LSI: 66% Pimilih Jokowi Tahun 2019, Bermigrasi ke Pasangan Prabowo

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 25 Feb 2024 21:28 WIB

LSI: 66% Pimilih Jokowi Tahun 2019, Bermigrasi ke Pasangan Prabowo

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemilih Jokowi-Maruf di 2019 lalu yang bermigrasi ke pasangan Prabowo Subianto mencapai 66%. "Ini termasuk pemilih Jokowi-Ma'ruf yang non PDIP memilih 02," kata kata Direktur LSI Djayadi Hanan di akun YouTube LSI, Minggu (25/2/2024).

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis mayoritas pemilih Jokowi dan Ma'ruf bermigrasi ke pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Kesimpulan Paslon 01 dan 03: Sumber Masalahnya, Gibran dan Cawe-cawenya Jokowi

Target populasi survei ini adalah WNI yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD), artinya teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Dengan teknik RDD, sampel sebanyak 1.211 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening. Margin of error survei ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.

 

Baca Juga: 4 Menteri Jokowi akan Dikonfirmasi MK Jumat

Penurunan Dukungan Kepada Ganjar

Pemilih Jokowi sekaligus juga pemilih PDIP itu terus mengalami penurunan dan rupanya yang mengalami kenaikan akibat adanya penurunan dukungan kepada Ganjar dari basis pemilih Jokowi yang PDIP itu adalah pasangan Prabowo Subianto," tambah Direktur LSI Djayadi Hanan.

Baca Juga: Soal Gibran Bisa Cawapres Bukan Prof Yusril, Diperdebatkan di MK

Djayadi mengatakan Ganjar Pranowo dan Mahfud Md tak mampu mempertahankan basis suara PDIP. Mayoritas dari mereka beralih ke Prabowo dan Gibran.

"Jadi salah satu penjelas mengapa pasangan Ganjar Pranowo atau pasangan 03 tidak mampu memenangkan pertarungan atau suaranya seperti itu antara lain karena mereka tidak mampu mempertahankan loyalitas pemilih PDIP untuk memilih pasangan yang diajukan oleh PDIP," ujar Djayadi. n jk/erc/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU