Lia Istifhama: War Takjil Menjadi Momen Tepat Support UMKM

author Lailatul Nur Aini

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ning Lia menyambut baik dengan adanya fenomena War Takjil yang terjadi di masyarakat di Bulan Ramadhan 1445 H/2024 ini. SP/ AINI
Ning Lia menyambut baik dengan adanya fenomena War Takjil yang terjadi di masyarakat di Bulan Ramadhan 1445 H/2024 ini. SP/ AINI

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di tengah gelegar bulan suci Ramadhan 1445 H, fenomena viral "War Takjil" telah menggema di jagat maya, menghadirkan semangat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama khususnya di Indonesia.

Fenomena "War Takjil" ini telah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform sosial media, mulai dari TikTok, Instagram, hingga X (Twitter).

Diketahui, secara harfiah, "War Takjil" merupakan perpaduan dari bahasa Inggris "war" yang berarti perang, dan "takjil" yang merupakan makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Namun, dalam prakteknya, "War Takjil" menjadi sebuah kegiatan yang menggembirakan, di mana masyarakat berburu makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Lia Istifhama, Wakil Sekretaris MUI Jatim menyebutkan bahwa dalam fenomena "War Takjil" ini tidak hanya menjadi momen berbagi dan kebersamaan bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga merangkul umat non-Muslim.

Selain itu, di balik kegembiraan "War Takjil", perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini juga menyoroti prinsip-prinsip jual beli dalam Islam.

"Pertama adalah prinsip ArRidha, di mana setiap transaksi harus didasarkan pada kerelaan antara kedua belah pihak. Prinsip ini sesuai dengan ajaran dalam Al-Qur'an Surat an-Nisa' ayat 29," kata Ning Lia, di Surabaya, Selasa (26/03/2024).

Selanjutnya, prinsip persaingan sehat menghindari praktik penimbunan (ihtikar) dan monopoli, serta prinsip kejujuran, keterbukaan, dan keadilan juga menjadi landasan penting dalam jual beli dalam Islam.

"Tentu kejujuran menjadi hal utama dalam sebuah transaksi perdagangan, sebagaimana yang tercantum dalam dua hadis yang diterima secara luas oleh umat Islam," jelasnya.

Selain itu, fenomena "War Takjil" sebagai bentuk potret toleransi ini menjadi berkah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dengan meningkatnya transaksi jual beli yang dilakukan.

Lanjut Ning Lia, dengan menerapkan prinsip-prinsip ini secara utuh, jual beli dalam Islam tidak hanya akan mendatangkan keberkahan bagi pelaku UMKM, tetapi juga membawa kepuasan bagi konsumen.

Hal ini akan berujung pada pembelian berulang yang meningkatkan penjualan pelaku UMKM.

"Dengan demikian, "War Takjil" bukan hanya menjadi momen kebersamaan, tetapi juga ladang keberkahan dan pelajaran nilai-nilai luhur dalam berbisnis menurut ajaran Islam," pungkasnya. Ain

Berita Terbaru

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Peran sektor swasta dalam mendukung program kesehatan nasional kembali mendapat pengakuan. PT Wings Surya menerima penghargaan dari K…

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya di depan Toko La Tansa, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipadati ratusan pelari pada Sabtu…

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…