Penyesuaian Tarif Niaga dan Industri Disambut Positif Pelanggan Rumah Tangga

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kantor Pusat Perumda Giri Tirta Gresik. SP/Grs
Kantor Pusat Perumda Giri Tirta Gresik. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Kenaikan tarif niaga dan industri oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta disambut positif oleh masyarakat Gresik khususnya pelanggan rumah tangga. Penyesuaian tarif kelompok niaga dan industri akan menjadi sistem subsidi yang berdampak peningkatan pelayanan air bersih untuk masyarakat.

"Ini (penyesuaian tarif niaga dan industri) bagi kami, pelanggan rumah tangga sangat positif. Karena akan berdampak kepada perbaikan pelayanan pelanggan rumah tangga. Nanti Giri Tirta akan bisa melakukan peremajaan pipa yang sudah tua yang kerap bocor," ungkap Ummi Khulsum, warga Gresik, Kamis (6/6/24).

Dikatakan Ummi, ia memahami kesulitan perusahaan air bersih milik Pemkab Gresik itu. Dengan menaikan tarif niaga dan industri artinya manajeman Giri Tirta memiliki pertimbangan yang baik.

"Nanti akan kembali kepada pelayanan untuk pelanggan masyarakat biasa. Namanya juga perusahaan pasti mencari untung. Tetapi untungnya mengambil dari industri untuk mengatasi pelayanan pelanggan masyarakat atau rumah tangga," imbuhnya.

Ia juga meminta dan memberi kritik kepada manajemen Giri Tirta agar jika memang harus terganggu pelayanan air bersih atau mampet setidaknya jangan sampai 24 jam. Karena kata dia, rata-rata tandon air warga hanya bisa bertahan tidak lebih dari 24 jam.

"Kami pelanggan rumah tangga hanya minta itu. Yang pasti harus kita akui ada banyak yang dilakukan untuk memperbaiki pelayanan. Salah satunya dengan menaikkan tarif niaga dan industri," bebernya.

Direktur Utama Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi menjelaskan, penyesuaian tarif untuk niaga dan industri sudah dikaji secara matang. Dengan harapan dan tujuannya untuk mencapai peningkatan pelayanan rumah tangga.

"Memperbaiki peningkatan pelayanan tidak bisa serta merta. Tetapi harus melewati tahapan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Banyak hal yang kita perbaiki, termasuk soal SDM kota juga PR yang tidak mudah," ungkapnya.

Ia menegaskan kenaikan tarif niaga dan industri akan kembali kepada pelanggan khususnya untuk masyarakat sehingga butuh tahapan dan penyesuaian tarif nonrumah tangga.

"Kita ini pelayanan. Untuk pencapaian kita menggunakan cara yang bisa diterima akal. Karena ketentuan kenaikan untuk niaga dan industri sudah diperhitungkan dengan matang. Ujungnya adalah untuk pelayanan semua pihak. Utamanya adalah pelanggan rumah tangga," tutupnya. grs

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…