Gantikan Ayahnya, Abdul Aziz, Siswa SMK 18 Tahun jadi CJH Termuda di Surabaya

author Lailatul Nur Aini

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Moch Abdul Aziz, remaja berusia 18 tahun saat diucapkan selamat oleh Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono dalam pelepasan kloter pertama CJH Embarkasi Surabaya, Minggu (12/5/2024). SP/Nur Aini
Moch Abdul Aziz, remaja berusia 18 tahun saat diucapkan selamat oleh Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono dalam pelepasan kloter pertama CJH Embarkasi Surabaya, Minggu (12/5/2024). SP/Nur Aini

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Moch Abdul Aziz, remaja berusia 18 tahun asal Kabupaten Bojonegoro ini sebelumnya tidak terbayangkan bisa berangkat menjalankan ibadah haji di usia yang belia.

Pria akrab disapa Aziz ini, bisa berkesempatan berangkat haji menemani Amisih (52), yang merupakan ibunya itu. Menurut Aziz, ia bisa berangkat haji dikarenakan menggantikan ayahnya bernama Mohamad Muhtarom yang telah meninggal dunia sejak dua tahun yang lalu.

"Saya disini bersyukur bisa mendapatkan kesempatan menggantikan ayah saya untuk ibadah haji, apalagi saya disini paling muda jadi sangat pengalaman yang luar biasa," ucap Aziz saat ditemui di Asrama Haji, Surabaya, pada Sabtu (11/5/2024).

Memang Aziz, sebelumnya tidak menyangka jika ia bisa menggantikan yang Ayah. Perasaan pun menjadi satu. Tentunya kesempatan ini tidak datang kepada banyak orang. Ia pun mengaku kesempatan ini merupakan salah satu panggilan Allah SWT, yang membuatnya kian menjadikan dirinya lebih baik lagi.

"Ya tentu, antara senang dan sedih jadi satu. Ini salah pencapaian dan kesempatan sangat langka, jadi kesempatan haji ini saya maksimalkan untuk ibadah disana," ujar remaja pria yang masih duduk di kelas 2 SMK itu.

Sebenarnya, Aziz bukanlah satu-satunya kandidat yang bisa menemani sang ibu untuk beribadah haji. Bahwasannya ia memiliki dua kakak lainnya. Namun, mereka menawarkan kesempatan emas itu untuk Aziz bisa menggantikan posisi sang Ayah.

 "Saya memiliki tiga orang saudara, dari sana penawaran untuk menggantikan ayah sempat diberikan ke dua kakak saya tapi mereka mengaku belum bisa, saat saya ditawari ya saya mau saja karena kesempatan ini langka sekali," papar pria yang bersekolah di SMK Telkom Malang itu.

Meski usianya masih muda dan memiliki fisik yang sehat, ia juga mempersiapkan diri dengan maksimal. Diantarnya dengan rajin berolahraga. "Saya sempatkan untuk lari atau jogging agar lebih siap membawa ibu untuk haji," bebernya.

Selain itu, ia bersama dengan sang ibu juga mengurus izin ke pihak sekolah. Menurutnya, pihak sekolah sangat mendukung Aziz menjadi jemaah haji di tahun 2024 ini.

"Saat itu ibu yang urus semua hingg akhirnya saya bisa sampai disini untuk menjalankan ibadah haji," ucapnya.

 

Belajar Manasik dari YouTube

Namun, sangat disayangkan siswa kelas 2 di SMK Telkom Malang jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) ini harus berjauhan dengan ibunya yang ada di Bojonegoro sehingga kesulitan untuk ikut manasik haji secara penuh.

"Saya sekolah di Malang jadi saat manasik haji didaerah saya tidak bisa ikut," terang Aziz.

Meskipun tidak bisa ikut manasik haji, keinginan dari Aziz sangat kuat dengan belajar dari Youtube. "Saya pelajari bagaimana manasik haji hingga saya bisa dan paham," imbuhnya.

Ia pun berharap bisa menjalankan ibadah di tanah suci dengan berjalan lancar meski tidak melakukan manasik haji. Meski demikian, ia mengaku tidak muluk-muluk untuk memanjatkan doa selana di tanah suci.

"Yang terpenting ibu saya sehat, dan kelancaran sekolah dan karir saya saja kedepannya," pungkasnya. ain/rmc

Berita Terbaru

KPK NU Klaim Kantongi Bukti Dugaan Rasuah Jelang Pemilihan AHWA Muktamar ke-35

KPK NU Klaim Kantongi Bukti Dugaan Rasuah Jelang Pemilihan AHWA Muktamar ke-35

Sabtu, 29 Agu 2026 11:11 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 11:11 WIB

SurabayaPagi, Jombang – Gerakan Warga Nahdlatul Ulama (NU) melalui Komisi Pemberantasan Korupsi Nahdlatul Ulama (KPK NU) menyatakan telah mengantongi sejumlah b…

Raih Peringkat I Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal Rp2 Miliar

Raih Peringkat I Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal Rp2 Miliar

Sabtu, 29 Agu 2026 08:14 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 08:14 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Konsistensi Pemerintah Kota Mojokerto dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan kembali mendapat p…

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Dua mantan Direktur Perumda BPR Bank Daerah Kota Madiun, Sugeng Mukti Wibowo (SMW) dan Ahmadu Malik Dana Logistia (AD), mem…

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi simbolis bertajuk “Mentirakati …

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pameran kebutuhan ibu, bayi, dan anak, Willow Baby Expo (Wilbex) kembali digelar di Surabaya. Memasuki penyelenggaraan 2026, Wilbex V…

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek Suwarti berusia 70 tahun warga Kel. Beru, Kec. Wlingi, Kab. Blitar, tadi jelang Sholat Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul…