Aturan Pembangunan Yang Ketat, LRT di Bali Dibangun di Bawah Tanah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Ervan Maksum.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Ervan Maksum.

i

SURABAYAPAGI.COM, Bali - Pembangunan LRT di Bali akan dibangun di bawah tanah sebagai alternatif pembangunan. Hal ini dilakukan mengingat aturan pembangunan di pulau ini sangat ketat.

Rencana pembangunan LRT di Bali yang akan dibangun dibawah tanah ini diungkapkan oleh Badan Perencanaan Nasional (Bappenas). Adapun Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Ervan Maksum menjelaskan banyaknya peraturan terkait pembangunan di Pulau Dewata tersebut.

"Tidak boleh ke atas. Dan kalau mau pelebaran jalan, di sana banyak Pura. Bagaimana? Harus ke bawah (underground) satu-satunya cara," ucap Ervan dilansir dari Seminar Nasional Strategi Green Financing Sektor Transportasi untuk Daya Saing Perkeretaapian Berkeadilan yang disiarkan secara daring, Rabu (20/9/2023).

Proyek ini pada tahap awal akan dibangun sepanjang 5,3 km, yang direncanakan akan menghubungkan I Gusti Ngurah Rai dengan Extended terminal dan area parkir di Kuta Central Park

Adapun biaya investasi yang dibutuhkan mencapai US$596,28 juta atau setara Rp9,17 triliun (asumsi kurs Rp15.388 per dolar AS). Ervan menyebut biaya pembangunan LRT di bawah tanah tiga kali lipat dari pembangunan normal. 

Ia menyebut pemerintah daerah harus membuat Special Purpose Vehicle (SPV) antara PT Angkasa Pura I dan BUMD sebagai implementing agency.

Pembangunan LRT juga bisa memanfaatkan pinjaman lunak kepada pemerintah daerah.

Selain itu, ia juga mengatakan rencana pemerintah untuk membuat regulasi passenger service charge (PSC) penumpang pesawat untuk pembiayaan LRT.

"Kita punya potensi besar namanya tourism, sehari datangnya 58 ribu orang, saya diskusi dengan Menhub bagaimana kalau kita aplikasikan PSC pak?" kata Ervan.

Tak hanya itu, pemerintah juga bakal menerapkan Transit Oriented Development (TOD) (sewa, parkir, dan iklan) dari bandara. Ervan sendiri berpendapat bahwa pendapatan dari PSC dan TOD itu bisa untuk pengembalian pinjaman.bli-1/Ac

Berita Terbaru

Destry Damayanti, Akui Berbeda Pandangan dengan Perry Warjiyo

Destry Damayanti, Akui Berbeda Pandangan dengan Perry Warjiyo

Kamis, 27 Agu 2026 07:40 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:40 WIB

SURABAYAPAGI.com – Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, menyatakan akan melanjutkan sejumlah peninggalan yang telah diwariskan Perry Warjiyo. H…

Pekerja PT Pos Indonesia, Ngadu ke DPR-RI Soal Gaji

Pekerja PT Pos Indonesia, Ngadu ke DPR-RI Soal Gaji

Kamis, 27 Agu 2026 07:38 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com – DPR RI menerima pengurus serikat pekerja PT Pos Indonesia, salah satunya untuk membahas kepastian gaji pada 1 September mendatang. Mereka d…

PM Malaysia Surati Prabowo, Praktik Investasi yang Rugikan Miliaran Ringgit

PM Malaysia Surati Prabowo, Praktik Investasi yang Rugikan Miliaran Ringgit

Kamis, 27 Agu 2026 07:34 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com – Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyurati Presiden Prabowo Subianto terkait investasi Felda di PT Eagle High P…

Rupiah Melemah Jelang Pidato Ketua The Fed di Simposium Jackson Hole

Rupiah Melemah Jelang Pidato Ketua The Fed di Simposium Jackson Hole

Kamis, 27 Agu 2026 07:32 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu bergerak melemah 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.725 per dolar AS d…

Pelat Nomor Cantik Bisa Kedaluwarsa

Pelat Nomor Cantik Bisa Kedaluwarsa

Kamis, 27 Agu 2026 07:30 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.com – Pemilik kendaraan bisa memilih nomor cantik untuk pelat nomor kendaraannya. Tapi perlu dicatat, pelat nomor cantik bisa kedaluwarsa sehingga …

Meski Timnas Tersingkir, Erick Tetap ke Vietnam

Meski Timnas Tersingkir, Erick Tetap ke Vietnam

Kamis, 27 Agu 2026 07:28 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Meski Timnas Indonesia telah tersingkir, Erick tetap hadir dalam rangkaian agenda final Piala AFF 2026 sebagai Ketua Umum PSSI sekaligus…