Perjuangan Kate Middleton Lawan Kanker, Berusaha Tegar, Tapi Alami Kecemasan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 25 Mar 2024 20:46 WIB

Perjuangan Kate Middleton Lawan Kanker, Berusaha Tegar, Tapi Alami Kecemasan

i

Sebuah video pengumuman Kate Middleton di depan publik yang mengumumkan dirinya sedang melawan penyakit kanker yang sedang diidapnya.

SURABAYAPAGI.COM, London - Kate Middleton, Istri Pangeran William, mengaku syok dengan kondisinya setelah divonis mengindap kanker. Ia mengklaim perlu waktu untuk mencerna keadaan.

Ini setelah Kate Middleton, didiagnosis mengidap kanker. Penyakitnya diumumkan dalam sebuah pesan video yang menyentuh hati.

Baca Juga: UNESA Gandeng Universitas Islam Madinah Perkuat Mutu Pendidikan dan Jaringan Internasional

Ahli bahasa tubuh Judi James mengungkapkan arti gerakan tubuh Kate Middleton di video menunjukkan perasaan yang sebenarnya. Kate mengatakan bahwa diagnosa tersebut sebagai pukulan mengejutkan baginya dan Pangeran William, serta ketiga anak mereka.

Meskipun terlihat tegar di depan kamera, Kate juga menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran dan kecemasan.

Catherine, Putri Wales, 42, mengumumkan bahwa dia telah didiagnosis menderita kanker dalam sebuah video di platform media sosialnya. “Pada bulan Januari, saya menjalani operasi perut besar di London. Dan pada saat itu, kondisi saya dianggap bukan kanker,” katanya. "Operasinya berhasil (tetapi) setelah operasi (dokter) menemukan adanya kanker. Sang putri kemudian menjelaskan bahwa dia sedang menjalani kemoterapi sebagai “pencegahan”.

 

Tak Rinci Jenis Kanker

Pengumuman tersebut menyusul spekulasi selama berminggu-minggu tentang kesehatan Kate setelah dia mengundurkan diri dari penampilan publik untuk "operasi perut yang direncanakan" pada bulan Januari, dan setelah Raja Charles, 75, juga mengumumkan diagnosis suatu bentuk kanker yang dirahasiakan

Kurangnya transparansi seputar keberadaan dan kondisi sang putri memicu teori konspirasi dan merajalelanya spekulasi.

Video Kate, yang tidak merinci jenis kanker apa yang dia lawan, tampaknya merupakan respons langsung terhadap kebingungan dan kemarahan: Dia menjelaskan, dia dan suaminya Pangeran William, 41, ingin waktu untuk menyampaikan kabar tersebut kepada anak-anak mereka, Pangeran George. , 10; Putri Charlotte, 8; dan Pangeran Louis, 5.

 

Berjuang Lawan Penyakit

Baca Juga: Pesawat Japan Airlines Tabrak Pesawat, 400 Penumpang Selamat

Melansir USA Today, monarki Inggris telah lama menjadi simbol kekuatan dan umur panjang di Inggris, yang diilustrasikan dengan slogan "tetap tenang dan lanjutkan". Namun kini, ketika dua anggota senior keluarga kerajaan berjuang melawan penyakit yang berpotensi fatal, kondisinya tampak jauh lebih lemah.

 

Sebut Kemoterapi Preventatif

Seorang pakar terkemuka di AS, Dr Sanjay Gupta menanggapi soal pernyataan Kate Middleton yang menyebut tengah menjalani preventative chemotherapy atau kemoterapi preventatif. Ini setelah Kate didiagnosis mengidap kanker. Menurutnya, kemoterapi preventatif tak ada dalam istilah medis.

Sanjay Gupta, merespon, Kate dalam pesan videonya dengan menggunakan istilah 'preventative chemotherapy'.

Istilah ini oleh para pakar diyakini merujuk pada adjuvant chemotherapy.

Baca Juga: Palestina Kau Saudaraku

"Mereka menggunakan istilah kemoterapi preventatif dalam pernyataannya, yang menurut saya adalah istilah yang sangat non-medis, maksud saya Anda tidak memberikan kemoterapi secara preventatif," ujar Gupta, dikutip dari CNN, Senin.

"Dia mengidap kanker. Kita tidak tahu jenis kankernya dan ini biasanya disebut sebagai kemoterapi adjuvant (adjuvant chemotherapy), yang berarti sesuatu di samping operasi yang sedang dilakukan," tambahnya.

Kepala Koresponden Medis CNN itu, Sanjay Gupta menjelaskan kemoterapi adalah obat yang biasanya diberikan dalam aliran darah. Selain melalui darah, obat ini juga bisa diberikan secara oral.

Ketika kemoterapi diberikan langsung ke aliran darah, pasien biasanya perlu pergi ke rumah sakit. Namun, kata Gupta, hal tersebut bisa dilakukan di mana saja secara privat dikarenakan ini keluarga kerajaan.

"Terapi ini bisa memakan waktu beberapa minggu dan dirancang seperti konsep dasar bahwa kita melakukan operasi dan sekarang kita menemukan kanker, kemungkinan masih ada kanker yang tersisa di dalam tubuh," tuturnya.

"Mari kita berikan kemoterapi untuk mencoba dan menargetkan sel-sel yang tersisa itu, itulah ide dasar di balik kemoterapi," imbuhnya. n er/dym/cn/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU