Prediksi Rocky Gerung

Hubungan Jokowi - Prabowo, akan Retak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya memprediksi hubungan baik antara Presiden Joko Widodo dengan Prabowo tak akan berlangsung lama. Hubungan mereka akan retak, disertai pertengkaran, terutama terkait ego politik masing-masing.

Menurut sayax pertengkaran antara Jokowi dengan Prabowo itu menyangkut keberlangsungan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek ini bisa jadi terbentur dengan program makan siang gratis. Mengingat dua program ini sama-sama menyedot dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat besar.

Dalam pandangan saya, Jokowi tentu akan mendorong IKN tetap berjalan, sementara Gerindra menginginkan program makan siang gratis cepat terealisasi.

Artinya ada pertengkaran antara Jokowi dan Prabowo, dan tentunya pasti akan terjadi. Kenapa? Karena APBN itu batas dari ambisi politik keduanya.

Ini berkaitan dengan ambisi politik yang diterjemahkan dalam APBN.

Saat ini, pendapatan pada APBN mencapai Rp 1.800 triliun, namun pengeluaran sudah mencapai Rp 2.800 triliun.

Sementara buat bikin IKN itu perlu dana Rp 450 triliun, buat makan siang gratis Rp 450 triliun. Lalu bayar utang Rp 400 triliun, bayar bunga utang Rp 500 triliun. Totalnya 1.800 triliun. Sedangkan 20 persen dari total itu harus dipakai untuk pendidikan. Jadi bayangkan bagaimana mungkin secara makro ekonomi, Prabowo bisa membuat negeri ini makmur kalau seluruh anggaran itu dipakai habis. Ingat! Pendapatan kita cuma Rp 1.800 triliun, pengeluaran kita Rp 2.800 triliun.

Jujur, saya tak akan mau jika diminta menjadi menteri di kabinet Prabowo. Dan saya akan masuk kabinet jika saya sendiri yang menginginkannya.

Jadi kalau diminta Pak Prabowo untuk jadi menteri, saya akan bilang, saya jangan diminta, saya menginginkan. Saya tegaskan, jika masuk dalam kabinet Prabowo-Gibran, saya ingin menjadi Jaksa Agung. n rmc

 

*) Prediksi ini diungkapkan seusai acara Tabayun Puisi dan Ngaji Kebangsaan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (30/3/2024).

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…