Gegara Ceramah Penistaan Agama, Acara Paskah Pendeta Gilbert, Dibatalkan FKUB

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 18 Apr 2024 21:03 WIB

Gegara Ceramah Penistaan Agama, Acara Paskah Pendeta Gilbert, Dibatalkan FKUB

i

Pendeta Gilber Lumoindong saat meminta maaf kepada beberapa tokoh seperti Jusuf Kalla dan MUI.

SURABAYAPAGI.COM, Makasar - Buntut ceramahnya, kedatangan Pendeta Gilbert Lumoindong ke Makassar terkait acara Paskah, dibatalkan.  Kontributor Surabaya Pagi di Makasar, Kamis (18/4/2024) melaporkan pembatalan kedatangan Pendeta Gilbert Lumoindong ke Makassar, agar perayaan Paskah berjalan dengan khidmat."Kami menunda untuk menghadirkan Pendeta Gilbert ke Kota Makassar, hingga penyelesaian masalah video yang bersangkutan telah dianggap selesai," kata Ketua FKUB Sulsel, Wahyuddin Naro dalam surat edaran yang ditandatangani, Rabu (17/4).

Dalam surat edaran, FKUB meminta pihak yang berwenang agar mengusut video yang viral, diduga kuat diperankan oleh Gilbert Lumoindong, termasuk mengusut pelaku yang mengedit video tersebut.

Baca Juga: Candaan Pdt Gilbert, Bahas Zakat dan Sholat, Makin Seru

Sementara itu, Penyelenggara Kristen Kemenag Makassar, Merpati Tandililing mengatakan organisasi gereja batal mendatangkan Pendeta Gilbert Lumoindong di Makassar setelah videonya viral di media sosial.

"Kami infokan bahwa organisasi gereja di Makassar tidak jadi mendatangkan tokoh agama yang videonya meresahkan," kata Merpati.

Menurut Merpati, pihaknya telah memberikan pengarahan kepada organisasi gereja tersebut sehingga Pendeta Gilbert Lumoindong batal ke Makassar.

 

Kasusnya di Polda Metro Jaya

Gilbert pidato  menyinggung salat dan zakat. Lumoindong resmi dilaporkan ke kepolisian atas kasus dugaan penistaan agama.

Baca Juga: Forum Kyai Akan Kampung Laporkan Zulkifli Hasan ke Polda DIY

Kasus dugaan penistaan agama itu kini ditangani oleh Subdit Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

 

Bahas Zakat Umat Islam

Awal mula kasus ini adalah potongan video ceramahnya yang menyinggung soal zakat dan shalat yang viral di media sosial.

Baca Juga: Sandingkan Kalimat Kun Fayakun Dengan Mantra Simsalabim, MUI Dukung dr. Richard Lee Dipolisikan

 Dalam ceramahnya, Gilbert membandingkan zakat umat Islam yang 2,5 persen, sementara umat Kristen 10 persen.

Gilbert menjelaskan zakat 10 persen itu membuat umatnya tidak perlu repot bergerak dalam ibadah. Sementara umat Islam harus salat karena hanya zakat 2,5 persen.

Lebih lanjut, dalam potongan video tersebut, Gilbert juga sempat memperagakan gerakan mirip salat.

"Yang paling berat terakhirnya mesti lipat kaki, enggak semua orang bisa," ucap Gilbert. n mk, erc, rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU