Editor : Mariana Setiawati
Gubernur Khofifah: Jatim Lumbung Pangan Nasional
i
SURABAYAPAGI, Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengaku bahwa saat ini Jawa Timur (Jatim) menjadi tulang punggung lumbung pangan secara nasional.
Berdasarkan data, selama tahun 2020 - 2022 Jatim masuk sebagai provinsi dengan produksi padi nomor 1 Nasional yaitu sebesar 9,526 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Bahkan tahun 2022 ketersediaan beras di Jatim juga surplus sebesar 2.410.862 ton.
"Angka sementara produksi padi di tahun 2023 sebesar 9,591 juta ton GKG atau setara beras sebesar 5,538
juta ton. Angka produksi ini lebih tinggi 64,9 ribu ton GKG dibandingkan angka tetap produksi tahun 2022 yang sebesar 9,526 juta ton GKG," ungkap Khofifah, yang diterima Surabaya Pagi, Rabu, (15/11/2023).
Selain itu, predikat Jatim sebagai lumbung pangan nasional juga terlihat dari kontribusi nomor 1 untuk komoditas jagung, cabe rawit, bawang merah, mangga, pisang dan mawar.
Hal serupa juga terjadi untuk komoditas pangan lain yang meliputi sapi potong, sapi perah, ayam petelur, daging, telur, susu, gula kristal tebu, tembakau dan garam yang juga merupakan nomor 1 Nasional.
Jawa Timur juga merupakan eksportir tertinggi Nasional untuk komoditas perikanan meliputi tuna, cakalang, tongkol dan udang.
"Ketahanan Pangan Jawa Timur saat ini dalam posisi sangat baik, bahkan mampu menjadi tulang punggung nasional. Ketersediaan beras kita tidak hanya surplus tapi juga mampu memenuhi kebutuhan di 18 provinsi lain. Kita hanya defisit pada kedelai dan bawang putih," ujar gubernur perempuan pertama di Jatim itu.
"Jadi mari kita bersama-sama mempertahankan Jawa Timur sebagai Lumbung Pangan Nasional," imbuhnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kedaulatan pangan yang berbasiskan pada potensi sumber pangan lokal.
"Mari kita kembangkan potensi sumber pangan lokal. Kita kembangkan lagi potensi wilayah dengan keberagaman pangan sumber karbohidrat pangan lokal yang keseluruhannya dapat mewujudkan kedaulatan pangan," ajak Khofifah.
Menurutnya, Jatim kaya akan sumber pangan lokal yang kaya akan karbohidrat seperti umbi-umbian, sukun, porang, sorghum dan lainnya yang memiliki nilai gizinya setara beras.
Tentu dalam pengembangan potensi sumber pangan lokal ini, dibutuhkan inovasi, kreatifitas dan kolaborasi. Salah satu contoh inovasi dan kreatifitasnya adalah dengan melakukan Pengembangan Pertanian Berbasis Keluarga Berkelanjutan.
Modelnya pun terbilang sederhana, yakni dengan perluas Pekarangan Pangan Lestari (Peka Pari) melalui pengembangan pemanfaatan pekarangan.
Pertanian Berbasis Keluarga dapat menjadi faktor penting dalam upaya peningkatkan ketersediaan pangan tingkat rumah tangga dan sekaligus sebagai penyedia pangan yang beragam, bergizi, seimbang, aman dan terjangkau bagi masyarakat.Ain
Tag :
Lumbung Pangan Nasional