Misteri Ledakan 3 Kali di Blitar, Bukan dari Warung yang Terbakar di Serut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampakan Warung di Bendungan Serut Blitar yang terbakar. SP/ BLT
Penampakan Warung di Bendungan Serut Blitar yang terbakar. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Ledakan misterius yang terdengar keras membuat heboh warga di Kabupaten Blitar pada Senin (18/03/2024) kemarin. Ledakan keras ini juga terdengar di sejumlah kecamatan mulai dari Doko, Selopuro, Sutojayan, Kesamben hingga Blitar Kota.

Suara ledakan ini terdengar sebanyak 3 kali, namun ada pula warga yang mendengar 2 kali. Bahkan, suara ledakan yang terdengar keras tersebut sampai mengejutkan warga yang sedang beristirahat usai shalat Tarawih.

Melihat fenomena itu, banyak masyarakat Kabupaten Blitar yang ramai berspekulasi kejadian misterius hingga gempar di media sosial. Sedangkan, para netizen pun juga ikut bertanya-tanya serta menduga ledakan itu berasal dari petasan seperti yang terjadi di Sadeng, Ponggok Kabupaten Blitar lalu.

“Info suara ledakan keras sebanyak 3 kali apa ya ?,” tulis Zevanya Natalia, dikutip Selasa (19/03/2024).

“Mugi-mugi mboten wonten kasus Sadeng ke 2,” kata Kongo Ella Camar.

Diketahui, radius suara ledakan ini terbilang cukup luas. Pasalnya suara ledakan tidak hanya terdengar di satu kecamatan saja, bahkan hingga ke luar daerah Kabupaten Blitar.

Kuat dugaan ledakan keras yang terdengar hingga 3 kali tersebut berasal dari sebuah warung di Selatan Bandung Serut, Sutojayan, Kabupaten Blitar. Pasalnya di jam yang sama memang ada sebuah warung di daerah Bandung Serut yang terbakar hebat.

“Jate ada seng bilang oksigen Mronjo enek seng bilang warung seru meledak seng benar yang mana,” kata Dwi Angga.

“Masak ledakan gas di warung Selatan bendungan Serut kedengaran di situ, kisaran jam 12,” ungkap Umi Nasichah.

Banyak warga dan netizen yang menduga suara ledakan itu berasal dari gas meledak dari warung yang terbakar tersebut. Namun, nyatanya, disana tidak ada ledakan seperti yang dipikirkan warga.

“Di dalam warung isinya air mineral, tidak ada bahan bakar, tidak ada gas. Elpijinya saya bawa kok,” kata Modomaeko (60), pemilik warung yang terbakar, Selasa (19/03/2024).

Sebab, di dalam warung tidak ada bahan rawan meledak, selain itu gas elpiji yang biasa digunakan untuk memasak di warung tersebut juga aman.

Pihak Desa Darungan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar pun juga mastikan bahwa suara ledakan yang terdengar bukan dari warung milik Modomaeko (60). Meski di dalam warung ada botol botol bensin namun jika terjadi ledakan suaranya tidak akan sekeras yang didengar warga.

Hingga kini belum ada kejelasan mengenai hal ini. Pihak Polres Blitar juga belum memberikan statement soal kehebohan warga yang mendengar suara ledakan sebanyak 3 kali tersebut. blt-01/dsy

Berita Terbaru

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Penolakan eksepsi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjadi pintu masuk bagi perkara dugaan pelanggaran ketentuan …

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Besarnya nilai kerugian perusahaan belum serta-merta dapat menjadi dasar untuk menyatakan seorang direksi melakukan kesalahan atau …

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Sengketa dugaan ketidakabsahan ijazah yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sukur Prijanto memasuki babak penting di P…

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Jembatan Garuda yang dibangun di beberapa wilayah di kabupaten Madiun tak hanya diuji kekuatan konstruksinya. Korem 081/DSJ…

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto bersama DPRD Kota Mojokerto menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan …

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menegaskan sikap organisasi terhadap sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan k…