Gegara Ceramah Penistaan Agama, Acara Paskah Pendeta Gilbert, Dibatalkan FKUB

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pendeta Gilber Lumoindong saat meminta maaf kepada beberapa tokoh seperti Jusuf Kalla dan MUI.
Pendeta Gilber Lumoindong saat meminta maaf kepada beberapa tokoh seperti Jusuf Kalla dan MUI.

i

SURABAYAPAGI.COM, Makasar - Buntut ceramahnya, kedatangan Pendeta Gilbert Lumoindong ke Makassar terkait acara Paskah, dibatalkan.  Kontributor Surabaya Pagi di Makasar, Kamis (18/4/2024) melaporkan pembatalan kedatangan Pendeta Gilbert Lumoindong ke Makassar, agar perayaan Paskah berjalan dengan khidmat."Kami menunda untuk menghadirkan Pendeta Gilbert ke Kota Makassar, hingga penyelesaian masalah video yang bersangkutan telah dianggap selesai," kata Ketua FKUB Sulsel, Wahyuddin Naro dalam surat edaran yang ditandatangani, Rabu (17/4).

Dalam surat edaran, FKUB meminta pihak yang berwenang agar mengusut video yang viral, diduga kuat diperankan oleh Gilbert Lumoindong, termasuk mengusut pelaku yang mengedit video tersebut.

Sementara itu, Penyelenggara Kristen Kemenag Makassar, Merpati Tandililing mengatakan organisasi gereja batal mendatangkan Pendeta Gilbert Lumoindong di Makassar setelah videonya viral di media sosial.

"Kami infokan bahwa organisasi gereja di Makassar tidak jadi mendatangkan tokoh agama yang videonya meresahkan," kata Merpati.

Menurut Merpati, pihaknya telah memberikan pengarahan kepada organisasi gereja tersebut sehingga Pendeta Gilbert Lumoindong batal ke Makassar.

 

Kasusnya di Polda Metro Jaya

Gilbert pidato  menyinggung salat dan zakat. Lumoindong resmi dilaporkan ke kepolisian atas kasus dugaan penistaan agama.

Kasus dugaan penistaan agama itu kini ditangani oleh Subdit Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

 

Bahas Zakat Umat Islam

Awal mula kasus ini adalah potongan video ceramahnya yang menyinggung soal zakat dan shalat yang viral di media sosial.

 Dalam ceramahnya, Gilbert membandingkan zakat umat Islam yang 2,5 persen, sementara umat Kristen 10 persen.

Gilbert menjelaskan zakat 10 persen itu membuat umatnya tidak perlu repot bergerak dalam ibadah. Sementara umat Islam harus salat karena hanya zakat 2,5 persen.

Lebih lanjut, dalam potongan video tersebut, Gilbert juga sempat memperagakan gerakan mirip salat.

"Yang paling berat terakhirnya mesti lipat kaki, enggak semua orang bisa," ucap Gilbert. n mk, erc, rmc

Berita Terbaru

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Peternak Ayam Broiler, Sambat

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peternak ayam pedaging atau ayam broiler mengaku rugi hingga ratusan juta akibat harga ayam di kandang terjun bebas. Perhimpunan…

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Kasih karuniah: 5 Roti dan 2 Ikan

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:07 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Saya pernah renungkan bagaimana seharusnya kita menjalani hidup yang diberikan Tuhan ? Apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup…

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah  ‎

Ketua DPRD Desak Pemkot Tutup Parkir JPC, Singgung Sengketa Lahan dan Izin Bermasalah ‎

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mendesak Pemkot segera menutup lahan parkir milik PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr Soetomo. M…

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Pemasok Motor Listrik BGN, Pernah di Periksa KPK

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersangka baru ini…

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Perempuan Iran Berkerudung Hitam Turun ke Jalanan

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam video yang dibagikan kantor berita Fars, para perempuan Iran berkerudung hitam turun ke jalanan meneriakkan "matilah…

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Dipicu Dana BOS , 326 Kepala sekolah di Sulsel, akan Mundur

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dipicu oleh temuan BPK atas dugaan kesalahan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah SMAN di Sulsel,…