SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan mobil listrik asal China, Aion Y Plus yang kini sudah mengaspal di Indonesia kabarnya akan berstatus rakitan lokal. Sehingga karena lokal tersebut, harga yang dikenakan sudah seperti completely knocked down (CKD) dalam arti bisa turun.
Aion Y Plus ini, nantinya memang akan diproduksi lokal. Pihak pabrikan asal Tiongkok ini, juga telah memilih lokasi pabriknya, yang berada di Cikampek, Jawa Barat. "Mulai produksi, target kami adanya di kuartal 4 tahun ini," jelas Andry Ciu, CEO Aion Indonesia, Minggu (23/06/2024).
"Harga yang kami pasang akan sama dengan harga CKD, kecuali nanti ada perubahan regulasi di kemudian hari atau sesuatu hal lain mengenai pertimbangan lain, harganya bisa kami pertimbangkan ke depan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Aion Y Plus asal China tersebut juga bakal bersaing dengan BYD Atto 3 dan MG ZS EV ini hadir dalam dua varian, yaitu exclusive dengan jarak tempuh 410 km dibanderol Rp 415, dan premium dengan jarak tempuh 490 km dilepas Rp 475 juta.
Sementara itu, dijelaskan Louis Liu, COO GAC Aion, untuk saat ini memang pihaknya belum ada manufaktur di Indonesia. Namun, jika pabrik telah siap, dan produksi sudah dilakukan, maka akan dihitung kembali segala faktor pendukung terkait harga.
"Nanti kalau sudah ada (manufaktur) kami akan secara menyeluruh dari sisi modal, dan rantai pasok diperhitungkan kembali," tegasnya.
Sedangkan untuk penetapan harga mobil memang ditentukan oleh banyak faktor, dan salah satunya volume penjualan yang tinggi, maka otomatis harganya bisa turun. Selain itu, didongkrak dengan brand yang viral, akan mendongkrak penjualan sehingga dari sisi modal atau harga bisa semakin rendah. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu