Singkap Temuan Arkeologis, Situs Watu Kucur Jombang Kembali Diekskavasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proses ekskavasi situs Watu Kucur di Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung. SP/ Sarep
Proses ekskavasi situs Watu Kucur di Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung. SP/ Sarep

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Untuk menyingkap temuan arkeologis yang masih terpendam, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang bersama Balai Pelestarian Budaya Wilayah XI Jatim kembali melakukan ekskavasi situs Watu Kucur di Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung.  Ekskavasi situs Watu Kucur itu berlangsung mulai 11-20 Oktober 2023 mendatang. 

Sebelumnya, situs yang diduga peninggalan pramajapahit tersebut, pernah diekskavasi pada Oktober 2021 lalu. Karena, dinilai masih banyak potensi yang belum terungkap, akhirnya Dinas P dan K bersama BPK Jatim sepakat melanjutkan ekskavasi tahap kedua. 

Arkeolog BPK Jatim wilayah XI, Nurmala mengatakan ekskavasi tahap kedua kali ini pihaknya ingin menampakkan data arkeologis yang masih terpendam di dalam dan di sekitar area struktur utama. 

"Selain menyingkap temuan arkeologis, kami juga ingin menata area situs untuk kepentingan edukasi," tandasnya, Senin (16/10/2023).

Sampai dengan kemarin, ia mengatakan telah menemukan beberapa benda arkeologis. Diantaranya,  berupa struktur bata berjumlah dua lapis yang berada di sisi barat dengan dimensi panjang 150 cm. 

”Selain itu, juga ditemukan struktur dua lapis dengan kondisi rusak akibat kondisi tanah telah teraduk dan adanya akar pohon yg tumbuh di sela-sela struktur," kata Nurmala. 

Ia mengatakan, ekskavasi kali ini akan dilakukan penggalian sekitar 10 x 10 meter persegi dari sisi barat struktur utama. Kemudian dilanjutkan, juga sisi utara dengan ukuran yang sama.

"Diharapkan dengan perluasan penggalian situs Watukucur di sebelah timur ada potensi temuan arkeologis pada ekskavasi tahap kedua,’’ pungkasnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Senen mengatakan, anggaran ekskavasi situs Watu Kucur dialokasikan dari P-APBD 2023. 

”Ya, karena situs tersebut menjadi salah satu prioritas kita tahun ini,’’ ujar dia. 

Dalam ekskavasi ini, pihaknya ingin menggali potensi arkeologis yang tersimpan dalam situs. Sarep

Berita Terbaru

Anggota DPR Novita Hardini Desak Penyelenggara Event Nasional Libatkan UMKM Desa

Anggota DPR Novita Hardini Desak Penyelenggara Event Nasional Libatkan UMKM Desa

Minggu, 10 Mei 2026 17:55 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 17:55 WIB

SURABAYAPAGI, Ponorogo– Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong perubahan mendasar dalam paradigma penyelenggaraan acara (event) nasional di I…

Rapat Perdana DPC PAMDI Sidoarjo Rumuskan Pelaksanaan Konsilidasi Internal

Rapat Perdana DPC PAMDI Sidoarjo Rumuskan Pelaksanaan Konsilidasi Internal

Minggu, 10 Mei 2026 16:58 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 16:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Organisasi DPC Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Sidoarjo 2026 – 2031 menggelar rapat perdana usai terbentuk k…

Wabub Mimik Idayana Apresiasi Tim Kreasi Formasi Berbaris SMPN 1 Sedati

Wabub Mimik Idayana Apresiasi Tim Kreasi Formasi Berbaris SMPN 1 Sedati

Minggu, 10 Mei 2026 15:34 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Turut serta meramaikan CFD (Car Free Day) Kabupaten Sidoarjo, SMP Negeri 1 Sedati dengan peserta didiknya yang tergabung dalam…

Daya Jual di Pasaran Tinggi, Peternak di Ponorogo Kembangkan Budidaya Ayam Sengkuni

Daya Jual di Pasaran Tinggi, Peternak di Ponorogo Kembangkan Budidaya Ayam Sengkuni

Minggu, 10 Mei 2026 14:58 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat potensi budidaya ayam hasil persilangan yang dikenal dengan sebutan ayam Sengkuni yang banyak diminati karena…

Dana Pusat Belum Cair, Operasional 24 SPPG di Surabaya Terpaksa Berhenti Sementara

Dana Pusat Belum Cair, Operasional 24 SPPG di Surabaya Terpaksa Berhenti Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 14:26 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 14:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keterlambatan pencairan dana dari pemerintah pusat, kini sejumlah operasional satuan pelayanan pemenuhan gizi…

Diserang Hama Tikus, Petani di Lumajang Meringis: Jagung - Cabai Rusak Terancam Gagal Panen

Diserang Hama Tikus, Petani di Lumajang Meringis: Jagung - Cabai Rusak Terancam Gagal Panen

Minggu, 10 Mei 2026 14:15 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Serangan hama tikus di kawasan Lumajang, Jawa Timur mengakibatkan sejumlah petani meringis. Pasalnya, imbas hama tikus tersebut,…