Kadisnak Jatim: Harga Telur Ayam Masih Sulit Turun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Harga Telur Ayam yang kini tengah melambung naik di Jawa Timur sulit untuk bisa turun kembali. Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur (Kadisnak Jatim), Indyah Aryani menjelaskan penyebab kenaikan harga telur ayam ini disebabkan oleh faktor yang terpengaruh dari kondisi global.

Sebagaimana diketahui, harga telur ayam ras di Jawa Timur berdasarkan Siskaperbapo Pemprov Jatim saat ini rata-rata adalah Rp 29.256 per kilogram. Di sejumlah kabupaten di Jatim, harga telur ayam ras bahkan mencapai Rp 31.000 per kilogram. Yaitu di Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.

Sedangkan harga telur ayam ras terendah di Jatim ada di Kabupaten Bondowoso, dengan harga Rp 27.375 per kilogram. Sedangkan di daerah lain rata-rata ada di angka Rp 28.000 per kilogram hingga Rp 29.000 per kilogram. "Pada dasarnya jika kita melihat stok suplai telur ayam ras, Jatim sebenarnya kondisinya surplus. Saat ini kita surplus 7.835 ton. Karena suplai kita adalah 40.283 ton dan konsumsi Jatim itu 32.448 ton," kata Indy, Senin (14/8).

Dengan rata-rata harga telur ayam ras di angka atas, sejatinya dikatakan Indy harga telur ayam di kandang juga tidak terpaut jauh yaitu Rp 27.000 per kilogram. Sehingga memang kondisi produksi telur ayam yang memang tinggi. Lebih lanjut dikatakan Indy, penyebab harga telur ayam ras ini karena saat ini masih terdampak kondisi pandemi covid-19 yang lalu.

Di mana saat pandemi covid-19 banyak peternak ayam petelur yang gulung tikar. Dan saat ini masih belum pulih, sehingga suplai juga berkurang. Tidak hanya itu, kondisi tersebut juga diperparah lantaran saat ini juga ada peningkatan permintaan karena banyak hari libur dan juga banyaknya masyarakat yang mengadakan hajatan. "Dan yang paling krusial adalah harga pakannya naik. Sebagaimana kita tahu, bahwa konsentrat protein untuk pakan itu kita masih impor dari luar negeri. Salah satunya dari Rusia dan Ukraina. Dengan kondisi global saat ini, suplai konsentrat yang masuk ke Indonesia jadi berkurang dan harganya naik," tegasnya.

Untuk komponen pakan dari jagung, dikatakan Indy, pemerintah sudah memberikan subsisi dalam bentuk pengurangan harga dari Bulog. Sehingga pada dasarnya peternak tidak masalah untuk komponen jagung untuk pakan. Sedangkan untuk konsentrat, memang pemerintah belum memberikan subsidi. Sedangkan produksi konsentrat dari dalam negeri sejatinya sudah ada untuk subsitusi impor. Namun secara kuantitas belum memenuhi untuk kebutuhan dalam jumlah besar.

Dengan harga telur ayam ras dari kandang peternak di angka Rp 27.000 per kilogram, dikatakan Indy harga untuk pakannya sudah Rp 9000. Belum untuk harga tenaga kerja, listrik dan juga pekerja. "Jadi sebenarnya dengan harga peternak segitu itu cukup bagi mereka untuk balik modal saja. Untung pun sangat tipis," tegasnya.

Ketika ditanya kapan harga telur ayam ras ini akan kembali normal, dikatakan Indy bergantung pada kondisi ekonomi global. Bahkan ia menyebut sulit untuk kembali normal dalam waktu dekat. "Kemungkinan masih sulit untuk turun lagi, karena kondisinya sangat bergantung dengan kondisi ekonomi global," pungkas Indy.s-02/ana

Berita Terbaru

Festival Semarak Ramadhan Al-Banjari 2026 Rebutkan Piala Ketua DPRD Gresik, Ajang Syiar dan Penguatan UMKM

Festival Semarak Ramadhan Al-Banjari 2026 Rebutkan Piala Ketua DPRD Gresik, Ajang Syiar dan Penguatan UMKM

Kamis, 26 Feb 2026 18:16 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 18:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Semarak bulan suci Ramadhan 1447 H di Kabupaten Gresik tahun ini kembali terasa istimewa. DPRD Gresik menghadirkan Festival Semarak R…

Timer Traffic Light Hanya 10 Detik, Picu Kemacetan Parah di Perempatan Pasar Sidoharjo

Timer Traffic Light Hanya 10 Detik, Picu Kemacetan Parah di Perempatan Pasar Sidoharjo

Kamis, 26 Feb 2026 17:52 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 17:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Waktu hitung mundur (timer) lampu lalu lintas yang hanya 10 detik diduga menjadi pemicu kemacetan parah di perempatan Pasar S…

Aset Pemprov Bikin Buntu Jalan Pandugo Rungkut, Pemprov dan Komisi A Belum Bersikap

Aset Pemprov Bikin Buntu Jalan Pandugo Rungkut, Pemprov dan Komisi A Belum Bersikap

Kamis, 26 Feb 2026 17:06 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 17:06 WIB

SURABAYA, SURABAYAPAGI.COM - Bertahun-tahun aset Pemprov Jatim sepanjang 50 meter  menghalangi fasilitas umum berupa jalan raya di kawasan Pandugo - Rungkut …

Rekom DPRD Sidoarjo, PKL CFD Pedalindo Kembali ke Ponti atau Alun-Alun

Rekom DPRD Sidoarjo, PKL CFD Pedalindo Kembali ke Ponti atau Alun-Alun

Kamis, 26 Feb 2026 16:05 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 16:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Bulan Ramadhan penuh berkah hampir dirasakan oleh semua orang, dimana pekerja formal akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR),…

Ketua DPRD Jatim Bantah Ada Kunker Luar Negeri Bulan Depan

Ketua DPRD Jatim Bantah Ada Kunker Luar Negeri Bulan Depan

Kamis, 26 Feb 2026 15:54 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 15:54 WIB

SURABAYA, SURABAYAPAGI.COM - Kabar rencana kunjungan ke Luar Negeri di bulan Maret 2026 dibantah langsung Ketua DPRD Jawa Timur H Musyafak Rouf. Meskipun…

PLN dan Rumah BUMN Pacitan Gelar Bazar Kampoeng Ramadhan Libatkan UMKM Lokal

PLN dan Rumah BUMN Pacitan Gelar Bazar Kampoeng Ramadhan Libatkan UMKM Lokal

Kamis, 26 Feb 2026 15:20 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 15:20 WIB

SurabayaPagi, Pacitan – Semarakkan bulan Ramadhan 1447 Hijriah sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal, PLN dan Rumah BUMN P…