Harga Tomat di Pasar Genteng Banyuwangi Melandai, Sentuh Rp 10 Ribu/Kg

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 20 Jun 2024 13:24 WIB

Harga Tomat di Pasar Genteng Banyuwangi Melandai, Sentuh Rp 10 Ribu/Kg

i

Ilustrasi. Pedagang tomat di salah satu Pasar Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BNY

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Meski di momen dan setelah Hari Raya Idul Adha, harga tomat di Pasar Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur mulai melandai turun hingga menjadi Rp 10 ribu per kilogramnya.

Tentu saja, melandainya harga tomat disambut baik pedagang dan pembeli di pasaran. Salah satu pedagang di Pasar Genteng 2, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Sriyani (48) yang mengaku harga tomat mulai turun.

Baca Juga: Harga Tomat di Magetan Melambung Tinggi, Pedagang Ngeluh Sepi Pembeli

“Harga tomat sekarang turun menjadi Rp 10 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram,” ujarnya, Kamis (20/06/2024).

Pasalnya, sebelumnya saat memasuki pertengahan Ramadhan, harga tomat di Pasar Genteng sempat mengalami kenaikan signifikan. Di Pasar Genteng 2, harga tomat mencapai Rp 28 ribu per kilogram. 

“Kenaikan harga tomat terjadi sejak awal Ramadhan hingga akhir Mei,” jelas Sriyani.

Baca Juga: Pedagang Kuliner Meringis, Harga Tomat di Probolinggo Melejit

Kenaikan harga tomat tersebut, lanjut dia, berdampak pada penjualan para pedagang. Konsumen mengurangi jumlah pembelian karena harga yang terlalu tinggi.

“Karena mahal, pelanggan membeli paling banyak setengah kilogram. Tapi sekarang harga tonat murah, penjualan normal lagi,” ungkap Sriyani.

Baca Juga: Harga Tomat di Madiun Naik Drastis

Sedangkan, adanya penurunan harga tomat ini, diharapkan bisa meningkatkan kembali jumlah penjualan di pasar. Para pedagang optimistis dengan harga yang lebih terjangkau, konsumen akan kembali membeli dalam jumlah yang lebih besar. “Kami berharap penjualan bisa kembali normal,” kata Sriyani.

Setelah lebaran Idul Adha, harga tomat juga mulai menurun kembali ke harga normal. Penurunan ini memberikan sedikit kelegaan bagi para konsumen yang selama ini terbebani dengan harga yang tinggi. byw-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU