Insiden Memalukan, Anak TK Dilecehkan Temannya di Pekanbaru, Korban Trauma: Mudah Marah dan Tantrum

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi Korban kekerasan seksual pada anak dibawah umur. SP/ PKBR
Ilustrasi Korban kekerasan seksual pada anak dibawah umur. SP/ PKBR

i

SURABAYAPAGI.com, Pekanbaru - Peristiwa memilukan kembali terjadi pada anak-anak. Kali ini seorang anak yang tengah duduk dibangku TK (5) berjenis kelamin laki-laki di Kota Pekanbaru mengalami korban tindak kekerasan seksual (pelecehan) oleh temannya sendiri saat di sekolah.

Kronologi kekerasan seksual tersebut diceritakan oleh ayah korban berinisial D, dimana insiden memilukan tersebut sudah terjadi sejak bulan lalu. Sebenarnya, D sudah melaporkan kejadian ke pihak sekolah, tapi D merasa pihak sekolah mengabaikan kasus tersebut, bahkan menurutnya terkesan melindungi pelaku.

“Baik pihak sekolah maupun dari keluarga pelaku tidak ada itikad baik menyelesaikan,” katanya, Rabu (17/01/2024).

Melihat itu, Istri dari D sempat mengamuk di sekolah karena merasa tidak puas dengan penanganan kasus tersebut. Bahkan, D dan istri juga mengaku mendapat tekanan dan ancaman dari pihak sekolah. 

Akhirnya, D dan istri mengadu ke Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Pekanbaru. Tetapi, lagi-lagi ia merasa proses mediasi yang dilakukan tidak membuahkan hasil yang memuaskan.

Kemudian ia bersama istri membuat laporan terkait perkara itu ke Polsek Tampan. D mengatakan, setelah kejadian tidak mengenakkan itu, terdapat perubahan pada perilaku anaknya.

“Anak jadi mudah marah dan tantrum,” sebutnya.

Menindaklanjuti laporan kedua orang tua korban, Kompol Bery Juana Putra  Kasatreskrim Polresta Pekanbaru mengatakan bahwa saat ini pihaknya mengambil alih kasus tersebut, dan kini masih proses penyelidikan.

“Masih penyelidikan. Sebab ini melibatkan anak di bawah 12 tahun. Tentu kita menerapkan sesuai sistem peradilan anak,” terangnya.

Sebagai informasi, pihak kepolisian pun kini sudah melakukan pemeriksaan saksi terhadap orangtua korban. Selanjutnya, pihaknya akan memanggil pihak sekolah yang berada di wilayah Panam untuk diperiksa pada Kamis (18/01/2024) mendatang. pkbr-01/dsy

Berita Terbaru

Trotoar RSUD Caruban Semrawut, Akses Pejalan Kaki dan Pasien Terganggu

Trotoar RSUD Caruban Semrawut, Akses Pejalan Kaki dan Pasien Terganggu

Rabu, 04 Feb 2026 14:50 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun — Ruang publik di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kabupaten Madiun, berubah semrawut. Trotoar yang semestinya menjadi h…

Musda X FSP KEP SPSI Jatim Dorong Hubungan Industrial Adaptif dan Berkeadilan

Musda X FSP KEP SPSI Jatim Dorong Hubungan Industrial Adaptif dan Berkeadilan

Rabu, 04 Feb 2026 14:44 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan SPSI (FSP KEP SPSI) Jawa Timur menekankan pentingnya hubungan industrial yang …

Kota Mojokerto Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Kota Mojokerto Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Rabu, 04 Feb 2026 14:43 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:43 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Kota Mojokerto terpilih sebagai salah satu daerah pilot project Digitalisasi Bantuan Sosial. Secara nasional, terdapat 41 daerah…

Susur Sungai Ngotok Hadir di TBM, Tambah Destinasi Wisata Baru di Kota Mojokerto

Susur Sungai Ngotok Hadir di TBM, Tambah Destinasi Wisata Baru di Kota Mojokerto

Rabu, 04 Feb 2026 14:42 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kota Mojokerto kembali menghadirkan destinasi wisata baru melalui wisata susur Sungai Ngotok di kawasan Taman Bahari Mojopahit…

iSTTS Bekali Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Etika AI Lewat Bootcamp Intensif

iSTTS Bekali Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Etika AI Lewat Bootcamp Intensif

Rabu, 04 Feb 2026 13:42 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 13:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (Institut STTS) memfasilitasi puluhan jurnalis dari Surabaya dan Sidoarjo dalam Bootcamp…

Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

Rabu, 04 Feb 2026 12:04 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 12:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pada awal 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengidentifikasi kasus…