RI Jadi Pusat Nikel Global, Australia Siap-siap Tawarkan Kerja Sama ESG

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bentuk nikel dalam bentuk produksi. SP/ JKT
Bentuk nikel dalam bentuk produksi. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Negara Republik Indonesia (RI) yang dikenal sebagai pusat nikel global setelah investasi miliaran dolar di pabrik-pabrik yang efisien yang diuntungkan oleh tenaga kerja yang murah, listrik yang murah, dan bahan mentah yang mudah didapat, membuat Australia membuka potensi kerjasama terkait ESG.

Hal itu diketahui melalui, Asisten Menteri Perdagangan dan Manufaktur Australia, Tim Ayres kembali menegaskan adanya potensi kerjasama dengan Indonesia untuk membangun kemampuan seputar standar-standar Environmental, Social, and Governance (ESG) di tengah maraknya industri nikel Tanah Air. 

Negaranya sangat tertarik untuk mendorong standar lingkungan dan tata kelola hilirisasi mineral dengan Indonesia. Adapun, kerjasama ESG menjadi persyaratan Australia bagi produsen nikel di negaranya untuk memudahkan memasuki pasar di seluruh dunia.  

“[ESG] akan menjadi fitur yang sangat kuat bagi masa depan pasar nikel, dan Australia terlibat di tingkat bilateral untuk mendukung pekerjaan itu” terangnya di kediaman Duta Besar Australia di Jakarta, Minggu (28/01/2024).

Hal ini yang membuat pemerintah Indonesia berkepentingan untuk meningkatkan standar ESG untuk meningkatkan nilai. Standar ini juga diminta oleh pasar di seluruh dunia. Pasalnya, ESG mengedepankan konsep kegiatan pembangunan, investasi, atau bisnis yang berkelanjutan dengan tiga faktor yaitu yaitu environmental (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola). 

“Hal itulah yang akan diminta oleh pelanggan di seluruh dunia dalam hal ekspor, dan apakah kita benar-benar ingin menambah nilai ekonomi tambahan. Hal ini berarti siap dan mampu memenuhi persyaratan keberlanjutan,” terang Ayres, Minggu (28/01/2024).

Mengutip US Geological Survey (USGS), Mineral Commodity Summaries, Januari 2023, bahwa terdapat 5 Negara dengan Produksi Nikel Terbesar pada 2022, diantaranya Indonesia (1.600.000 produksi nikel), Filipina (330.000 produksi nikel), Rusia (220.000 produksi nikel), Kaledonia Baru (190.000 produksi nikel) dan Australia 160.000 (produksi nikel).

Membanjirnya pasokan baru dari Indonesia dalam dua tahun terakhir juga telah melampaui permintaan dikala pasar logam berada di bawah tekanan akibat perekonomian global yang lesu. Pertumbuhan permintaan yang lebih lemah dari sektor kendaraan listrik juga menjadi hambatan. jk-04/dsy

Berita Terbaru

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Siswa Siswi SMPN 1 Jabon Kabupaten Sidoarjo kelas 9 berangkat ke Yogjakarta untuk mengikuti kegiatan ODL (Outdoor Learning) pada…

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…