Pemkab Banyuwangi Minta Petani Kembangkan Bawang Merah Semi-Organik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat panen raya bawang merah di Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jatim. Foto: Pemkab Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat panen raya bawang merah di Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jatim. Foto: Pemkab Banyuwangi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong petani di Kabupaten setempat untuk mengembangkan budi daya bawang merah semi-organik.

Hal itu disebabkan karena budi daya bawang merah semi-organik dinilai mampu memperkuat produksi dan menghasilkan rata-rata 14,2 ton per hektare.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan bahwa salah satu kelompok tani yang mulai budi daya bawang merah semi-organik yakni Kijang Kencono di Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo (wilayah utara Banyuwangi).

"Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh petani, mulai berani menggunakan mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia. Pemkab akan mendukung apa yang dilakukan petani di sini, dan bahkan akan menjadi percontohan sentra bawang merah lainnya," kata Ipuk di Banyuwangi, Rabu (9/8/2023).

Orang nomor satu di Kabupaten Banyuwangi itu menuturkan bahwa sebanyak 40 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kijang Kencono menanam bawang merah semi organik di lahan seluas 20 hektare. Kemudian, pengembangan bawang merah dilakukan menggunakan prinsip-prinsip budi daya organik.

Pihaknya juga menyebut bahwa sebagian petani sudah mulai menggunakan pupuk organik, lahan ditutup dengan mulsa plastik dan diawali dengan pengapuran lahan yang tidak dilakukan pada budi daya secara konvensional.

"Bawang merah di desa tersebut menggunakan varietas tajuk. Dibandingkan varietas lokal, varietas ini memiliki usia tanam lebih pendek antara 65-70 hari dengan produktivitas lebih tinggi, yakni 12-14 ton per hektare," ujarnya.

Dengan pertanian semi organik ditunjang jenis varietas tersebut, sambungnya, produktivitas bawang merah Kelompok Tani Kijang Kencono rata-rata menjadi 14,2 ton per hektare. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya yang hanya sekitar 8 ton per hektare.

Selain itu, produktivitas tersebut juga lebih tinggi jika dibanding rata-rata Kabupaten Banyuwangi yang berada di angka 11,6 ton per hektare.

Maka dari itu, jika rata-rata harga pasar bawang merah Rp11.000 per kilogram, kelompok tani ini mampu menghasilkan Rp3,12 miliar.

Tak hanya di Wongsorejo, sentra bawang merah di Banyuwangi juga ada di Kecamatan Muncar, Tegaldlimo, dan Srono.

"Melihat hasil ini kami akan memperluas percontohan pertanian organik ini di sejumlah sentra bawang merah yang lain. Tentu butuh proses lama untuk benar-benar murni organik, ini adalah langkah awal untuk mengarah ke sana," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang kerap kali memicu inflasi. Maka dari itu, diharapkan dengan pengembangan bawang merah ini pasokan di Banyuwangi bisa tercukupi. 

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Jember Gunawan menyatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi dan membantu petani untuk meningkatkan produksi bawang merah di Banyuwangi.

"Kami juga siap memfasilitasi dan akan berkoordinasi dengan kantor perwakilan yang lain untuk menjalin kerja sama antar-daerah, sehingga produk surplus dari Banyuwangi bisa dipasok ke daerah lain," ujar Gunawan.

Sebagai informasi, total luas tanam bawang merah di Banyuwangi pada tahun 2022 mencapai 1.178 hektare, dengan produksi mencapai 7.538,4 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat sebesar 4.891,38 ton, surplus 2.647,02 ton. bn-01/cha

Berita Terbaru

Usung Konsep Historis, Kawasan Kuliner Bogowonto Bakal Ditata Ulang

Usung Konsep Historis, Kawasan Kuliner Bogowonto Bakal Ditata Ulang

Sabtu, 14 Mar 2026 18:52 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 18:52 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota Madiun mengkaji ulang penataan kawasan kuliner Bogowonto. Rencananya kawasan tersebut akan dikembangkan dengan kon…

Golkar Gresik Optimistis Raih 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Golkar Gresik Optimistis Raih 9 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Sabtu, 14 Mar 2026 18:38 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Gresik menargetkan peningkatan perolehan kursi di DPRD pada Pemilu 2029. Partai b…

Tingkatkan Literasi Finansial Sejak Dini, KWEBS Berbagi Santunan di Tiga Panti Asuhan Surabaya

Tingkatkan Literasi Finansial Sejak Dini, KWEBS Berbagi Santunan di Tiga Panti Asuhan Surabaya

Sabtu, 14 Mar 2026 13:48 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 13:48 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Indonesia masih perlu d…

Kunjungi KPK, Pemkab Mojokerto Matangkan Rencana Relokasi Pusat Pemerinahan ke Mojosari

Kunjungi KPK, Pemkab Mojokerto Matangkan Rencana Relokasi Pusat Pemerinahan ke Mojosari

Sabtu, 14 Mar 2026 10:41 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 10:41 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mematangkan rencana kesiapan pemindahan pusat pemerintahaanya ke wilayah Mojosari. Salah …

Dirut Petrokimia Gresik Raih Best CEO Visionary Leadership di Anugerah BUMN 2026

Dirut Petrokimia Gresik Raih Best CEO Visionary Leadership di Anugerah BUMN 2026

Jumat, 13 Mar 2026 20:39 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 20:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan m…

Latihan Rutin di Tengah Puasa, Atlet IBCA BFC MMA Kota Madiun Siapkan Diri Menuju Kejurprov dan Porprov

Latihan Rutin di Tengah Puasa, Atlet IBCA BFC MMA Kota Madiun Siapkan Diri Menuju Kejurprov dan Porprov

Jumat, 13 Mar 2026 20:36 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 20:36 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – ‎Meski menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, para atlet IBCA BFC MMA Kota Madiun tetap menjalani latihan rutin sebagai per…