Uri-uri Budaya Desa Watugolong di Suguhi Wayang Gagrak Porongan

author Handoko Koresponden Sidoarjo

- Pewarta

Minggu, 09 Jun 2024 17:34 WIB

Uri-uri Budaya Desa Watugolong di Suguhi Wayang Gagrak Porongan

i

Pertunjukan pagelaran wayang kulit Gagrak Porongan (wayang kulit ciri khas Sidoarjo), mengawali road show perdana di 12 desa di Sidoarjo. SP/ HIKMAH

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Desa Watu Golong Kecamatan Krian bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Sidoarjo, menggelar pertunjukan pagelaran wayang kulit Gagrak Porongan (wayang kulit ciri khas Sidoarjo), mengawali road show perdana di 12 desa di Sidoarjo.

Wayang kulit Gagrak Porongan salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang sarat dengan berbagai makna. Dengan tujuan melestarikan budaya lokal (local wisdom) agar tidak pernah pudar digilas budaya luar di era global ini.

Baca Juga: Ki Slamet Darmawan: Melanggengkan Budaya Asli Sidoarjo, Wayang Gagrak Porongan

Untuk itulah warga Desa Watu Golong di suguhi puncak acara pagelaran wayang kulit dengan lakon "Sang Gunawan Brubuh Ngalengka", yang dimainkan oleh Ki Dalang Slamet Darmawani di pendapa Balai Desa Watu Golong di hadiri sekitar seribuan warga desa dan masyarakat di sekitarnya.

Slamet Handoyo Kepada Desa Watu Golong mengatakan karena ini sesuai itikat melanggengkan kebudayaan Dikbud Pemkab Sidoarjo Maka dibuat pagelaran wayang kulit gagrak (versi) porongan karena kita utamakan itu dalang dari lokal. Jadi dalang lokal inilah yang kita tonjolkan supaya lebih dikenal masyarakat.

"Alhamdulillah untuk uri uri budaya menghidupkan budaya tradisi dari para leluhur melalui budaya Wayang Gagrak Porongan," tandasnya, Minggu (09/06/2024).

Baca Juga: Reog Ponorogo dan Wayang Kulit, Meriahkan Sedekah Bumi Desa Waruberon

Sidoarjo ini memang banyak yang ahlinya dalam seni dan budaya. Makanya itu saya dukung dengan melestarikan pagelaran wayang kulit gagrak porongan menampilkan kesenian wayang yang asli gaya Sidoarjoan

"Saat ini bisa dikatakan jaman millenium semua serba canggih, tapi jangan sampai kebudayaan asli Sidoarjo bagian dari kebudayaan nusantara punah tergerus oleh kemajuan teknologi maka dari itu kita mengadakan kegiatan seperti ini untuk melestarikan kebudayaan lokal bagian dari keaneka ragaman nusantara," tandas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Sidoarjo, Tirto adi.

Pada pagelaran wayang gagrak porongan yang dibawakan oleh Ki Dalang Slamet Darmawan ternyata sangat menarik yakni menceritakan Gunawan Wibisono itu adik Rahwana yang bungsu, dan satu satunya yang berwujud manusia.

Baca Juga: Lestarikan Tradisi Ruwat Desa, Pemdes Kedung Kembar Gelar Wayang Kulit

Nah selanjutnya Rahwana atau Dasamuka, menculik Sinta, istri Raden Rama Wijaya artinya Rahwana telah berbuat salah.

Wibisono yang menjunjung tinggi kebenaran ini segera protes. Ia segera mengingatkan Rahwana namun di jawab dengan kemurkaan.
Meski Negerinya bakal terjadi perang besar, Gunawan Wibisono yang teguh kebenaran dengan kesaktiannya segera nyeberang selat ke pihak untuk membantu Rama. Hdk/hik

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU