SURABAYAPAGI.com, Madiun - Banyak konsumen (pembeli) yang mengeluhkan kenaikan harga pada komoditas telur ayam dan juga daging ayam di pasaran dalam beberapa pekan terakhir ini.
“Baru sekitar dua sampai tiga hari ini naik terus, kemarin masih Rp 29 ribu per kilogram. sekarang naik jadi Rp 30 ribu per kilogramnya” ujar pedagang telur di Pasar Pagotan, Kecamatan Geger Yuliawati, Senin (20/05/2024).
Sementara itu, kenaikan harga telur diketahui dipengaruhi lantaran harga pakan yang naik atau saat musim hajatan tiba. Biasanya harga telur ayam normalnya dikisaran Rp 25 ribu sampai Rp 26 ribu per kilogram.
“Kemarin itu kenaikan bisa lebih dari Rp 32 ribu per kilogram, mendekati Idul Adha nanti ini kemungkinan masih naik lagi,” jelasnya.
Melonjaknya harga pada komoditas tersebut memicu penyusutan pembeli, yang karena alasannya harga telur ayam meroket. Sehingga, Yuliawati tetap khawatir dengan kenaikan harga tersebut dan berdampak pada penjualannya.
“Biasanya satu kotak telur itu habis dua-tiga hari, ini sudah mau seminggu masih banyak. Akhirnya tidak ambil pasokan tambahan lagi nunggu ini habis dan harga turun,” lanjutnya.
Sementara itu, kenaikan harga telur juga menular pada harga daging ayam. Sulastri, salah seorang pedagang mengatakan harga daging ayam terus naik sejak sepekan terakhir. Dari dikisaran Rp 32 ribu per kilogram ini sudah mencapai Rp 38 ribu per kilogram.
“Naik terus setiap hari, bertahap sehari seribu-seribu,” ungkapnya. “Harapannya tentu harga normal agar penjualan bisa lancar seperti biasanya,” tutur Sulastri. mdn-01/dsy
Editor : Desy Ayu