Harga Telur Ayam Turun Drastis Rp 19 Ribu per Kilogram, Para Peternak Merugi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peternak telur ayam di Kabupaten Blitar. SP/ BLT
Peternak telur ayam di Kabupaten Blitar. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Beberapa pekan terakhir ini, harga telur ayam di Blitar turun drastis hingga Rp 19.000 per kilogram. Kondisi itu pun membuat para peternak ayam petelur di Blitar menangis. Harga tersebut merupakan yang paling rendah sejak beberapa bulan terakhir.

Padahal, satu bulan sebelumnya harga telur ayam di Blitar masih cukup tinggi yakni Rp. 29.000-30.000 per kilogramnya. Pasalnya ditengah harga telur jatuh, harga jagung justru naik mencapai Rp. 6.500 per kilogramnya. 

Sejak beberapa hari terakhir pun para peternak di Kabupaten Blitar kini mengalami kerugian hingga jutaan rupiah setiap harinya.

“Harga telur kemarin 19 ribu, harga jagung sudah 6,5 ribu per kilogram,” kata Suryono peternak Kabupaten Blitar.

Hal itu terjadi karena biaya produksi ayam membengkak akibat mahalnya harga jagung yang mencapai Rp. 6.500 per kilogramnya.

Dengan harga jagung tersebut maka harga pokok penjualan atau HPP telur ayam ketemu di angka Rp. 25.000 – 26.000 per kilogramnya. Sementara disisi lain, harga telur ayam terus turun menyentuh Rp. 19.000.

“Padahal HPP Kita dengan rumus harga pakan sekarang 7,3 ribu kali 3,5 ketemu HPP 25 hingga 26 ribu per kilogram terus harga telur 19 tinggal menghitung kerugian per hari kita,” ungkapnya, Rabu (30/08/2023).

Dengan harga jual telur ayam yang rendah tersebut maka para peternak kesulitan untuk membeli pakan ayam. Bahkan dengan harga Rp. 19.000 maka para peternak belum bisa untuk membayar karyawan.

“Itu tinggal ngitung HPP kita 25-26 ribu per kilogram itu baru bisa nutup pakan dan untuk bayar karyawan,” tutupnya. blt-01/dsy

Berita Terbaru

AJI dan PFI Surabaya Desak Pembebasan Jurnalis yang Ditahan Israel

AJI dan PFI Surabaya Desak Pembebasan Jurnalis yang Ditahan Israel

Kamis, 21 Mei 2026 20:08 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 20:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Penahanan sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk empat jurnalis, oleh militer Israel memicu perhatian luas. Mereka merupakan b…

Perkuat Mobilitas, Bluebird Kembangkan Layanan Multimoda dan Tambah Armada Listrik

Perkuat Mobilitas, Bluebird Kembangkan Layanan Multimoda dan Tambah Armada Listrik

Kamis, 21 Mei 2026 20:04 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 20:04 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Perusahaan transportasi Bluebird Group terus mengembangkan layanan mobilitas di Surabaya seiring tingginya aktivitas masyarakat di k…

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat  Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Langkah besar Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam wujudkan Pesantren percontohan, dan meningkatkan kualitas pendidikan terus…

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat  untuk memanfaatkan semaksimal mungkin layanan Cek …

PT PAL Indonesia Percepat Produksi LPD, Menko AHY : Bukti Transformasi Industri Maritim

PT PAL Indonesia Percepat Produksi LPD, Menko AHY : Bukti Transformasi Industri Maritim

Kamis, 21 Mei 2026 16:12 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 16:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — PT PAL Indonesia berhasil mempercepat produksi Landing Platform Dock (LPD). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan K…

Jejak Kontroversial Jayadi: Dari Dukun Sunat, Politisi, hingga Jadi Tersangka Pencabulan Santri di Ponorogo

Jejak Kontroversial Jayadi: Dari Dukun Sunat, Politisi, hingga Jadi Tersangka Pencabulan Santri di Ponorogo

Kamis, 21 Mei 2026 15:08 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 15:08 WIB

  SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kasus dugaan kekerasan asusila yang menjerat Jayadi (55), pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur'an Raden Wijaya di …