Bank Jatim Raih Penghargaan Top Bank 2024 dari The Iconomics

author Arlana Chandra Wijaya

- Pewarta

Jumat, 21 Jun 2024 14:27 WIB

Bank Jatim Raih Penghargaan Top Bank 2024 dari The Iconomics

SurabayaPagi, Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali mencetak prestasi. Kali ini, BJTM berhasil menerima penghargaan dari The Iconomics sebagai Top Bank 2024 untuk kategori KBMI 2 dalam ajang 5th Anniversary Indonesia Top Bank Award 2024. 

Bertempat di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, penghargaan tersebut diserahkan oleh Founder & CEO The Iconomics Bram S. Putro dan diterima langsung oleh Direktur Keuangan, Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto pada hari Kamis (20/6/2024). 

Baca Juga: Tingkatkan Penerapan ETPD, Bank Jatim Bersama Pemkot Batu Launching KKPD

Edi menjelaskan, penghargaan ini sukses diraih Bank Jatim karena perseroan dinilai sebagai salah satu BUMD dengan penetrasi bisnis yang sangat baik dan memiliki pelayanan prima bagi seluruh nasabahnya sehingga kini menjadi bank yang populer di masyarakat. 

Selain itu, Bank Jatim juga dinilai telah memiliki kontribusi dan kinerja terbaik pada tahun 2023. 

Hal tersebut dibuktikan pada tahun 2023, total aset mencapai Rp 103,85 triliun atau tumbuh 0,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya (YoY) dan laba bersih tahun 2023 tercatat Rp 1,47 triliun. Kemudian ekspansi kredit yang BJTM berikan berada di angka Rp 54,76 triliun atau naik 18,54 persen (YoY). Angka penyaluran kredit itu tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan kredit nasional yang hanya sebesar 10,3 persen.

”Kami menghaturkan banyak terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan kepada bankjatim. Tentu saja ini akan memacu semangat kami untuk terus memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan ikut berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun Indonesia,” paparnya.

Edi mengatakan, di tengah persaingan industri perbankan yang sangat ketat, BJTM telah melakukan banyak strategi demi mencapai akselerasi bisnis. Salah satunya dengan meningkatkan pelayanan pada aspek digital banking. Terlebih lagi saat ini telah memasuki era dimana masyarakat tak bisa lepas dari gadget. 

”Sekarang kami terus melakukan berbagai penguatan infrastruktur informasi dan teknologi di JConnect. Hal tersebut kami lakukan untuk menjawab kebutuhan serta tantangan zaman di era disrupsi teknologi ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Dorong Perluasan Transaksi Non Tunai di Tiga Pasar Tradisional

JConnect sendiri terus menunjukkan performa yang positif tiap tahunnya. Pada triwulan I 2024, JConnect Mobile telah memiliki 677.362 user. Angka tersebut naik 25,77 persen (YoY). Sementara untuk nominal transaksinya tercatat sebesar Rp 4,9 triliun atau tumbuh 66,6 persen (YoY).

Kemudian, JConnect QRIS BJTM juga sudah mencapai 151.404 user atau naik 113,74 persen (YoY) dengan nominal transaksi sebesar Rp 126,43 miliar atau meningkat 173,84 persen (YoY). 

”Itu semua menandakan bahwa JConnect diterima dengan sangat baik di kalangan masyarakat. Kami berkomitmen akan terus melakukan berbagai inovasi demi memberikan kemudahan bagi stakeholders untuk mengakses dan memanfaatkan JConnect,” ujarnya.

Selain digital banking, bankjatim juga senantiasa menerapkan prinsip keberlanjutan dalam menjalankan roda bisnis sekaligus keberlangsungan lingkungan dan sosial. Dalam upaya mewujudkan keuangan berkelanjutan, bankjatim telah memperluas ekosistem dengan menjalin sinergi bersama perbankan lainnya, khususnya BPD, dan menjadi pionir Kelompok Usaha Bank (KUB). 

Baca Juga: Bank Jatim Sukses Selenggarakan Open Golf Tournament 2024

Sinergi ini memberikan nilai tambah bagi bankjatim untuk mendorong BPD yang bergabung agar mampu berkompetisi di industri perbankan. 

”Zaman sekarang eranya kolaborasi. Oleh karena itu kami siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tegas Edi.

Sementara itu, dalam menentukan penerima penghargaan Top Bank 2024 ini, The Iconomics mengacu pada kinerja keuangan perbankan tahun 2022 hingga 2023 dengan melihat dua parameter sebagai penilaiannya. 

Yakni profitabilitas dan rentabilitas dengan penilaian rank financial indicator dengan bobot 60 persen dan rank financial growth indicator dengan bobot 40 persen. Penilaian tersebut kemudian dikomparasikan dengan perbankan lainnya di masing-masing kategori Kelompok Bank Modal Inti (KBMI). Byb

Editor : Redaksi

Tag :

BERITA TERBARU