Harga Tomat di Pasar Genteng Banyuwangi Melandai, Sentuh Rp 10 Ribu/Kg

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Pedagang tomat di salah satu Pasar Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BNY
Ilustrasi. Pedagang tomat di salah satu Pasar Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BNY

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Meski di momen dan setelah Hari Raya Idul Adha, harga tomat di Pasar Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur mulai melandai turun hingga menjadi Rp 10 ribu per kilogramnya.

Tentu saja, melandainya harga tomat disambut baik pedagang dan pembeli di pasaran. Salah satu pedagang di Pasar Genteng 2, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Sriyani (48) yang mengaku harga tomat mulai turun.

“Harga tomat sekarang turun menjadi Rp 10 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram,” ujarnya, Kamis (20/06/2024).

Pasalnya, sebelumnya saat memasuki pertengahan Ramadhan, harga tomat di Pasar Genteng sempat mengalami kenaikan signifikan. Di Pasar Genteng 2, harga tomat mencapai Rp 28 ribu per kilogram. 

“Kenaikan harga tomat terjadi sejak awal Ramadhan hingga akhir Mei,” jelas Sriyani.

Kenaikan harga tomat tersebut, lanjut dia, berdampak pada penjualan para pedagang. Konsumen mengurangi jumlah pembelian karena harga yang terlalu tinggi.

“Karena mahal, pelanggan membeli paling banyak setengah kilogram. Tapi sekarang harga tonat murah, penjualan normal lagi,” ungkap Sriyani.

Sedangkan, adanya penurunan harga tomat ini, diharapkan bisa meningkatkan kembali jumlah penjualan di pasar. Para pedagang optimistis dengan harga yang lebih terjangkau, konsumen akan kembali membeli dalam jumlah yang lebih besar. “Kami berharap penjualan bisa kembali normal,” kata Sriyani.

Setelah lebaran Idul Adha, harga tomat juga mulai menurun kembali ke harga normal. Penurunan ini memberikan sedikit kelegaan bagi para konsumen yang selama ini terbebani dengan harga yang tinggi. byw-01/dsy

Berita Terbaru

Tol Prosiwangi Difungsikan Kembali, Tercatat 2.500 Kendaraan Keluar Masuk di Momen Arus Mudik Lebaran

Tol Prosiwangi Difungsikan Kembali, Tercatat 2.500 Kendaraan Keluar Masuk di Momen Arus Mudik Lebaran

Selasa, 17 Mar 2026 10:23 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 10:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Selama arus angkutan mudik lebaran, PT Jasa Marga Prosiwangi (Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi) mencatat sebanyak sekitar 2.500…

Tingkatkan Kesejahteraan, Pemkot Madiun Salurkan Bansos untuk Disabilitas dan Lansia Non-Produktif

Tingkatkan Kesejahteraan, Pemkot Madiun Salurkan Bansos untuk Disabilitas dan Lansia Non-Produktif

Selasa, 17 Mar 2026 10:18 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 10:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai salah satu wujud nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur…

Bupati Yani Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Pembangunan Tetap Prioritaskan Kebutuhan Dasar

Bupati Yani Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Pembangunan Tetap Prioritaskan Kebutuhan Dasar

Senin, 16 Mar 2026 20:12 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah …

Empat Parpol Setuju Gaji Menterinya Dipotong

Empat Parpol Setuju Gaji Menterinya Dipotong

Senin, 16 Mar 2026 20:09 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:09 WIB

Prabowo Nyatakan Penyesuaian Anggaran Digunakan untuk Bantu Masyarakat Lemah   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wacana potong gaji anggota kabinet dan anggota …

Polri Bentuk Tim Gabungan Kejar Penyerang Air Keras Aktivis KontraS

Polri Bentuk Tim Gabungan Kejar Penyerang Air Keras Aktivis KontraS

Senin, 16 Mar 2026 20:08 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:08 WIB

Polisi Sebut Pelaku Buntuti Korban dengan Tenang Bersepeda Motor   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Polri kini membentuk tim gabungan pengungkapan perkara terkait …

LBH Jakarta Duga ada Aktor Intelektualnya

LBH Jakarta Duga ada Aktor Intelektualnya

Senin, 16 Mar 2026 20:06 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta M. Fadhil Alfathan Nazwa menduga ada  aktor intelektual di balik penyiraman air keras …