UPT RSBRW Dinsos Jatim Siap Luluskan Penerima Manfaat dengan Keterampilan Unggul

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Jumat, 14 Jun 2024 14:02 WIB

UPT RSBRW Dinsos Jatim Siap Luluskan Penerima Manfaat dengan Keterampilan Unggul

i

Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara (UPT RSBRW) Pasuruan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim siap meluluskan Penerima Manfaat (PM). SP/ AINI

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara (UPT RSBRW) Pasuruan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim siap meluluskan Penerima Manfaat (PM) yang rencananya akan dilakukan acara pelepasan pada Senin, (24/6/2024).

Sri Mariyani, Kepala UPT RSBRW Pasuruan, mengaku pihaknya telah mempersiapkan kelulusan para PM yang rata-rata sudah mengasah keterampilan selama 2 hingga 3 tahun. 

Baca Juga: Berkah Muharram, Pembuat Jenang Suro Banjir Pesanan 100 Porsi per Hari

"Kebetulan anak-anak sedang persiapan untuk kelulusan nanti Senin, (24/6/2024). Untuk totalnya kali ini 25 anak. Dan (UPT) RSBRW ini, peserta yang diluluskan paling banyak dari UPT-UPT yang lainnya," kata Sri, saat ditemui Surabaya Pagi, Jumat, (14/6/2024).

Lanjut Sri, sebenarnya ada 35 anak yang siap diluluskan tapi pihaknya merasa ada beberapa anak yang kemampuannya masih belum mumpuni untuk diluluskan. 

"Sebelumnya kami akan meluluskan 35 anak, tapi setelah ditelaah lagi, anak-anak ini kok masih perlu dibina lagi ya. Sepertinya belum siap untuk dilepas ke masyarakat. Jadi kami loloskan 25 anak ini," ujarnya. 

Menurutnya, memang ada beberapa kriteria kelulusan selain kemahiran bidang pendalaman yang dipilih juga, terkait kemampuan personal terkait kemandirian serta percaya diri.

Perlu diketahui, saat ini di UPT RSBRW terdapat 60 orang yang mengalami bisu dan/atau tuli, dengan rentan usia 15 (lima belas) tahun sampai dengan 35 (tiga puluh lima) tahun.

Yang mana, Mereka diberikan keterampilan untuk siap kerja di berbagai bidang seperti menjahit, membordir, maupun teknisi las (welder). Mereka juga terdapat beberapa ekstrakurikuler yang dapat diikuti secara berkala yakni tata boga, membatik, dan lainnya. 

"Jadi anak-anak disini itu, dititipkan oleh orang tuanya untuk belajar bersama beberapa keterampilan sesuai minat bakat mereka. Ada yang suka menjahit. Itu kita masukkan ke kelas menjahit. Hasil-hasil anak disini itu, bisa lihat ya. Ada beberapa yang kami pamerkan di pameran," jelasnya. 

Meski hasil dari PM UPT RSBRW, sangat layak untuk dijual ke masyarakat umum secara luar. Namun, pihaknya belum mengkomersilkannya secara intens.

Baca Juga: Mayat Pria Nyaris Telanjang Ditemukan di Sungai Kecil

"Gini, takutnya kalau sudah dikomersialkan pesanan banyak yang masuk, dari kitanya g bisa mengejar nanti jadi masalah baru lagi. Apalagi disini banyak yang masih belajar juga," terang Sri.

Masih menurut Sri, pusat rehabilitasi yang berdiri sejak 2009 ini telah meluluskan 363 orang PM yang dapat bersaing dalam berbagai keterampilan dengan masyarakat pada umumnya. 

"Kalau ditotal semua, ada 363 PM yang sudah kami luluskan. Meski sudah lulus, mereka tetap kami monitor. Jangan sampai mereka ini yang sudah punya skill ini nganggur begitu saja. Jadi kalau ada lowongan yang sesuai dengan kriteria mereka, kita langsung share itu ke grup," ucapnya.

Sementara itu, Rizky, PM yang berasal dari Madiun, yang akan lulus pada Minggu depan itu, mengaku bersyukur bisa masuk ke UPT RSBRW. Karena dengan adanya dia disini, akhirnya dia bisa bikin baju dan celana sendiri.

"Alhamdulillah, senang disini. Setelah disini belajar jahit. Sekarang sudah bisa bikin baju dan celana sendiri," ucapnya dengan bahasa isyarat, yang mana dibantu penerjemah dari pihak UPT RSBRW.

Baca Juga: Pemkab Pasuruan Optimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri Pengadaan Barang dan Jasa

Dengan keterampilan menjahit yang mumpuni, pria berusia 24 tahun yang akrab dipanggil Kiki itu, setelah lulus berencana untuk bekerja di pabrik konveksi maupun sepatu. 

"Ingin kerja di Pabrik di Madiun, asal posisinya berkaitan dengan jahit," tutur Kiki.

Berbeda dengan Kiki, Hilma, 21 tahun, berasal dari Kediri, itu menyampaikan kalau setelah lulus ia ingin membuka jasa bordir di rumahnya.

"Saya disini sudah sejak tahun 2022. Nanti setelah lulus ingin segera dapat kerja, tapi kalau bisa buka bordiran sendiri di rumah," pungkasnya.

Sekedar informasi, setelah lulus para PM ini akan mendapat beberapa fasilitas diantaranya seperangkat mesin, serta bantuan penunjang dari pihak Pemprov Jatim. Ain

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU