Nusakambangan Bakal Disulap

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Bukan Lagi Rutan Mengerikan Tempat Narapidana Berisiko Tinggi Kasus Terorisme dan Bandar Narkoba

 

SURABAYAPAGI.COM, Cilacap - Pemerintahan Prabowo-Gibran, akan membuat langkah besar kelola Nusakambangan. Kedepannya, pulau di Kabupaten Cilacap ini bukan sekadar pulau yang terisi 12 Lapas dan rutan, tetapi akan bertransformasi sebagai salah satu kekuatan penyokong program ketahanan pangan nasional sejalan visi Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto berencana mentransformasi Nusakambangan, yang selama ini dikenal tempat penghukuman yang mengerikan, jadi percontohan pusat latihan terpadu sektor pertanian, peternakan, perikanan. Nusakambangan, lanjut Agus, juga rencananya dijadikan percontohan balai latihan kerja konveksi maupun pemanfaatan faba (limbah PLTU) untuk pembuatan bahan bangunan.

Agus menuturkan pelatihan ini diperuntukkan bagi warga binaan. Dia menjelaskan telah berupaya menggandeng sejumlah perusahaan BUMN untuk memberdayakan warga binaan.

"Kami telah menggandeng berbagai pihak, termasuk PT PLN dan BRI, untuk mewujudkan visi besar ini," kata Menteri Agus saat meninjau langsung kondisi Nusakambangan bersama para pihak yang terlibat pelaksanaan proyek kolaborasi, Rabu malam (5/2/2025).

Di pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, saat ini terdapat tiga lokasi lapas bagi narapidana risiko tinggi, yaitu Lapas Batu, Lapas Pasir Putih, dan Lapas Karang Anyar.

Adadua buah lembaga pemasyarakatan (lapas) dengan pengamanan maksimum.

Dua lapas tersebut dihuni para narapidana berisiko tinggi, yakni narapidana kasus terorisme dan bandar narkoba.

 

Dilatih Agar Miliki Bekal

Warga binaan di Nusakambangan, akan dilibatkan dalam pelatihan. Mereka yang masa tahanannya akan berakhir. Tujuan pelatihan ini agar warga binaan memiliki bekal keahlian setelah keluar dari Nusakambangan, sehingga tak lagi melakukan kejahatan, bahkan justru membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kementerian Imipas sendiri telah mengaktifkan lahan seluas 115 hektare untuk kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Lahan seluas 72 hektare dibagi untuk sektor pertanian dan perkebunan ditargetkan menjadi lumbung padi dan jagung.

Kemudian 32 hektare lahan di tepi pantai belakang Lapas Pasir Putih akan dikembangkan sebagai tambak udang, termasuk budidaya udang vaname dan berbagai jenis ikan. Sisa lahan dimanfaatkan untuk sektor peternakan ayam petelur, ayam kampung, bebek, kambing, dan sapi.

"Kami ingin mewujudkan konsep sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Di satu sisi, kami membina warga binaan dengan pelatihan dan pemberdayaan. Di sisi lain, kami turut berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto," jelas Menteri Agus.

 

Pembangunan Pabrik Pupuk

Proyek ini juga mencakup pembangunan pabrik pupuk serta balai latihan kerja (BLK) bagi warga binaan. PLN dan BRI ikut serta dalam pengembangan infrastruktur untuk mendukung proyek ini.

Menteri Agus bersama para stakeholders, dalam rangkaian kerja ini, juga menebar benih ikan dan peletakan batu pertama pembangunan BLK. Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dan Sekretaris PT PLN Alois Wisnuhardana menandatangani kerja sama pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Nusakambangan. Berbagai perusahaan seperti PT Agro, PT 69, dan PT Wilmar Padi Indonesia turut serta mewujudkan Nusakambangan sebagai pusat pelatihan.

Jika proyek telah berjalan dan hasilnya produktif, para warga binaan akan menerima bagi hasil dari penjualan hasil pertanian, perikanan, peternakan dan bahan baku bangunan yang mereka kerjakan. Menteri Agus menuturkan tujuannya agar warga binaan memiliki tabungan sebagai bekal usaha ketika kembali di tengah masyarakat. n jk, erc, rmc

Berita Terbaru

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya  -  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar Rapat Konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) bersama Ketua, S…

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Surabaya, SURABAYAPAGI.COM – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar retreat sebagai ruang jeda bagi para kader untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat a…

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Angka pernikahan dini di Jawa Timur masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian A…

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Pakar dan Praktisi hukum Sarankan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Dibidik TPPU, Bukan hanya Suap dan Gratfikasi   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK …

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Usai Kirim Surat Minta Maaf dan Siap Pimpin Munas     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Sempat ditangguhkan, kini jabatan Ketua Umum PBNU, yang dipegang Gus Yahya …

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Hingga Satu Tahun, tak Pernah Lakukan Pemberdayaan Perempuan     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rapat Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Pemberdayaan P…