkapan dan bahan bangunan di Surabaya Timur semakin menarik perhatian pelaku ritel modern. Pertumbuhan kawasan h…

Siapkan Pembangunan Ulang Jembatan Koncer 2027, Pemkab Bondowoso Alokasikan Rp20 Miliar

Siapkan Pembangunan Ulang Jembatan Koncer 2027, Pemkab Bondowoso Alokasikan Rp20 Miliar

Kamis, 05 Nov 2026 13:15 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Melihat sejumlah kondisi bangunan yang dinilai sudah mengalami kerusakan berat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mulai…

Viral! Kemunculan Buaya 2,2 Meter saat Banjir Lahar Semeru di Lumajang

Viral! Kemunculan Buaya 2,2 Meter saat Banjir Lahar Semeru di Lumajang

Kamis, 05 Nov 2026 13:14 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Kemunculan seekor buaya saat banjir lahar Gunung Semeru kembali menggegerkan warga di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian,…

Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga di Kediri Rusak hingga Ambruk

Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga di Kediri Rusak hingga Ambruk

Kamis, 05 Nov 2026 12:44 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 12:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebanyak 86 rumah warga di Dusun Kepung Barat, Desa/Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, baru saja diterjang angin puting beliung,…