Kampanye 'Pilih Bumi, Bukan Oligarki' Greenpeace Dibubarkan Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kampanye 'Pilih Bumi, Bukan Oligarki' Greenpeace di Bundahan HI.
Kampanye 'Pilih Bumi, Bukan Oligarki' Greenpeace di Bundahan HI.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Greenpeace Indonesia melakukan kampanye dengan menggunakan gurita raksasa yang mencengkram tiga maneking dengan wajah bakal capres yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. 

Aksi ini dilakukan untuk mengajak capres dan cawapres memiliki komitmen serius dalam berpihak kepada rakyat dan melepaskan diri dari agenda oligarki. Hal ini disampaikan oleh Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia  Iqbal Damanik. Iqbal juga berpendapat bahwa rakyat sudah merasakan dampak buruk dari menguatnya ekonomi-politik oligarki di Indonesia. 

Dalam hal ini Iqbal juga mendorong para capres untuk menunjukan hal komitmen tersebut melalui visi-misi yang diserahkan ke KPU.

"Tunjukkan komitmen itu dalam dokumen visi-misi yang diserahkan ke KPU," ujar dia.

Dalam aksi itu juga, dua belas orang pegiat Greenpeace menyelam ke dalam kolam Bundaran HI seraya membawa poster-poster bertuliskan "Pilih Bumi, Bukan Oligarki", "Vote for Climatez Not Oligarchy", dan "Tercekik Polusi Udara, Tercekik Kabut Asap Karhutla".

Iqbal juga mengatakan bahwa publik atau masyarakat harus berani menggugat para capres-cawapres, calon kepala daerah, hingga partai politik untuk melepaskan diri dari cengkeraman oligarki. 

"Greenpeace meyakini kekuatan rakyat yang akan menggunakan hak politiknya di Pemilu 2024 akan mampu melemahkan kekuatan oligarki dan menyelamatkan bumi,” ungkapnya.

Aksi yang dijalankan oleh Greenpeace ini dibubarkan oleh pihak kepolisian. Pembubaran dilakukan di lokasi aksi menjelang pukul 06.30. Pihak kepolisian segera membawa para pegiat Greenpeace ke dalam mobil polisi. Juru Kampanye Media Greenpeace Rahma Sofiana, mengatakan polisi membawa mereka ke Polsek Menteng. 

"Menteng," ujar, Jumat (6/10/2023).

Ketika Tempo mendatangi Polsek Menteng, salah satu polisi yang enggan menyebutkan namanya mengatakan pihaknya membubarkan aksi itu karena tidak memiliki izin. 

"Itu enggak ada izinnya," ujar dia.

Dilansir melalui keterangan resmi Greenpeace, mengatakan bahwa Pemilu kerap kali menjadi momentum bagi oligarki untuk melanggengkan pengaruh dan kekuasaan mereka. "Mereka ‘berinvestasi’ dengan membiayai para kandidat, bahkan dengan ikut maju di pemilu," tulis Greenpeace.

Kepentingan oligarki, tulis Greenpeace, dapat dilihat dari pengesahan serangkaian regulasi bermasalah, seperti revisi Undang-Undang KPK, UU Minerba, UU Mahkamah Konstitusi, dan UU Cipta Kerja. 

"Begitu juga kebijakan bermasalah lain yang diduga menguntungkan pengusaha" ujar Greenpeace.

Kebijakan-kebijakan itu, lanjut Greenpeace, antara lain dibukanya keran izin ekspor pasir laut, masuknya batu bara dan sawit dalam taksonomi hijau, hingga yang berkedok proyek strategis nasional seperti pembangunan lumbung pangan atau food estate, wisata premium Pulau Komodo, dan Rempang Eco-City. ac

Berita Terbaru

Di Tengah Viralnya Antrean BBM, Pemkab Jember Kaji Kemungkinan Pembelajaran Daring

Di Tengah Viralnya Antrean BBM, Pemkab Jember Kaji Kemungkinan Pembelajaran Daring

Minggu, 18 Okt 2026 14:01 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 14:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Di tengah kondisi antrean BBM di sejumlah SPBU yang kini viral, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember masih mengkaji kemungkinan…

Pemkab Magetan Gelar Turnamen Catur Abhipraya 2026, Siap Cetak Atlet Berprestasi

Pemkab Magetan Gelar Turnamen Catur Abhipraya 2026, Siap Cetak Atlet Berprestasi

Minggu, 18 Okt 2026 13:55 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 13:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menggelar bhipraya Open Chess…

Heboh! Monyet Besar Bebas Berkeliaran di Pemukiman Jalan Cimanuk Kota Malang

Heboh! Monyet Besar Bebas Berkeliaran di Pemukiman Jalan Cimanuk Kota Malang

Minggu, 18 Okt 2026 13:36 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Warga di kawasan Jalan Cimanuk, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dibuat geger usai adanya kemunculans seekor…

Pemkab Lumajang Usulkan Normalisasi Kali Asem, Kurangi Risiko Lahar Semeru

Pemkab Lumajang Usulkan Normalisasi Kali Asem, Kurangi Risiko Lahar Semeru

Minggu, 18 Okt 2026 13:25 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai bagian dari upaya penanganan aliran sungai dan pengurangan risiko bencana di Kabupaten Lumajang yang memiliki potensi…

Ancaman Kasus DBD di Tengah Musim Kemarau, Dua Warga di Tulungagung Meninggal Dunia

Ancaman Kasus DBD di Tengah Musim Kemarau, Dua Warga di Tulungagung Meninggal Dunia

Minggu, 18 Okt 2026 13:23 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 13:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Di tengah musim kemarau ini, terdapat sejumlah kasus meninggal dunia akibat DBD karena telat mendapat layanan kesehatan, salah…

Fenomena Antrean Panjang di SPBU, Pemkab Lumajang Pastikan Distribusi BBM Lancar

Fenomena Antrean Panjang di SPBU, Pemkab Lumajang Pastikan Distribusi BBM Lancar

Minggu, 18 Okt 2026 12:21 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 12:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Meskipun marak fenomena antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bahkan juga di Kabupaten Lumajang,…