Ketua Umum Macita Jawa Timur, Berikan Dukungan untuk Madura Provinsi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Moh. Hasan, SH, MH, ketua umum Masyarakat Cinta Tanah Air (Macita) bersama Dr. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti saat gelar acara Dialog kebangsaan di Pamekasan. SP/Ainur Rahman
Moh. Hasan, SH, MH, ketua umum Masyarakat Cinta Tanah Air (Macita) bersama Dr. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti saat gelar acara Dialog kebangsaan di Pamekasan. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Ketua umum Masyarakat cinta tanah air (Macita) Prov. Jawa Timur, Moh. Hasan SH, MH, saat ini tengah getol menyuarakan Madura Provinsi, keinginan itu didasari dari pernyataan para tokoh sebelumnya yang juga ingin menjadikan Madura provinsi dan terpisah dari Jawa Timur. 

Menurut Hasan, seorang pengacara yang bergerak di bidang perlindungan hukum di Surabaya ini, memberikan dukungan moral bagi para masyarakat Madura untuk mendukung terciptanya gagasan para tokoh madura sebelumnya yang juga getol menyuarakan provinsi madura bersatu. Katanya kepada media ini.

"Saya ingin madura itu sejahtera' baik dari sektor usahanya yang mayoritas petani, pekebun dan pedagang, menikmati alam produksi di bumi yang terbentang luas dengan kekayaan laut"

Kata Hasan, ke empat kabupaten madura saat ini secara perekonomian masyarakatnya sudah terbilang mandiri, hanya saja, mereka memiliki keterbatasan lahan produksi untuk mengolahnya, sehingga kekayaan masyarakat madura hanya dinikmati oleh orang luar madura yang memiliki SDM yang kuat. Tuding Hasan.

"Orang Madura itu harus sadar, kalau saat ini sedang dijajah di buminya sendiri, coba lihat kekayaan Migas di Kab. Sumenep yang menikmati itu bukan orang madura melainkan investor dari luar madura"

Ironis sekali, kata dia, saatnya, masyarakat Madura bangkit dari keterpurukan dan melakukan resolusi manifesto untuk sebuah gerakan menuju 2024 bangkit dan bersatu. Tegasnya

Ia juga menjelaskan, gagasan inovatif mendirikan gerakan masyarakat cinta tanah air sebagai wadah pengembangan wirausaha muda di Madura, selain itu juga, pemuda dapat bersatu untuk memperjuangkan madura bangkit. Ungkapnya

"Jadi, komunitas Macita didirikan sebagai wadah bagi para pemuda dan tokoh masyarakat yang memiliki keinginan untuk maju, dan menciptakan kemandirian desa"

selain itu, kata dia, pemuda dan tokoh masyarakat sebagai pelopor pembangunan  yang memiliki kemitraan dengan pemerintahan desa dan pemerintahan di tingkat Kabupaten, 

Jadi sambungnya, banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemuda dan tokoh Masyarakat dalam melakukan perubahan untuk memajukan desanya. Jelasnya

Hasan mencontohkan adanya jaringan sosial melalui Whatsapp, Facebook, Twitter dan Instagram dengan menggunakan media sosial semua aspirasi dapat terserap dan tersampaikan kepada publik.

Melalui serapan aspirasi untuk mewujudkan Madura provinsi, ikhtiar Hasan, sudah melakukan langkah-langkah inovatif dengan lembaga Indonesia Lanyalla Center (ILC) sebagai ketua Dewan Perwakilan Daerah Jawa Timur, Dr. Ir. La Nyalla Mahmud Mattaliti untuk indonesia.

"Saya bersama tim Macita dan ILC sudah menyatukan visi misi untuk madura bersatu dalam mewujudkan Provinsi Madura, bahkan mandat itu sebagai resolusi manifesto 2024 -2029 untuk keberlangsungan dan karir beliau dalam menyuarakan aspirasi masyarakat bawah untuk Indonesia"

Itulah sebabnya, kata Hasan, memiliki kader yang mempunyai potensi besar untuk membangun masyarakat sejahtera dan desa mandiri secara perekonomian perlu didukung dan layak untuk diapresiasi. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

SurabayaPagi, Gresik – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan b…

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Upaya pemerintah dalam memberantas praktik judi online (judol) terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kalangan…

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kebakaran hutan melanda kawasan perhutani di Petak 62 RPH Ngangsiran, BKPH Sampung, KPH Madiun, yang masuk dalam wilayah Kecamatan…

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Ponorogo menunjukkan progres positif. Berdasarkan data Aplikasi FASIH Pendataan SE…

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

‎ ‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – BEM Nusantara Jawa Timur mengirim karangan bunga ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (21/7/2026), sebagai aksi simb…

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan  ‎

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan ‎

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang gugatan perdata sengketa pengelolaan lahan parkir yang melibatkan PT Jatim Parkir Center (JPC) kembali bergulir di Pen…