SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dengan menggelar open house, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun telah mengoptimalkan penjaringan calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai bagian dari upaya sosialisasi, agar calon peserta didik dan orang tua dapat mengenal lebih dekat tentang sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah Rakyat, khususnya tentang konsep pendidikan berasrama.
Diketahui, kegiatan open house sekolah rakyat bertujuan memberikan sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar mereka memperoleh pemahaman yang utuh mengenai penyelenggaraan SR, khususnya konsep pendidikan berasrama. Sehingga, setelah mengenal lebih dekat sistem pendidikan yang diterapkan dan melihat fasilitas di Sekolah Rakyat, para orang tua akan calon siswa akan mendukung.
"Secara umum semua sudah siap, memang tinggal jenjang SD yang belum final calon siswanya karena memang baru. Istilahnya orang tua itu belum tega untuk melepaskan anaknya. Harapannya, setelah tahu fasilitas dan sistem pembelajaran di sekolah rakyat melalui open house ini, Insya Allah orang tua akan mengikhlaskan," ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto, Rabu (15/07/2026).
Lebih lanjut, Hari menambahkan progres pembangunan fisik sekolah rakyat di Kabupaten Madiun telah mencapai sekitar 92 persen dan ditargetkan selesai sepenuhnya sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan operasional dimulai pada akhir bulan Juli 2026. Dan untuk proses pembangunan 18 Sekolah Rakyat permanen di wilayah Jatim juga terus dikebut. Menurutnya, saat ini rata-rata progres pembangunan telah mencapai kisaran 90-91 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.
Tak hanya fasilitas dan sarana prasarana, tenaga pendidik atau guru juga telah disiapkan dengan jumlah total mencapai 30 orang guru bantu untuk jenjang SD hingga SMA. Setelah itu, masih akan terdapat bantuan tenaga guru yang ditugaskan oleh Kementerian Sosial. Selain peserta dari Kabupaten Madiun, Sekolah Rakyat setempat juga menerima titipan sejumlah calon siswa asal Kabupaten Ponorogo yang akan mengikuti pendidikan di sekolah tersebut. md-01/dsy
Editor : Redaksi