Tunjang Ketahanan Pangan, DPUPR Kabupaten Mojokerto Percepat Realisasi 16 Proyek Irigasi

author Dwi Agus Susanti

- Pewarta

Kamis, 16 Mei 2024 15:50 WIB

Tunjang Ketahanan Pangan, DPUPR Kabupaten Mojokerto Percepat Realisasi 16 Proyek Irigasi

i

Petugas melakukan survei untuk peningkatan konstruksi irigasi di wilayah Kabupaten Mojokerto. SP/ DWI

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Sebanyak 16 proyek prioritas pembangunan dan peningkatan irigasi untuk menunjang ketahanan pangan di Kabupaten Mojokerto segera bergulir.

Seluruh pengerjaan konstruksi irigasi oleh Pemkab Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pun dipercepat, yang ditargetkan akan berlangsung selama lima bulan hingga pada Oktober 2024 mendatang.  

Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Mojokerto Sita Belasan Ribu Batang Rokok Ilegal

"Progres sekarang masih tahap lelang, untuk totalnya ada 16 kegiatan pengerjaan konstruksi maupun peningkatan irigasi sudah proses semuanya," ucap Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin melalui Kabid SDA, Rois Arif Budiman, Kamis (16/05/2024).

Rois mengatakan pembangunan irigasi adalah berdasarkan proyek usulan prioritas sesuai yang dibutuhkan masyarakat. 

Terlebih, peningkatan irigasi ini diinginkan masyarakat khususnya untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus sebagai upaya pengendalian banjir.

"Semuanya prioritas, karena kan disamping untuk menunjang ketahanan pangan, kita juga memberikan pelayanan terkait irigasi. Apalagi tantangan sekarang kan multifungsi, artinya juga irigasi dan tentang pengendalian banjir," jelasnya.

Menurut dia, adapun 16 proyek irigasi tersebut, seperti bangunan pembawa irigasi-konstruksi- peningkatan jaringan irigasi D.I Bendet, irigasi Kemiri dan Bendung Sudimoro, 

Baca Juga: Dilaporkan Polisi, Aji 'Caleg Terpilih DPRD Kabupaten Mojokerto' Bantah Itu Bukan Ancaman Tapi Teguran

Kemudian, bangunan pembawa irigasi-konstruksi- rehabilitasi irigasi D.I Mantung, irigasi D.I Kanigoro, D.I Lebak Sumengko, D.I Janjing serta irigasi Sumbersari II.

Irigasi Bendung Trimo, irigasi Bendung Kemloko, Bendung Mojogeneng, Bendung Ngungkung, Bendung Bringin, Bendung Mojolegi, Bendung Tempuran dan Bendung Cakarayam.

Besarnya anggaran pembangunan irigasi tersebut bervariasi, yakni dengan pagu terendah senilai Rp 300 juta hingga paling banyak mencapai Rp 900 juta.

Total anggaran 16 pengadaan pembangunan irigasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2024, kurang lebih sekitar Rp11 miliar.

Baca Juga: Pabrik di Mojokerto Terbakar, 1 Tewas dan 4 Luka-luka

Jika tidak ada kendala seluruh proses lelang, pengumuman pemenang tender dan realisasi, pada awal Juni 2024. 

"Kalau pengerjaan masing-masing bervariasi namun maksimal lima bulan sampai Oktober. Jadi pengerjaan, ada yang tiga bulan, empat bulan hingga lima bulan menyesuaikan kondisi di lapangan," ungkapnya.

Ia mengatakan pengerjaan diharapkan segera terealisasi sehingga dapat dimanfaatkan langsung khususnya petani dan oleh masyarakat setempat.

"Untuk pengerjaan semakin cepat, semakin baik. Karena juga menyesuaikan waktu bertani, supaya nanti yang membutuhkan itu semoga bisa bermanfaat. Semuanya untuk menunjang irigasi masyarakat," pungkasnya. Dwi

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU