Pj Wali Kota Kediri Buka Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

author Duchan Prakasa

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pj Wali Kota Kediri Zanariah membuka Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kota Kediri. Kegiatan ini dilaksanakan di Grand Surya, Selasa (28/5/2024). Dalam kesempatan ini, Pj Wali Kota Kediri juga menyerahkan klaim santunan jaminan kematian kepada ahli waris peserta.

"Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi pada BPJS Ketenagakerjaan atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin baik selama ini. Semoga kedepan semakin baik. Serta mengingatkan kita juga untuk semakin mensejahterakan masyarakat dengan berbagai kemudahan dan pelayanan," ujarnya.

Zanariah mengungkapkan peningkatan perlindungan ketenagakerjaan menjadi tugas bersama Pemkot Kediri dan BPJS Ketenagakerjaan. Diskusi ini akan mengurai satu persatu potensi, strategi, dan solusi terbaik demi mencapai target cakupan Universal Worker Coverage (UWC) di tahun 2024. Sesuai dengan Inpres Nomor 2 tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program Jamsostek dan diperkuat melalui Perwali Kediri Nomor 34 tahun 2023 tentang pedoman pelaksanaan pemberian Jamsostek bagi pekerja rentan. Pemkot Kediri telah mendaftarkan RT, RW, guru informal, dan pegawai non ASN di Lingkungan Pemkot Kediri ke dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. "Hal ini sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam menghadirkan ekosistem kerja yang aman termasuk bagi masyarakat pekerja rentan. Selain itu hal ini juga menjadi upaya untuk mencegah masyarakat pekerja rentan jatuh dalam garis kemiskinan. Apabila mereka mengalami risiko sosial," ungkapnya.

Pj Wali Kota Kediri menjelaskan secara keseluruhan coverage kepesertaan Kota Kediri masih mencapai 41,7 persen. Ditambah, data coverage growth dari tahun 2021 hingga per Mei 2024 masih mengalami peningkatan namun pertumbuhannya melambat. Tentu hal ini menjadi tantangan untuk meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pekerja rentan sedang non aktif. Saat ini perubahan SK penerima sedang diproses. Dimana awalnya sejumlah 9.300 orang tahun ini ditambah totalnya menjadi 9.695 orang. "Dengan peningkatan para penerima harapannya para pekerja rentan ini akan merasa aman dan semakin produktif berkarya. Sehingga pada akhirnya masyarakat dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan hidup dasar yang layak serta mencapai kesejahteraan," jelasnya.

Zanariah berharap diskusi hari ini dapat tercetus berbagai langkah ke depan untuk optimalisasi pencapaian coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga tercapai tujuan pembangunan berkelanjutan. "Saya berharap BPJS Ketenagakerjaan terus meningkatkan performa pelayanan pada masyarakat terutama pada proses klaim peserta. Semoga BPJS Ketenagakerjaan bisa terus berinovasi berupa produk-produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pekerja di era digital," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kediri Imam Haryono mengatakan berdasar data BPS potensi pekerja penerima upah pada tahun 2023 sebesar 68.078 pekerja realisasinya 33.801 pekerja sehingga coveragenya 49,65 persen. Untuk pekerja bukan penerima upah pada tahun 2023 potensinya 40.346 pekerja dan realisasinya 17.443 pekerja sehingga coveragenya 43,23 persen. Total coveragenya di Kota Kediri tahun 2023 47,26 persen. Sementara untuk Bulan Mei 2024, potensi pekerja penerima upah sebanyak 70.802 pekerja, realisasinya 35.083 pekerja sehingga coveragenya 49,55 persen. Untuk pekerja bukan penerima upah potensinya 41.099 pekerja dan realisasinya 11.585 pekerja sehingga coveragenya 28,19 persen. Coverage total Mei 2024 41,70 persen. "Semoga dengan acara ini dapat membuahkan strategi untuk meningkatkan. Mohon kerjasama dan dukungan dari Pemerintah Kota Kediri," ujarnya.

Turut hadir, Sekretaris Daerah Bagus Alit, Asisten Pemerintahan dan Kesra Mandung Sulaksono, Asisten Administrasi Umum Tanto Wijohari, Kepala OPD, dan tamu undangan lainnya. Kominfo

Berita Terbaru

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ditanya terkait posisi cawapres 2029 pendamping Prabowo Subianto , Sekjen Partai Gerindra Sugiono menegaskan belum ada…

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo  - Ribuan masa Hafidz memadati Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) Ke …

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Wakil Ketua Umum PAN Tegaskan Dukung  Prabowo, tak Sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka, Juga PKB     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini, ada sejumlah partai …

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Modus Suap Importir PT Blueray ke Para Oknum Dirjen Bea Cukai Temuan KPK   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyebut para oknum Bea Cukai juga menyewa safe …

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK mulai menganalisis fenomena suap dengan emas.  Dalam OTT terhadap pejabat Bea Cukai Jakarta, KPK sita Logam mulia seberat 2,5 …

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fitroh Rohcahyanto, pimpinan KPK berlatar belakang jaksa  menyatakan OTT di PN Depok, berkaitan dengan dugaan suap pengurusan …