Lewat Turki, China Bakal Ekspansi Bisnis Otomotif ke Pasar Eropa

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 06 Jun 2024 14:07 WIB

Lewat Turki, China Bakal Ekspansi Bisnis Otomotif ke Pasar Eropa

i

Han EV di Pabrik BYD Foto: SP/ dok. BYD

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal China tengah gencar melakukan ekspansi untuk pengembangan jaringan bisnis di berbagai belahan dunia. Bahkan kali ini, China telah membangun hubungan kuat dengan Turki yang memiliki fasilitas produksi kendaraan yang dipasok ke pasar Eropa.

Dikutip dari Fleet Europe pada Kamis (06/06/2024), Turki menjadi negara yang potensial untuk pembangunan pabrik kendaraan listrik China, karena lokasinya bisa menghubungkan pasar Asia dan Eropa. Negara transkontinental itu juga punya perjanjian serikat pabean dengan Uni Eropa.

Baca Juga: Resmi Meluncur, Motor Listrik Saige SG-Max Dibanderol Rp 25 Juta

Selain itu, penjualan BEV di Turki juga laris manis dan menyumbang 7,5 persen dari seluruh penjualan mobil baru pada tahun 2023. Angka tersebut diperkirakan melonjak sekitar 30,4 persen pada tahun 2032.

Sadar akan potensi merek asing masuk, maka untuk melindungi TOGG mobil listrik buatan Turki, negara tersebut akan memberlakukan bea masuk tambahan sebesar 40 persen untuk kendaraan listrik yang dibuat di China.

Baca Juga: BYD dan CATL luncurkan baterai Pengisian Cepat 6C Akhir 2024

Lebih lanjut, Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Fatih Kacir mengungkap, jika saat ini pemerintah Turki tidak hanya berdiskusi dengan BYD dan Chery, tapi juga dengan SAIC dan Great Wall Motor.

“Kami ingin menyelesaikan pembicaraan secepat mungkin. Kami telah menempuh perjalanan jauh dengan keduanya,” ujarnya, Kamis (06/06/2024).

Baca Juga: Raihan Positif Penjualan Honda Naik 54% per Mei, Brio Paling Laris

Bahkan, kini Direktur Pelaksana BYD Eropa Michael Su mengatakan, perusahaannya tertarik dengan pabrik Eropa kedua untuk mendukung pabrik yang sedang dibangun di Hongaria.

Pabrik BYD di Hongaria bisa memproduksi 200 ribu kendaraan setiap tahunnya. Tapi, jumlah tersebut masih kurang apabila BYD ingin jadi pemimpin produsen mobil listrik di tahun 2030. jk-05/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU