Kisah Kutil di Penis, Awal Kanker, Tewaskan 4.000 Pria Brasil dan Amputasi 6.500 Pasien

author Moch Ilham

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Sao Paulo - Tercatat jumlah kasus dan angka kematian akibat kanker penis tiap tahun teruz meningkat di berbagai belahan dunia. Menurut pakar, lonjakan itu bisa disebabkan sejumlah hal, termasuk kelalaian menjaga kebersihan penis.

Kanker penis relatif jarang terjadi, tapi jumlah kasus dan angka kematian karenanya tengah meningkat di berbagai belahan dunia.

Tingkat kasus kanker penis di Brasil, adalah salah satu yang tertinggi, mencapai 2,1 kasus per 100.000 pria, merujuk sejumlah studi terkini.

Seorang pria di Brasil bernama Joao (63) menceritakan pengalaman ngilu ketika penisnya harus 'diamputasi' akibat kanker penis. Semua berawal di 2018 ketika ia melihat semacam kutil di organ intimnya.

Karena penasaran dengan kondisi yang dialaminya, Joao akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dan memeriksakan diri.

"Saya mulai pergi ke klinik medis untuk mencari tahu apa yang terjadi. Tapi dokter bilang ada kelebihan kulit. Setelah saya datang mereka memberikan saya obat," kata Joao dikutip dari BBC, Rabu (19/6/2024).

Walaupun sudah diberikan obat, kondisi Joao tak kunjung membaik. Kondisi tersebut bahkan sempat mempengaruhi kondisi pernikahan dan kehidupan seksnya.

Perjalanan yang dilalui oleh Joao begitu panjang. Selama lima tahun lamanya ia pergi ke dokter spesialis untuk menyembuhkan kondisinya. Ia mengonsumsi berbagai macam obat sampai dokter memintanya untuk melakukan pemeriksaan biopsi.

"Tidak ada satupun orang yang bisa mengatasinya," cerita Joao.

Sampai akhirnya pada 2023 Joao mengetahui kondisinya. Ia didiagnosis mengidap penyakit kanker penis.

 

4.000 Pasien Meninggal

Hari Rabu (19/6) Kementerian Kesehatan Brasil mencatat laporan ada 21 ribu kasus kanker penis sejak periode 2012. Penyakit ini membuat 4.000 pasien meninggal dan lebih dari 6.500 pasien diamputasi.

Gejala kanker penis biasanya termasuk munculnya benjolan di penis yang tidak kunjung sembuh dan bau yang tak sedap.

Bila kanker penis terdeteksi sejak dini, kemungkinan besar ia bisa sembuh melalui operasi pengangkatan lesi – jaringan kulit tak normal, radioterapi, dan kemoterapi.

Namun, bila tidak ditangani, penderita bisa jadi harus menjalani amputasi penis sebagian atau total, serta amputasi organ genital lain seperti testikel.

 

Cuci Setelah Hubungan Seksual

Diperkirakan, kasus kanker penis global akan meningkat lebih dari 77% hingga 2050.

Hal ini utamanya disebabkan populasi yang menua, kata para pakar, yang bilang kasus terbanyak terjadi pada pria di usia 60-an.

"Kanker penis adalah penyakit langka, tapi juga  bisa dicegah. Penting bagi pria segala usia untuk mencuci penis mereka dengan sabun dan air setiap hari dan setelah hubungan seksual," kata seorang pasien di Brasil.

Ia juga mengatakan bahwa risiko kanker penis bisa dikurangi dengan menggunakan kondom saat berhubungan seks dan menjalani operasi pengangkatan kulup bila mengalami fimosis.

 

Berdampak pada Kehidupan Seks

João, pensiunan asal Brasil, memutuskan berobat ke dokter sejak 2018 setelah menemukan kutil di penisnya.

"Saya ke klinik untuk mencari tahu apa itu, tapi semua dokter bilang itu muncul karena kulit berlebih dan meresepkan obat," kata João, bukan nama sebenarnya, yang berusia 63 tahun.

Namun, obat-obat yang diresepkan tak ampuh dan kutilnya terus tumbuh. Ini lantas berdampak pada pernikahan dan kehidupan seksnya.

Selama lima tahun, João bolak-balik menemui dokter spesialis, yang kemudian meresepkan berbagai obat dan memintanya terus melakukan biopsi – pengambilan sampel jaringan atau sel untuk mendeteksi kelainan pada tubuh.

"Tidak ada satu pun yang bisa mengatasinya," katanya.

 

Amputasi Sebagian Penis

Lalu, pada 2023, ia didiagnosis mengidap kanker penis.

"Untuk keluarga saya, itu adalah kejutan yang sangat tidak menyenangkan, terlebih lagi karena saya harus mengamputasi sebagian penis saya. Saya merasa seperti dipenggal," kata João.

"Ini adalah tipe kanker yang tidak bisa Anda bicarakan dengan orang lain karena bisa jadi bahan bercandaan. n afp/ec/rmc

Berita Terbaru

Pedagang Pasar Surati Plt Walikota, Minta Pemkot Tidak Bertindak Diluar Putusan PTUN 

Pedagang Pasar Surati Plt Walikota, Minta Pemkot Tidak Bertindak Diluar Putusan PTUN 

Selasa, 01 Sep 2026 20:13 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 20:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Paguyuban Pedagang Pasar se-kota Madiun meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun untuk tidak bertindak diluar objek dan subjek…

OKK PWI Magetan Tekankan Pentingnya Kompetensi dan Etika di Era Digital

OKK PWI Magetan Tekankan Pentingnya Kompetensi dan Etika di Era Digital

Selasa, 01 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 20:10 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Magetan – Derasnya arus informasi di era digital membuat profesi wartawan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di tengah kondisi ter…

Perkuat Kerja Sama Teritorial, Kodim 0816/Sidoarjo Kumpulkan Awak Media

Perkuat Kerja Sama Teritorial, Kodim 0816/Sidoarjo Kumpulkan Awak Media

Selasa, 01 Sep 2026 19:14 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 19:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo — Komando Distrik Militer (Kodim) 0816/Sidoarjo menggelar kegiatan silaturahmi yang mempertemukan jajaran pimpinan militer tingkat t…

Hindari Denda, BPKPD Ingatkan WP Bayar PBB Sebelum Jatuh Tempo

Hindari Denda, BPKPD Ingatkan WP Bayar PBB Sebelum Jatuh Tempo

Selasa, 01 Sep 2026 16:54 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Mojokerto mengingatkan jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan…

Pemkab Mojokerto Gelontor Bantuan Pertanian dan Peternakan Komunal Senilai Rp3 Miliar

Pemkab Mojokerto Gelontor Bantuan Pertanian dan Peternakan Komunal Senilai Rp3 Miliar

Selasa, 01 Sep 2026 15:43 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyerahkan alokasi bantuan dengan nilai total sebesar Rp.3,2 miliar lebih untuk…

Atasi Dampak Kemarau Panjang, Polres Blitar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak

Atasi Dampak Kemarau Panjang, Polres Blitar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak

Selasa, 01 Sep 2026 15:40 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Memasuki musim kemarau panjang, Polres Blitar Polda Jatim tunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.…